Matahari mulai terbenam. Lampu perdesaan menyala satu per satu dari rumah ke rumah. Hari ini aku lembur di tempat kerja.
Banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan. Tidak ada satu orang pun yang terlihat di sini selain diriku. Aku terus duduk di depan meja kerja. Beberapa kertas menumpuk di atas meja, kuselesaikan satu per satu, hingga tanpa terasa waktu sudah larut malam.
Tepat pukul 20.30 waktu setempat, mataku mulai lelah karena terlalu lama menatap layar laptop. Kepalaku sakit, bahuku terasa berat, dan fokus mulai buyar. Saatnya aku merapikan meja dan bergegas pulang.
Bukan kantor yang besar. Hanya satu lantai, tetapi ruang kerjaku cukup dalam sebelum mencapai pintu luar. Aku bangkit dari kursi.
Pandanganku langsung tertuju pada sebuah pintu di dekat ruanganku. Entah karena mataku buram akibat kelelahan atau memang nyata, sesosok tinggi besar berpakaian serba hitam berdiri tegak membelakangiku.
Tubuhku terpaku. Mataku tak mampu berpaling, hanya diam tanpa kata, hingga akhirnya sosok itu menghilang saat aku mengedipkan mata.
Aku sedikit lega. Kuharap semua itu hanya ilusi. Aku berlari kecil agar bisa cepat keluar dari tempat kerja. Jarak rumahku tidak terlalu jauh, hanya melewati tujuh rumah.
Keesokan harinya aku bekerja seperti biasa. Aku memiliki empat orang rekan kerja dalam satu ruangan, tiga perempuan dan satu laki-laki. Kami sangat akrab dan sering bercanda untuk mengusir penat di sela pekerjaan.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 18.00. Kami berencana makan bersama di kantor. Tidak mewah, hanya makanan sederhana untuk mengisi perut yang mulai lapar. Salah satu temanku pergi ke ruangan belakang untuk mengambil piring dan mangkuk.
Sekitar lima belas menit berlalu, aku baru sadar ia belum kembali. Tanpa berpikir panjang, aku menghampirinya.
Aneh. Ruangan itu gelap. Terdengar tangisan kecil dari pojok kanan. Aku mengenali suaranya. Temanku duduk sambil memejamkan mata dan menangis. Kupeluk dia untuk menenangkannya, tetapi wajahnya sangat pucat. Kami semua menunggu penjelasannya.
Temanku hanya menulis di atas kertas. Tangannya gemetar, mulutnya tak berani bicara. Tulisan itu berbunyi, “Sosok besar tanpa wajah menghampiriku.” Kami semua terkejut. Aku langsung teringat kejadian yang kualami sebelumnya. Ternyata sosok itu memang nyata. Aku pun menceritakan apa yang kulihat beberapa waktu lalu.
Suasana mendadak tegang. Entah dari mana, angin dingin menerobos masuk ke ruangan. Beberapa kertas beterbangan. Kami saling berpandangan. Tubuhku terasa panas. Aku melihatnya. Sosok besar tanpa wajah kini menghadap ke arahku. Aku terbata-bata berbicara kepada teman-temanku. Pikiranku kacau. Aku tak mendengar apa yang mereka ucapkan. Mataku hanya tertuju pada sosok itu yang kian mendekat. Napasku sesak. Hal terakhir yang kurasakan adalah benturan keras menghantam tubuhku.
Temanku menghubungi ibunya yang memahami hal-hal mistis untuk datang ke kantor. Saat ibunya tiba, aku baru saja sadar dari pingsan. Aku ketakutan. Sosok itu berada tepat di sampingku. Kepalaku sakit seolah dibentur benda berat. Rasa sakit itu semakin tak tertahankan. Aku merasa hidupku berada di ambang kematian.
Ibu temanku mengatakan bahwa hal ini sangat membahayakanku. Sosok besar tanpa wajah itu menyukaiku dan ingin membawaku ke alam lain. Beberapa orang dipanggil untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Tubuhku semakin dingin, pandanganku buram. Apakah ini hari terakhirku?
Mataku perlahan terbuka. Suasananya tidak asing. Aku berada di kamar tidurku. Teman-teman dan keluargaku berkumpul di sekelilingku. Mereka tersenyum melihat aku sadar. Saat itulah ibu temanku mengingatkanku untuk tidak lupa berdoa dan berhati-hati jika sudah larut malam. Apa yang tak terlihat bisa saja hadir. Lebih baik pulang dan beristirahat daripada membahayakan diri sendiri.
Sejak saat itu, sosok tersebut tak lagi menggangguku. Aku pun membiasakan diri pulang kerja tepat waktu, tidak lagi lembur hingga larut malam.
Baca Juga
-
Bersinar Teranglah, Aku Selalu di Hatimu
-
Coffee Shop Menjamur di Era Sekarang, Apakah Peluang bagi Para Pengusaha?
-
3 Rekomendasi Kegiatan saat Libur Akhir Tahun, Tidak Perlu Mewah!
-
3 Tips Memperbaiki Hubungan Komunikasi dengan Pasangan
-
3 Ciri Pasangan yang Sudah Tidak Mencintaimu, Tidak Peduli tentang Kabar!
Artikel Terkait
Cerita-misteri
Terkini
-
Misteri di Balik Lampu Jalan yang Selalu Menyala Sendiri
-
Diceritakannya Angan itu Kepada Angin
-
Novel 'Makhluk Bumi': Sebuah Luka yang Dinormalisasi
-
4 Drama dan Film Korea yang Dibintangi Kang Hyung Suk, Layak Ditonton!
-
4 HP dengan Kualitas Kamera Terbaik Setara Flagship 2026, Harga Mulai Rp 3 Jutaan