Pernahkah kalian merasa terlalu menyukai idola kalian? Sangat mengagumi hingga mengoleksi barang-barang yang berhubungan dengan idola. Selalu memikirkan idola kalian, memasang semua fotonya di kamar, dan selalu menonton hal-hal yang berhubungan dengan idola kalian. Lalu apakah itu normal? Sejauh mana batasan sikap fangirling yang seharusnya? Atau mungkin kalian terkena Star Worship Syndrome? Yuk kita pahami batasannya bersama.
Apa itu Star Worship Syndrome?
Star Worship Syndrome atau dalam bahasa disebut sebagai sindrom pemujaan selebriti merupakan sikap menyukai idola secara berlebihan. Merangkum dari Psychology Today, Jumat (2/12/2022) Mark Griffiths menjelaskan bahwa Star Worship Syndrome digambarkan sebagai gangguan obsesif-adiktif, di mana seseorang menjadi terlalu terlibat dan tertarik (yaitu, benar-benar terobsesi) dengan detail kehidupan pribadi seorang selebriti. Siapa pun yang di mata publik dapat menjadi objek obsesi seseorang.
Kapan Kekaguman Akan Berubah Menjadi Obsesi?
Mengidolakan seseorang adalah hal yang umum, tetapi ada batasannya yang menjadi red flag bahwa kekaguman tersebut telah menjadi obsesi. Hal pertama yang perlu di sadari adalah dengan merefleksikan diri kita sendiri. Apakah kehidupan kita mulai terganggu dengan kegiatan fangirling atau kehidupan kita masih baik-baik saja, bahkan ketika tidak memikirkan idola kita. Tentu saja menjadi terganggu adalah red flag yang harus segera di sadari.
Istilah terganggu bisa meliputi keadaan seperti selalu mencari informasi idola melalui internet, setiap saat memikirkan idola tersebut, bahkan hingga ingin tahu kehidupan pribadinya, kemudian hidup kalian menjadi berpusat pada idola kalian.
Beberapa kasus juga membuat seseorang lupa bahwa mereka memiliki kehidupan pribadi yang berharga. Seseorang bisa saja menghabiskan uang mereka untuk membeli merchandise, album, poster, foto, atau berbagai barang yang berhubungan dengan idolanya. Bahkan dalam kasus ektrim, ada beberapa orang yang melakukan operasi plastik agar memiliki penampilan yang mirip dengan idolanya.
Sayangnya tidak banyak orang yang menyadari bahwa mereka menderita Star Worship Syndrome karena mereka merasa baik-baik saja dan tidak ada yang salah. Untuk itu, menjadi pribadi yang terbuka adalah salah satu cara agar tidak salah dalam mengagumi idola. Orang-orang sekitar bisa saja menjadi pengontrol diri kita. Lalu, sejauh mana kalian mengagumi idola? Masih batas wajar atau sudah terobsesi? Konsultasikan pada profesional ya kalau kalian butuh bantuan.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Rilis Teaser Perdana, Drama Korea 'Crushology 101' Siap Tayang April 2025
-
Jadi Comeback Seo Kang Joon, Drama Undercover High School Raih Popularitas
-
Rating Merosost, Gong Hyo Jin Ungkap Pemikiran Ending When the Stars Gossip
-
Tayang April, Kim Hye Ja dapat Hadiah dari Surga di Drama Korea 'Heavenly Ever After'
-
Sidang Usai, Yoo Ah In Comeback Lewat Film 'The Match' dengan Lee Byung Hun
Artikel Terkait
Kolom
-
Menko Pangan Bicara Sampah: Membakar Food Waste Bikin Rugi Dua Kali?
-
Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?
-
Ketika Nasihat Mindfulness Bertemu Realitas yang Tidak Setara
-
Di Balik Emas Leo/Daniel: Sampai Kapan Bulu Tangkis Menggendong Klasemen?
-
Menolak Tudingan HAM di PBB Saja Tidak Cukup: Butuh 'Diplomasi Terbuka'
Terkini
-
4 Tone Up Sunscreen Buat Kulit Remaja Bikin Cerah Natural Tanpa Efek Dempul
-
Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini
-
Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Mengupas Kekuatan Ombudsman Law: Senjata Ampuh Bongkar Fasilitas Mewah Lapas Cibinong!