Persis Solo mulai menapaki jalur serius dalam persiapan menuju BRI Super League 2025/2026. Salah satu agenda utama tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu adalah pemusatan latihan di Yogyakarta.
Langkah ini dipilih pelatih kepala Peter de Roo guna memperkuat ponxask tim sebelum menjalani kompetisi yang akan berlangsung sejak awal Agustus 2025 hingga Mei 2026 mendatang. Dengan intensitas dan durasi kompetisi yang tinggi, kesiapan Laskar Mataram pun menjadi krusial.
TC yang berlangsung selama sepekan anti tak hanya berisi sesi latihan intensif, tetapi juga dirancang untuk membangun kekompakan tim dan memperdalam pemahaman taktik. Sho Yamamoto dan kawan-kawan juga akan melakoni laga uji coba sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
“Agendanya TC seminggu di Yogyakarta, mulai 16 Juli juga sekaligus rencana menjalani laga uji coba,” ujar pemain senior Persis, Eky Taufik sebagaimana melansir ileague.id pada Kamis (17/7/2025).
Salah satu lawan yang akan dihadapi dalam laga persahabatan tersebut adalah tim promosi PSIM Yogyakarta. uji tanding ini sekaligus menjadi momen untuk mengukur hasil dari latihan yang telah dijalani selama TC.
Peter de Roo, saat ditanya soal PSIM Yogyakarta, menyebut dirinya sudah menganalisis performa tim lawan melalui video. Juru taktik asal Belanda itu ingin anak asuhnya bisa menunjukkan peningkatan kualitas permainan dalam pertandingan uji coba berikutnya.
“Saya melihat mereka (PSIM) untuk pertama kali, dan saya sudah meninjau melalui video. Tentunya, saya berekspektasi tim akan meningkatkan kemampuan ke level yang lebih tinggi dan terus menjadi lebih baik. Itulah harapan saya,” ungkap Peter.
Menurutnya, TC memberikan keuntungan tersendiri karena para pemain dan tim pelatih bisa bersama selama 24 jam penuh. Lantaran akan memungkinkan terjadinya komunikasi lebih intensif yang berujung pada pemahaman taktik dan kekompakan yang lebih dalam.
“Keuntungannya adalah, di dalam training camp, kita bersama selama 24 jam penuh, jadi kita harus memanfaatkan setiap momen itu dengan sangat bijak,” tambahnya.
Mengenai uji coba sebelumnya melawan Kendal Tornado FC, Peter menyebut bahwa permainan tim sudah cukup menjanjikan. Namun dirinya juga menegaskan bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan, terutama dalam aspek transisi dan kehilangan bola yang tak perlu.
“Masih banyak ruang untuk peningkatan, terutama terkait kehilangan bola yang tidak perlu dan hal semacamnya. Pada akhirnya, ini semua diawali dari pola pikir dan intensi,” tuturnya.
Bagi de Roo, kesalahan dalam pertandingan uji coba bukan sesuatu yang sepenuhnya negatif. Aebaliknya, itu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang akan memperkuat tim ke depan.
Optimasi Persiapan, Persis Solo Bakal Tampil Lebih Menggigit di Musim 2025/2026?
Dengan kompetisi BRI Super League yang semakin kompetitif dan format liga yang telah matang, setiap kontestan harus mempersiapkan diri secara menyeluruh. Laskar Sambernyawa menyadari hal ini dan mulai melakukan langkah-langkah konkret demi tampil lebih menggigit musim ini.
Kompetisi musim 2025/2026 akan diikuti oleh 18 tim, terdiri dari 15 tim lama dan 3 tim promosi. Aspek tersebut dipastikan membuat atmosfer kompetisi semakin ketat dan menuntut semua tim berada dalam kondisi terbaik.
Selain kesiapan fisik, mental pemain juga menjadi kunci penting. Lantaran musim yang berlangsung selama sembilan bulan menuntut konsistensi performa dari awal hingga akhir.
Penguatan komposisi tim, penyesuaian taktik, serta efektivitas manajemen klub juga menjadi faktor pendukung. Dengan begitu, fokus tim di lapangan bisa terjaga sepanjang musim. Jeda kompetisi pada Desember karena SEA Games juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu evaluasi performa.
Momentum ini bisa dipakai tim seperti Persis Solo untuk menyesuaikan strategi dan memperbaiki kekurangan. Langkah Peter de Roo melakukan TC dan uji tanding yang terarah menjadi bagian dari upaya membangun tim yang solid.
Dengan waktu yang tersisa sebelum liga dimulai, setiap program latihan menjadi sangat penting dalam menyongsong target jangka panjang. Sang juru taktik juga diharapkan mampu menanamkan filosofi bermain yang konsisten dan adaptif pada skuadnya.
Sebagai pelatih dengan pengalaman di level internasional, pendekatan de Roo yang menekankan pemahaman permainan dan perbaikan pola pikir bisa memberi nilai lebih.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Hobi
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Jadwal MotoGP Jerez 2026: Usai Libur Panjang, Tim Mana yang akan Bersinar?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Marc Marquez Tunda Perpanjangan Kontrak, Ducati Sudah Cari Pengganti?
-
Mulai Menjauh, Fabio Quartararo Sudah Tak Aktif Kembangkan Motor Yamaha
Terkini
-
Mino WINNER Dituntut 1,5 Tahun Penjara atas Pelanggaran Wajib Militer
-
Lagi Panas? Cek 4 Face Mist Cooling untuk Kembalikan Kesegaran Wajahmu!
-
SagaraS: Jawaban di Balik Kotak Hitam dan Muara Segala Obsesi Tuan Muda Ali
-
Rekomendasi Laptop All-Rounder 2026, Spek Gahar Harga Aman
-
Menyisir Getir Kehidupan Perempuan Pariaman lewat Antologi Perawat Kenangan