Kecerdasan Buatan atau yang biasa kita sebut dengan AI (Artificial Intelligence) kini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Teknologi ini dapat melakukan tugas dan cara berpikir layaknya seorang manusia. Teknologi ini dapat bekerja apabila telah mendapatkan cukup informasi atau data. Contoh sederhananya, AI yang digunakan pada aplikasi Google Maps dapat memutuskan rute terdekat karena mempelajari informasi yang didapat dari pengguna lain.
Perlu diketahui, permasalahan yang ada saat ini erat kaitannya dengan permasalahan lingkungan. Penggunaan bahan bakar fosil yang masif dapat menghasilkan gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
Dilansir dari laman Our World in Data, penggunaan bahan bakar fosil telah mencapai 37,12 miliar ton pada tahun 2021. Di sisi lain, terdapat energi terbarukan yang tersedia dalam jumlah tak terbatas, seperti sinar matahari, udara, dan air. Sumber daya terbarukan ini tentunya lebih ramah lingkungan.
Permasalahan lingkungan terkait penggunaan bahan bakar fosil menjadikan energi terbarukan menjadi solusi di masa depan. Namun, terdapat tantangan terkait penggunaan energi terbarukan, yakni ketidakpastian.
Energi terbarukan bergantung pada sumber daya seperti sinar matahari, udara, dan air. Semua sumber daya ini berkaitan dengan cuaca, yang merupakan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Dalam hal ini, AI dapat berperan dalam mengatasi tantangan ini karena dapat memprediksi cuaca dengan baik.
Penggunaan AI yang dimaksud dapat diterapkan pada industri atau perusahaan listrik. Dengan menggunakan AI, perusahaan listrik dapat mengelola sistem energi berdasarkan data perkiraan cuaca dari AI. Menurut Hadi Ganjineh, Kepala Teknologi dan Inovasi Terintegrasi di Super Energy Corp, “Mekanisme yang akan dilakukan perusahaan listrik jika ramalan cuaca baik, yakni energi terbarukan akan digunakan secara keseluruhan untuk menghasilkan listrik. Sebaliknya, jika ramalan cuaca buruk, maka energi terbarukan tetap akan digunakan tetapi dengan bantuan bahan bakar fosil sehingga pasokan listrik tidak terputus,” ujar beliau.
Dengan adanya pemanfaatan AI dalam mengelola energi terbarukan, dapat diperkirakan bahwa permasalahan lingkungan terkait penggunaan bahan bakar fosil dapat berkurang secara signifikan. AI merupakan kunci menuju dunia yang lebih berkelanjutan. Dalam waktu dekat, AI diharapkan dapat memberikan manfaat bagi industri lain dalam memanfaatkan energi terbarukan.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Duel Tablet Premium: Samsung Galaxy Tab S10 FE+ Tantang iPad dengan Fitur AI dan Layar 13 Inci
-
Samsung Pamer Deretan Fitur Pintar Galaxy AI di HP Seri A, Setangguh Apa?
-
AI Mengguncang Dunia Seni: Kreator Sejati atau Ilusi Kecerdasan?
-
Profil Brillian Fairiandi: Sutradara Al Video Gibran Naik Unta Bak Paul Atreides
Kolom
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop