Siapa, sih, yang nggak tahu Asdos? Asdos adalah singkatan dari “Asisten Dosen.” Di mana mahasiswa atau individu yang membantu dosen dalam melaksanakan tugas-tugas terkait pengajaran maupun administrasi di perguruan tinggi atau universitas.
Terus privile itu apa? Privilege merupakan sebuah keistimewaan berupa akses atau keuntungan yang tidak diterima atau dimiliki oleh orang lain dalam kehidupan sosial secara umum.
Fyuh! Mungkin bagi sebagian orang memandang bahwa Asdos itu sombong, sok pinter, kemaki, atau apalah hal buruk lainnya.
Tapi, saya patut untuk bersyukur karna bisa akrab dengan Asdos yang super baik.
Sedikit cerita, waktu saya semester tiga kemarin, ada mata kuliah tentang Berbahasa Reseptif dan Produktif. Di mana, untuk Ujian Akhir Semester (UAS) dari kedua matkul tersebut dijadikan satu melalui Seminar Akademik.
Tentu saja Seminar Akademik lebih banyak menguras energi dibanding dengan ujian tulis. Mulai dari fisik hingga batin. Harus nyiapin mental yang benar-benar matang, serta penguasaan materi yang bagus.
Dalam ujian Seminar Akademik, mahasiswa diperbolehkan bekerjasama bersama teman, dengan maksimal beranggotakan 2 orang perkelompok. Mahasiswa juga dibebaskan untuk melakukan penelitian kualitatif maupun kuantitatif.
Pada tanggal (18/12/2023) saya melakukan ujian Seminar Akademik. Seminggu sebelum ujian berlangsung, saya dibantu oleh Asdos dari mata kuliah yang bersangkutan untuk mengerjakan tugas-tugas seminar.
Saya sangat mengapresiasi sekali effort dari Asdos tersebut. Bagaimana tidak, beliau rela pulang-pergi dari Nganjuk ke Kediri tengah malam, sendirian, demi membantu saya dan teman-teman saya untuk menyelesaikan tugas.
Bahkan, waktu di kelas pun, beliau dengan kesabarannya yang seluas samudra, sanggup menjawab semua pertanyaan yang terlontar dari mulut para mahasiswa. Baik itu pertanyaan berfaedah hingga pertanyaan yang unfaedah (pertanyaan yang sudah sering ditanyakan/pertanyaa di luar topik).
Mungkin, jika tidak ada beliau, saya dan teman-teman saya akan kesulitan sekali dalam mengerjakan makalah, ppt, bahkan penguatan materi. Beruntung sekali saya dan teman-teman saya bisa mendapat privilege seperti ini. Karna dari -+45 mahasiswa, tidak semua mendapat akses untuk diajari secara privat oleh beliau.
Dan Alhamdulillah, usaha tidak menghianati hasil. Ujian Seminar Akademik pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Baca Juga
-
Pesta Buah di Hutan Ceria
-
Kenali Boreout: Ketika Bosan di Kantor Lebih Menyiksa dari Beban Kerja
-
Ketika Jatuh Cinta Berubah Jadi Dilema: Menyelami Kepedihan 'I LIKE U' Karya NIKI
-
Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi
-
Heboh Wajah Anak Artis Bocor di Medsos: Salah Netizen atau Orang Tua yang Over-Sharenting?
Artikel Terkait
-
FOMO Menjelang Kuliah: Menetapkan Pilihan Berdasarkan Minat Bukan Teman
-
Biaya Hidup Melanjutkan Pendidikan S2 di Eropa dengan Kredit BRIguna
-
Selain Mudah, Kenapa Bayar Uang Kuliah Melalui BRImo Jadi Pilihan Utama?
-
Siti Atikoh Kuliah Dimana? Riwayat Pendidikan Istri Ganjar Pranowo Bukan Kaleng-kaleng!
-
10 PTN Top dengan Biaya Kuliah Paling Murah, UKT Terjangkau
Kolom
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan
-
Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?
-
Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup
Terkini
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!