Ngabuburit sudah menjadi tradisi yang begitu melekat di tengah masyarakat muslim Indonesia saat bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada kegiatan yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa atau sebelum azan Magrib berkumandang.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “ngabuburit” berasal dari bahasa Sunda, yaitu “burit” yang berarti senja. Secara sederhana, ngabuburit dimaknai sebagai aktivitas santai untuk menunggu datangnya sore hari, khususnya di bulan puasa.
Seiring waktu, ngabuburit semakin identik dengan suasana Ramadan. Jika dulu kegiatan ini lebih banyak diisi dengan aktivitas religius seperti pesantren kilat atau pengajian, kini pilihan kegiatannya semakin beragam. Mulai dari aktivitas ibadah, kegiatan sosial, hingga wisata kuliner di pasar Ramadan, semuanya bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengisi waktu sebelum berbuka.
Agar waktu menunggu azan Magrib terasa lebih bermakna, berikut beberapa rekomendasi kegiatan ngabuburit yang bisa Anda coba:
1. Tadarus Al-Qur’an
Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan penuh berkah, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Membaca atau tadarus Al-Qur’an menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu menjelang berbuka. Selain membuat hati lebih tenang, kegiatan ini juga membantu memperdalam pemahaman agama sekaligus menambah pahala.
2. Membaca Buku
Jika ingin kegiatan yang santai namun tetap produktif, membaca buku bisa menjadi alternatif menarik. Anda bisa memilih bacaan ringan seperti novel dan komik, atau buku pengembangan diri yang inspiratif. Bagi yang sudah berkeluarga, momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk membaca bersama anak, sehingga tercipta suasana hangat dan penuh kebersamaan di rumah.
3. Mengikuti Kajian Ramadan
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman dan memperluas wawasan keagamaan. Banyak masjid, kantor, maupun kampus yang mengadakan kajian atau tausiah selama bulan suci ini. Selain kajian tatap muka, tersedia pula kajian online yang fleksibel dan bisa diikuti dari mana saja, bahkan saat dalam perjalanan. Dengan mengikuti kajian, waktu ngabuburit pun terasa lebih bermanfaat.
Berburu takjil menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti saat Ramadan tiba. Beragam jajanan khas dan menu buka puasa mudah ditemui, terutama di pasar Ramadan. Mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat, semuanya tersedia untuk menggugah selera. Kegiatan ini akan terasa semakin seru jika dilakukan bersama keluarga atau sahabat.
5. Menyiapkan Hidangan Berbuka
Menyiapkan makanan berbuka mungkin terlihat sederhana, tetapi aktivitas ini memiliki nilai pahala yang besar. Menyajikan hidangan untuk keluarga atau bahkan berbagi dengan sesama dapat menjadi bentuk kebaikan yang berarti. Bahkan, memberikan buka puasa walau hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air tetap bernilai pahala di sisi Allah.
Akhirnya, ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga kesempatan untuk mengisi sore hari dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh makna. Dengan memilih aktivitas yang positif, Ramadan pun terasa lebih hangat, produktif, dan tentunya penuh keberkahan.
Baca Juga
-
Ponsel Lipat Motorola Razr 60 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp11 Juta
-
Memilih Guna Lisan di Bulan Ramadan: Membaca Al-Qur'an atau Ghibah?
-
Samsung Luncurkan Laptop Galaxy Book6 Series, Usung Prosesor Baru Intel 18A
-
Harga Mulai Rp2 Jutaan, 4 HP Android Ini Punya Desain Mirip iPhone 17
-
HP Google Pixel 10a Resmi Meluncur, Usung Fitur Baru Dukungan Satellite SOS
Artikel Terkait
-
Ngabuburit: Budaya Menunggu Buka Puasa yang Melegenda dari Tanah Sunda
-
30 Ide Kata-Kata Ngabuburit Lucu yang Bikin Nunggu Buka Puasa Nggak Kerasa
-
Ngabuburit Anti-Gabut: 5 Ide Kegiatan Seru Menjelang Buka Puasa
-
Ramadan 2026, Taman Softball GBK Jadi Spot Ngabuburit dengan Pilihan Kuliner Beragam
-
Ngabuburit dengan Balap Liar: Tradisi Semu yang Merenggut Nyawa
Kolom
-
Mudik Perantau Jakarta: Ekspektasi Sukses dan Realitas Tak Selalu Indah
-
Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti
-
Saat Menkeu Minta Rakyat Diam: Matinya Nalar Kritis di Balik Anggaran
-
Stres, Burnout, dan Akses Senjata: Kenapa Evaluasi Psikologis Aparat Penting?
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
Terkini
-
Tayang 14 Maret, Ini Jajaran Pemain Drama Korea Thriller Medis Doctor Shin
-
Kritik Buka Puasa Mewah: Menghapus Sekat Antara Wagyu dan Nasi Bungkus
-
7 Smartphone Mini Paling Gahar di 2026, Pilih Mana?
-
Imbas Polemik Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Sebut 600 Awardee Tengah Diselidiki
-
Detik Terakhir Sebelum Magrib