Meal prep atau metode menyiapkan makanan adalah langkah tempat untuk menghemat waktu saat memasak.
Tak hanya itu, meal prep juga bisa menjadi langkah sederhana dalam aksi less waste karena mampu mengurangi limbah makanan, menekan pengeluaran, sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan.
Diketahui bahwa makanan yang membusuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dapat menghasilkan gas metana (CH), yakni salah satu gas rumah kaca paling berbahaya.
Metana sendiri memiliki kemampuan memerangkap panas 25–28 kali lebih tinggi dibandingkan CO, sehingga mempercepat pemanasan global.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengonsumsi makanan secara bijak agar tidak ada makanan yang terbuang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan meal prep.
Semenjak menjadi ibu rumah tangga, saya juga banyak mendapatkan manfaat dari meal prep yang direncanakan dengan baik.
Karena sudah merasakan manfaatnya secara langsung, saya akan berbagi informasi sederhana bagaimana menerapkan meal prep sebagai bagian dari gaya hidup less waste.
Meal prep bantu kurangi risiko makanan terbuang
1. Cek Stok Makanan di Dapur sebelum Belanja
Langkah pertama dalam meal prep adalah memeriksa isi dapur sebelum berbelanja atau memasak.
Dengan mengetahui stok yang tersedia di dapur, kulkas, dan freezer, kita dapat menghindari pembelian ganda serta menggunakan bahan yang sudah ada.
Jika stok masakan di dapur masih banyak, kita tidak perlu membelinya lagi. Menimbun stok justru bisa menyebabkan makanan kedaluwarsa dan trebuang sia-sia.
2. Buat Perencanaan Menu Sesuai Kebutuhan
Perencanaan menu menjadi kunci meal prep yang efektif. Dengan menyusun menu mingguan berdasarkan bahan yang tersedia, risiko membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan dapat dikurangi.
Meal planning juga membantu menyesuaikan kebutuhan makan dan memastikan semua bahan terpakai.
Kita bisa memanfaatkan catatan atau aplikasi yang bisa memantau stok sekaligus membuat daftar menu.
Salah satu cara paling efektif adalah merencanakan menu berdasarkan sisa makanan. Pendekatan ini membuat bahan tidak cepat terbuang.
3. Buat Daftar Belanja
Belanja bijak merupakan bagian penting dari kampanye less waste. Daftar belanja membantu menjaga fokus agar hanya membeli bahan yang benar-benar dibutuhkan.
Kebiasaan belanja berdasarkan kebutuhan mampu membantu mengurangi risiko makanan terbuang begitu saja. Cara ini sekaligus membuat pengeluaran rumah tangga lebih terkendali.
Selain itu, produk imperfect juga layak dipertimbangkan. Buah dan sayuran dengan bentuk kurang sempurna tetap aman, lezat, dan bernutrisi.
Saya pun sering membeli produk imperfect dari aplikasi belanja sayur langganan. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah, namun manfaatnya tetap sama.
Selain lebih hemat, memilih produk imperfect membantu mengurangi limbah pangan.
4. Teknik Penyimpanan yang Tepat
Makanan yang disimpan dengan benar akan bertahan lebih lama. Teknik penyimpanan yang baik menjadi bagian penting dari meal prep sekaligus upaya mengurangi sampah makanan.
Sisa makanan sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara yang tahan lama dan mudah dibersihkan. Wadah juga perlu diberi label isi serta tanggal penyimpanan agar tidak tertukar.
Sisa makanan idealnya masuk kulkas maksimal dua jam setelah dimasak dan dibagi ke wadah kecil agar lebih cepat dingin.
Teknik sederhana ini membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mencegah bahan terlupakan di bagian belakang kulkas.
Letakkan daging atau ikan di fresh room kulkas jika tidak dimasak dalam waktu dekat.
5. Berkreasi dengan Sisa Makanan
Sisa makanan tidak harus langsung dibuang. Agar tak mubazir, bahan yang tersisa dapat berubah menjadi menu baru yang tetap sedap dimakan.
Dengan sedikit kreativitas, sisa makanan dapat diolah kembali menjadi hidangan berbeda.
Kita bisa melihat inspirasi aneka makanan lezat dari YouTube atau sumber lainnya.
Contoh paling sederhana yang bisa dilakukan adalah mengolah nasi sisa menjadi nasi goreng, atau membuat soto ayam dari sisa ayam goreng.
6. Terapkan Metode FIFO
Setelah membuat meal prep, hal yang tak kalah penting yaitu menerapkan metode FIFO atau First In, First Out.
Prinsip ini berarti bahan yang lebih lama disimpan harus digunakan terlebih dahulu dibanding stok baru.
Metode FIFO membantu mencegah makanan kedaluwarsa, menjaga keamanan pangan, dan mengurangi pemborosan.
Bahan makanan sebaiknya diberi label tanggal pembelian dan disusun agar stok lama mudah terlihat.
Sebagai contoh sederhana, jika ada roti yang dibeli dua hari lalu dan roti baru dibeli hari ini, gunakan roti lama terlebih dahulu agar tidak rusak.
Demikian tadi langkah-langkah yang bisa dilakuan untuk mengurangi sampah makanan melalui meal prep.
Cara tersebut sudah terbukti efektif dan sangat mudah untuk dilakuakan sebagai langkah nyata untuk membantu menjaga bumi kita dari pemanasan global.
Tag
Baca Juga
-
Sinopsis I Will Find You, Serial Thriller Terbaru Tayang di Netflix
-
Less Waste dari Diri Sendiri, Kenali Prinsip 5R untuk Kurangi Sampah Sehari-hari
-
Jangan Berakhir di Tempat Sampah! Simak Ide Kreatif Ubah Kemasan Belanja Online Jadi Cuan
-
Bukan Sekadar Simbol Ketakwaan, Kurban Menyimpan Banyak Hikmah Soal Kehidupan
-
Less Waste More Future: Cara Bijak Kurangi Sampah Plastik dari Belanja Online
Artikel Terkait
Kolom
-
Serba Salah Jadi Perempuan: Mau Hemat Dibilang Pelit, Mau Belanja Dibilang Boros
-
Zero Waste di Era Serba Instan: Idealisme Gen Z vs Realita di Lapangan
-
Kedaulatan Pangan atau Ketergantungan yang Dipelihara?
-
Abaikan Lapar Mata saat Belanja, Worth It untuk Upaya Less Waste?
-
FOMO Gaya Hidup Zero Waste: Peduli Lingkungan atau Takut Ketinggalan Tren?
Terkini
-
Rekomendasi HP Baterai Jumbo Terbaik 2026, Cocok untuk Gaming dan Kerja
-
Bertema Tata Surya, Hearts2Hearts Bagikan Jadwal Teaser Album Lemon Tang
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
-
Sinopsis I Will Find You, Serial Thriller Terbaru Tayang di Netflix
-
Ulasan Film Killer Whale: Kisah Teror Sang Penguasa Lautan Yang Mencekam!