Hayuning Ratri Hapsari | Dini Sukmaningtyas
Ilustrasi tumbler (Gemini AI)
Dini Sukmaningtyas

Membawa tumbler ke mana-mana kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Selain lebih praktis, kebiasaan ini juga dianggap sebagai langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

Oleh karena itu, ketika jaringan bioskop XXI sempat memperbolehkan penonton membawa tumbler pribadi ke dalam area bioskop melalui program "Bring Your Tumbler, Save the Planet", banyak orang menyambutnya dengan antusias.

Namun, setelah program berakhir pada 5 Juni 2026, aturan lama kembali diberlakukan. Penonton tidak lagi diperkenankan membawa botol minum pribadi saat menonton film.

Ironisnya, saat semakin banyak orang mulai terbiasa membawa tumbler sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan, kebiasaan tersebut justru harus terhenti di depan pintu masuk bioskop.

Jika membawa tumbler terbukti memberikan dampak positif bagi lingkungan, apa yang sebenarnya menghalangi kebiasaan itu untuk terus didukung?

Kebiasaan Membawa Tumbler Terbukti Berhasil Mengurangi Sampah Plastik

Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah hasil yang disampaikan langsung oleh pihak Cinema XXI. Selama satu bulan pelaksanaannya, kampanye tersebut diklaim berhasil mengurangi penggunaan lebih dari 20.000 kemasan plastik sekali pakai.

Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya cukup antusias untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan yang bertujuan mengurangi sampah plastik. Ketika diberikan kesempatan membawa tumbler sendiri, banyak penonton memilih memanfaatkan kebijakan tersebut.

Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa memberikan dampak yang cukup besar. Jika ribuan orang mengurangi penggunaan botol plastik hanya dalam waktu satu bulan, tentu dampaknya akan jauh lebih besar apabila kebiasaan tersebut terus dilanjutkan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan mengenai alasan di balik berakhirnya kebijakan tersebut. Jika kampanye berhasil mencapai tujuannya dan mendapat respons positif, mengapa aturan membawa tumbler tidak dipertimbangkan untuk diterapkan secara permanen?

Komitmen Peduli Lingkungan yang Hanya Berlangsung Sesaat

Kampanye lingkungan pada dasarnya tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran, tetapi juga membentuk kebiasaan baru yang lebih baik.

Ketika seseorang mulai terbiasa membawa tumbler, menggunakan tas belanja sendiri, atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, perubahan tersebut bisa terus berlanjut bahkan setelah program campaign selesai.

Dalam kasus ini, banyak penonton merasa bahwa kebiasaan baik yang mulai terbentuk justru terhenti karena aturan kembali seperti semula. Akibatnya, sebagian orang menilai pesan ramah lingkungan yang sebelumnya digaungkan menjadi terasa kurang konsisten.

Tentu saja, setiap perusahaan memiliki kebijakan dan pertimbangan bisnis masing-masing. Bioskop juga memiliki hak untuk menentukan aturan terkait barang yang boleh atau tidak boleh dibawa masuk oleh pengunjung.

Namun dari sudut pandang masyarakat, ada harapan bahwa gerakan yang sudah menunjukkan hasil nyata bisa terus dilanjutkan.

Larangan Tumbler Membuka Lagi Perdebatan Soal Harga Air Minum

Perdebatan mengenai tumbler sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan. Ada faktor lain yang turut menjadi sorotan, yaitu harga minuman yang dijual di area bioskop.

Sejumlah warganet mengeluhkan harga air mineral yang dianggap jauh lebih mahal dibandingkan harga di luar bioskop. Keluhan ini kembali muncul setelah aturan membawa tumbler dicabut dan pengunjung harus membeli minuman yang tersedia di dalam area bioskop jika ingin minum saat menonton.

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin bukan masalah besar. Namun bagi banyak masyarakat Indonesia yang masih harus mengatur pengeluaran dengan cermat, tambahan biaya untuk membeli air mineral bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Perlu diingat bahwa tidak semua penonton berasal dari kota besar dengan tingkat pendapatan tinggi. Banyak keluarga, pelajar, mahasiswa, hingga pekerja dengan penghasilan pas-pasan yang juga ingin menikmati hiburan di bioskop tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang dirasa tidak perlu.

Oleh karena itu, sebagian masyarakat berpendapat bahwa membawa tumbler berisi air putih seharusnya tidak menjadi persoalan. Air minum adalah kebutuhan dasar, bukan barang mewah.

Selama isinya hanya air putih dan tidak mengganggu aturan lainnya, kebijakan yang lebih fleksibel mungkin bisa menjadi jalan tengah.

Jika tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan yang lebih baik, mungkin sudah saatnya mencari cara agar kepentingan bisnis, kenyamanan penonton, dan upaya menjaga lingkungan bisa berjalan bersama.