Laga antara Inggris dan Kroasia pada babak penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada pekan pertama turnamen. Pertemuan dua tim Eropa ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga menjadi ajang pembuktian kekuatan masing-masing untuk membuka jalan menuju babak 16 besar.
Pertandingan yang akan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, itu diperkirakan berlangsung sengit sejak menit awal. Laga ini akan dimulai pada Kamis (18/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Inggris datang dengan skuad yang dipenuhi pemain muda berbakat dan berstatus sebagai salah satu kandidat juara. Sementara itu, Kroasia tetap menjadi tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki pengalaman panjang di turnamen besar.
Inggris Tampil dengan Generasi Baru yang Menjanjikan
Timnas Inggris memasuki Piala Dunia 2026 dengan sejumlah perubahan yang cukup mengejutkan. Pelatih Thomas Tuchel membuat beberapa keputusan besar dalam menentukan skuadnya. Beberapa nama besar seperti Harry Maguire dan Trent Alexander-Arnold tidak masuk dalam pilihan utama, sementara Tuchel lebih mempercayai pemain yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Meski demikian, kekuatan Inggris tetap terlihat sangat menakutkan. Di bawah mistar gawang, Jordan Pickford masih menjadi pilihan utama berkat pengalamannya di berbagai turnamen besar. Sementara lini belakang akan diperkuat Reece James, John Stones, Marc Guehi, dan Nico O'Reilly yang memiliki keseimbangan antara kemampuan bertahan dan membantu serangan.
Di lini tengah, Inggris mengandalkan kombinasi Elliot Anderson dan Declan Rice. Rice akan berperan sebagai gelandang bertahan yang menjaga keseimbangan permainan, sedangkan Anderson diharapkan mampu menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.
Sorotan utama tentu tertuju pada Jude Bellingham. Gelandang muda tersebut diperkirakan akan memainkan peran sentral dalam skema permainan Tuchel. Kreativitas, visi bermain, dan kemampuannya mencetak gol membuat Bellingham menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang dimiliki Inggris saat ini.
Pada sektor sayap, Bukayo Saka dan Anthony Gordon diprediksi menjadi pilihan utama. Keduanya memiliki kecepatan dan kemampuan menggiring bola yang mampu merepotkan pertahanan lawan. Adapun di lini depan, Harry Kane masih menjadi andalan utama untuk mencetak gol.
Kane bukan hanya seorang penyerang tajam, melainkan juga memiliki kemampuan membuka ruang dan memberikan umpan kepada rekan-rekannya. Kombinasi Kane dengan Bellingham, Saka, dan Gordon membuat lini serang Inggris terlihat sangat menjanjikan.
Thomas Tuchel diperkirakan akan menerapkan formasi 4-2-3-1 yang fleksibel. Dengan gaya permainan cepat dan intensitas tinggi, Inggris kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola serta berusaha mencetak gol lebih awal.
Kroasia Andalkan Pengalaman Modric dan Pertahanan Solid
Meski tidak lagi diperkuat generasi emas seperti beberapa tahun lalu, Kroasia tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya. Tim berjuluk Vatreni ini dikenal memiliki mental kuat dan pengalaman yang sangat baik dalam turnamen besar.
Sorotan terbesar tentu masih tertuju pada Luka Modric. Gelandang veteran berusia 40 tahun itu diprediksi kembali menjadi pemimpin di lini tengah Kroasia. Meski tidak lagi muda, Modric masih memiliki visi bermain yang luar biasa serta kemampuan mengatur tempo pertandingan dengan sangat baik.
Selain Modric, Kroasia juga memiliki Mateo Kovacic yang akan menjadi partner penting di lini tengah. Kombinasi keduanya membuat Kroasia tetap memiliki kualitas dalam menguasai bola dan membangun serangan dari lini kedua.
Di lini belakang, Dominik Livakovic akan mengawal gawang Kroasia. Sementara sektor pertahanan diperkirakan diisi Josip Stanisic, Luka Vuskovic, Josip Sutalo, Josko Gvardiol, dan Ivan Perisic yang kemungkinan akan bermain lebih ke belakang untuk membantu pertahanan.
Kehadiran Josko Gvardiol menjadi kekuatan utama di lini belakang Kroasia. Bek yang memiliki kemampuan bertahan dan distribusi bola yang baik tersebut diperkirakan akan mendapat tugas berat mengawal Harry Kane.
Pada lini depan, Kroasia akan mengandalkan Andrej Kramaric, Petar Sucic, dan Ante Budimir. Ketiga pemain ini diharapkan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun saat menghadapi Inggris.
Pelatih Kroasia kemungkinan akan menerapkan strategi yang lebih berhati-hati. Mereka diprediksi tidak akan bermain terlalu terbuka dan memilih menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat maupun bola mati.
Prediksi Susunan Pemain Piala Dunia 2026: Inggris vs Kroasia
Inggris
Jordan Pickford; Reece James, John Stones, Marc Guehi, Nico O'Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.
Kroasia
Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Luka Vuskovic, Josip Sutalo, Josko Gvardiol, Ivan Perisic; Luka Modric, Mateo Kovacic; Andrej Kramaric, Petar Sucic; Ante Budimir.
Prediksi Skor Akhir
Jika melihat kualitas pemain, kedalaman skuad, serta performa terkini, Inggris memang lebih diunggulkan dibandingkan Kroasia. Tim asuhan Thomas Tuchel memiliki banyak pemain muda yang sedang berada pada performa terbaiknya.
Kecepatan Bukayo Saka dan Anthony Gordon diprediksi akan menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Kroasia yang mulai dihuni pemain-pemain senior. Selain itu, kreativitas Jude Bellingham dan ketajaman Harry Kane bisa menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Di sisi lain, Kroasia tetap memiliki peluang untuk memberikan kejutan. Pengalaman Luka Modric dan Mateo Kovacic dapat membantu mereka mengontrol tempo pertandingan dan meredam agresivitas Inggris.
Namun, melihat keseimbangan tim, kecepatan permainan, serta kedalaman skuad yang dimiliki The Three Lions, Inggris diprediksi mampu mengamankan tiga poin pada laga pembuka Grup L.
Prediksi skor akhir: Inggris 2-0 Kroasia.
Harry Kane diperkirakan menjadi pemain yang paling berpotensi mencetak gol, sementara Jude Bellingham berpeluang menjadi motor permainan Inggris dalam upaya meraih kemenangan penting di awal perjalanan Piala Dunia 2026.
Baca Juga
-
Ulasan Munafik: Melawan Iblis, Iman Diuji oleh Kehilangan dan Kegelapan
-
RUU Perampasan Aset dan Ujian Keseriusan Negara Melawan Korupsi
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara
-
Sinopsis Film Paket Santet: Ketika Sebuah Kiriman Membawa Teror Mematikan
Artikel Terkait
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?
-
Lionel Messi Hattrick, Cristiano Ronaldo Quattrick ke Gawang Kongo?
-
Dipukul Fakta: Bukan Messi, Rekor Gol Piala Dunia Masih Milik Striker Brasil
-
Rebutan Bola Hattrick Lionel Messi, Sosok Ini Berhasil Amankan dan Bawa Kabur
-
Pesawat yang Digunakan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 Punya Rekam Jejak Mengerikan
Kolom
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?
-
Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?
-
Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata
Terkini
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027