Menyambut datangnya Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2026, masyarakat di seluruh Indonesia mulai meramaikan semarak kemerdekaan dengan berbagai macam perlombaan.
Tak terkecuali sekolah-sekolah yang juga menggelar lomba yang turut diikuti orang tua murid. Mulai dari lomba yang melibatkan anak-anak, guru, sampai orang tua, semuanya dibuat untuk memeriahkan suasana 17 Agustus yang memang selalu punya kesan tersendiri.
Salah satu yang menarik perhatian adalah lomba menghias tumpeng yang diikuti ibu-ibu di sekolah anak. Sekilas, lomba ini memang terlihat sederhana, hanya membuat dan menghias tumpeng lalu berharap bisa menjadi yang terbaik.
Namun, kalau diperhatikan lebih jauh, ada cerita yang jauh lebih menarik di balik lomba tumpeng tersebut.
Dari Grup WhatsApp sampai Masak Bersama
Namanya juga lomba ibu-ibu, persiapannya tentu tidak bisa dianggap remeh. Bahkan sebelum hari perlombaan tiba, grup WhatsApp kelas biasanya sudah lebih ramai dari biasanya.
Ada yang bertanya soal bahan, menentukan siapa yang membawa nasi, siapa yang menyiapkan lauk, sampai siapa yang punya ide untuk menghias tumpeng. Belum lagi perdebatan kecil soal bentuk tumpeng yang paling cantik dan menu apa saja yang sebaiknya disajikan.
Tapi, kalau dipikir-pikir, memang apa kaitannya antara lomba hias tumpeng dengan tema kemerdekaan?
Setelah dipikir, mungkin maksudnya adalah peserta bebas berekspresi untuk menghias tumpengnya masing-masing. Bukankah merdeka itu berarti bebas?
Selain itu, menghias tumpeng jyga ternyata membangkitkan semangat kerjasama gotong royong.
Tidak ada satu peserta yang bisa mengerjakan semuanya sendirian. Ada yang memasak, ada yang membeli bahan, ada yang menghias, ada yang membawa perlengkapan, bahkan ada yang mungkin tugasnya hanya memastikan semua kebutuhan tidak ada yang tertinggal.
Pada akhirnya, tumpeng yang terlihat cantik di meja lomba bukan hasil kerja satu orang. Ada banyak tangan yang ikut membuatnya sampai akhirnya siap dipamerkan di depan juri.
Anak-Anak Ikut Melihat Semangat Kemerdekaan
Menariknya, kegiatan seperti ini juga menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Mereka mungkin belum benar-benar memahami bagaimana perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan Indonesia.
Namun, mereka bisa melihat bagaimana orang-orang di sekitarnya berkumpul, bekerja sama, tertawa, dan saling membantu untuk menyambut hari kemerdekaan.
Perlombaan menghias tumpeng semacam ini justru bisa menjadi cara sederhana untuk mengenalkan makna kemerdekaan kepada anak. Tidak melulu melalui buku pelajaran, upacara bendera, atau cerita tentang sejarah perjuangan bangsa.
Anak bisa belajar bahwa setelah Indonesia merdeka, ada tanggung jawab lain yang tidak kalah penting, yaitu menjaga kebersamaan dan tidak kehilangan semangat untuk saling membantu.
Tumpengnya Habis, Kebersamaannya Jangan Ikut Hilang
Lomba tumpeng hanyalah salah satu dari sekian banyak kegiatan yang digelar untuk menyambut 17 Agustus. Tumpeng yang dibuat dengan susah payah pun mungkin hanya akan bertahan beberapa jam sebelum akhirnya disantap bersama.
Tetapi, bukan itu inti sebenarnya dari perlombaan tersebut. Ada kebersamaan, kerja sama, rasa saling membantu, dan kegembiraan yang tercipta selama proses membuatnya.
Apalagi bagi ibu-ibu yang sehari-hari mungkin sibuk mengurus rumah, bekerja, atau menemani anak sekolah. Lomba seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk bertemu, ngobrol, tertawa, sekaligus melakukan sesuatu bersama-sama.
Di usia Indonesia yang ke-81 tahun, mungkin kita tidak harus selalu melakukan sesuatu yang besar untuk menunjukkan rasa cinta kepada negeri ini. Mengajarkan anak tentang gotong royong, menjaga kebersamaan, dan ikut menciptakan lingkungan yang hangat pun rasanya sudah menjadi bentuk kecil dalam merawat kemerdekaan.
Seperti kita tahu bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana para pahlawan memperjuangkan negara kita puluhan tahun silam. Kemerdekaan juga tentang bagaimana kita mengisi dan menjaganya hari ini, bahkan lewat hal sesederhana lomba hias tumpeng yang diikuti ibu-ibu di sekolah anak.
Baca Juga
-
Sukses Tembus 200 Juta Penonton, Serial Reacher Dipastikan Lanjut Season 6
-
Disney Garap Live-Action Sleeping Beauty, Gandeng Sutradara Film Prey
-
Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai
Artikel Terkait
-
Kurir-Kurir Kemerdekaan: Pertaruhan Nyawa Membawa Berita Proklamasi 1945
-
Tolak Pidato Netanyahu di PBB, DPR Puji Aksi Walk Out Delegasi Indonesia
-
Bank Mandiri Gerakkan Semangat Kemerdekaan di Nagari Kumango lewat Relawan Bakti BUMN
-
Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda
-
Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI
Kolom
-
Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia
-
Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami
-
Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR
-
Dari Halal ke Sehat: Standar Pangan Indonesia Sudah Sampai Mana?
-
Menggugat Misteri Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Penjara atau Tempat Pelesiran?
Terkini
-
The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan
-
4 Low pH Cleanser Pentavitin, Bersihkan Kotoran Kulit Kering dan Sensitif
-
Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup
-
The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz
-
Semangat Muda: Ketika Tan Malaka Membaca Indonesia dari Pertarungan Kelas