Jika berkunjung ke Lombok, ada 3 pulau kecil yang pantang dilewatkan karena merupakan primadona pariwisata di wilayah Nusa Tenggara Barat ini. Ketiga pulau itu adalah Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.
Terletak tidak jauh dari ibu kota Lombok, Mataram, kita butuh waktu beberapa jam untuk menyeberang ke pulau-pulau kecl nan eksotis ini. Dari deretan Gili-gili ini, yang paling ramai adalah Gili Trawangan. Kamu akan banyak menjumpai turis-turis asing dan domestik. Tak heran, karena Gili Trawangan juga terkenal dengan kehidupan malamnya.
Jika ingin yang tenang tetapi tidak terlalu ramai, kamu bisa memilih Gili Air. Tidak banyak pesta yang digelar di pulau ini. Nah, jika kamu ingin menyepi atau bulan madu, sebaiknya pilih Gili Meno. Saat saya berkunjung ke sana, terasa nuansa yang berbeda dengan Gili Air dan Gili Trawangan.
Mengelilingi pulau dengan berjalan kaki selama 2 jam, saya tidak banyak menjumpai wisatawan. Hanya ada beberapa turis asing yang saya jumpai. Suasananya benar-benar tenang. Berjalan mengelilingi pulau ini, membawa saya pada keindahan alam yang ditawarkan pada Gili yang memang merupakan pulau terkecil dari dua Gili lainnya.
Saat lelah berjalan, saya berhenti sejenak meluruskan kaki di sebuah cafe yang terletak di pinggir pantai. Hanya ada kami dan sepasang turis yang bersantai membaca buku di bale-bale depan kami. Selebihnya sunyi. Hanya ada deburan ombak, desah angin yang menemani kami berdua.
Duduk dan memandangi birunya laut yang bergradasi dan pasir putih, membuat hati terasa damai. Dan, waktu seakan berhenti di Gili Meno.
Dikirim oleh Dewinta, Jakarta
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Baca Juga
-
Review Buku From Here to the Great Unknown: Sisi Manusiawi Keluarga Elvis Presley
-
Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator
-
Bikin Look Harian Makin Classy, Intip 4 OOTD Sweet Elegan ala Jessica Jung
-
Novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar: Ironi Cerdas di Tangan yang Salah!
-
Demon Slayer Infinity Castle Raih Animation is Cinema di Astra Film Awards
Artikel Terkait
-
Misteri 40 Menit di Kamar Mandi, Misri Puspita Bakal Bersaksi di Sidang Pembunuhan Brigadir Nurhadi
-
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum, Turis Bisa Rasakan Sensasi Jadi Pebalap
-
Tersangka Korupsi Pokir Dinsos Lombok Barat Belum Ditahan, Kejari Mataram Beberkan Alasannya
-
Transformasi Desa Bilebante: Dari Bekas Tambang Pasir Jadi Desa Wisata Hijau
-
Gandeng Kreator Konten: Setiap Pembelian Sepatu Kini Donasi Rp50 Ribu untuk Buku Anak di Lombok
Lifestyle
-
Bikin Look Harian Makin Classy, Intip 4 OOTD Sweet Elegan ala Jessica Jung
-
5 Shampo Organik untuk Kulit Kepala Sehat Tanpa Ketombe
-
Dilema Emosional Gen Z: Berani Jujur Tapi Siap Kehilangan atau Lebih Baik Diam?
-
Anti Bosen, 4 Ide Styling Celana Jeans ala Zhang Ling He yang Cool Abis!
-
5 Body Wash Ekstrak Susu Kambing, Rawat Kulit Lembut & Bercahaya
Terkini
-
Review Buku From Here to the Great Unknown: Sisi Manusiawi Keluarga Elvis Presley
-
Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator
-
Novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar: Ironi Cerdas di Tangan yang Salah!
-
Demon Slayer Infinity Castle Raih Animation is Cinema di Astra Film Awards
-
Sebuah Distopia dan Pemberontakan Terakhir