Setelah Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf telah membenarkan bahwa grup musik asal Korea, SNSD bakal tampil di perayaan Countdown Asian Games 2018 di Monas pada 18 Agustus 2017, para penggemar bersorak gembira.
Tapi sayang, di belakang kabar itu ada sedikit "huru hara" yang tak diinginkan. Setelah seorang ibu mengunggah komentarnya di medsos dengan mempertanyakan soal motivasi Triawan mengundang grup musik yang dinilainya sebagai simbol seks di hari proklamasi, warganet langsung heboh. Mereka rata-rata tak setuju jika SNSD dibilang simbol seks.
Melalui jenk_kelin_official di Instagram, beberapa netizen berkomentar;
@gdr.0825@luluqadir; Buk, jgn mncari pembenaran atas tndakan Bu Elly melabeli SNSD sbg "Ikon Sex" hnya krna dia seorang Psikolog.. Lalu dua srigala itu apa? Saya yg seorang guru juga bisa melabeli mreka sbg "Ikon Sex" dr sudut pndang dunia pendidikan loh aplgi tdak ada prestasinya tdak sperti SNSD yg udah 10taun debut brprestasi bgt.
@temoxretnoarya; Wah ibu e bisa d tuntut pencemaran nama baik tuh.
@lutfialarasati; Ketika emak-emak punya akun social media jadinya gitu asal ngjudge aja.
@sharon_sonya; Biasa aja tuh snsd. Narinya emang ala2'anak2 abg imut gitu. Bukan nari loncat2 sambil goyangin toge!! Bokong, dll. Hmmmm
@adethavalkrye; Saya mah mending nonton ini drpd nonton dangdut goyang dada ama pantat.
Ada juga warganet yang mengomentari dengan bijak dan menyarankan agar komentar sebaiknya tak memakai kata kasar;
@ppany.kim@ummumahira; iya mbak melindungi mental generasi penerus sih boleh. Tp tidak dgn kata2 kasar.. siapa yg mau diblg sbg simbol seks&pelacur hnya karena cara dia berpakaian.. inget mbak, indonesia itu ga smua org muslim..org lain jg pnya agama.. hargai agama lain mbak.. JGN RASIS PLS. Lagian itu girlgroup korea wajar dong, agama dia jg non-muslim.. urusi dulu artis indonesia yg suka goyang dirbel lah yg suka gesek grepe di dpn tv yg bercandanya suka hina fisik berlebihan daripada ngurusin artis luar negri.. artis dalam negri apakabarnya/?!
Pengirim: Regina Lin, mahasiswa swasta.
Baca Juga
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
Artikel Terkait
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi
-
Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara
-
Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
Lifestyle
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
5 Ide Clean Look Outfit ala Kang Hoon, Bikin Penampilan Makin Berkarisma
-
Capek Bersosialisai? Fenomena Social Battery Habis pada Anak Muda
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis