Buat kamu yang sedang punya hubungan spesial dengan laki-laki dan berniat untuk berumah tangga, mungkin ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal terkait 'status' pacar kamu. Setelah dirangkum sana-sini, para pakar hubungan mendapatkan 4 hal yang musti kamu pikirkan baik-baik.
Keempat hal ini ternyata banyak menimbulkan goncangan dalam rumah tangga kelak, yang kebanyakan berakhir dengan perceraian. Makanya saat pacaran, kamu diminta untuk memperhatikan lebih seksama calonmu itu.
Lelaki yang memiliki 4 hal di bawah ini disarankan untuk dihindari. Apa saja?
1. Pengangguran
Lelaki pengangguran bukanlah orang yang tepat untuk diajak serius di masa depan. Kamu juga perlu tahu tentang riwayat pekerjaannya, ya, sebab laki-laki yang sering pindah pekerjaan menandakan bahwa ia bukan orang yang tekun melakukan sesuatu. Apalagi jika ia tidak memiliki rencana karier dan kemapanan.
2. Tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Saat masih pacaran, sebaiknya kamu memperhatikan apakah calonmu itu peduli pada pekerjaan rumah tangga atau tidak. Jika tidak sama sekali dan tak pernah membantu, maka kamu perlu memikirkan lebih lanjut, apakah dia laki-laki yang tepat untukmu. Menurut para pakar hubungan, pekerjaan rumah tangga mutlak dilakukan berdua, bukan hanya urusan perempuan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kompromi dari kedua belah pihak.
3. Tidak memiliki hubungan baik dengan ibu dan saudara-saudaranya
Laki-laki yang berhubungan baik dengan ibu dan keluarganya, kurang lebih merupakan lelaki yang mau menghargai orang lain, tidak mementingkan diri sendiri, dan mampu merasakan nilai-nilai positif dalam keluarga. Lelaki yang bersikap sebaliknya biasanya temperamental, egois, dan tidak suka bertoleransi dengan orang lain.
4. Memiliki kehidupan sendiri.
Si dia tak masalah ketika pergi tanpa kamu, melakukan kegiatan tanpa kamu, hingga merasa tak perlu terlalu sering menghubungi kamu. Ini tandanya, dia asyik dengan kehidupannya sendiri, padahal pasangan harus mampu saling memberi dan menerima.
Pengirim: Jeane S, ibu rumah tangga.
Baca Juga
-
Styrofoam Jadi Sahabat UMKM, tapi Musuh Besar Buat Bumi dan Lingkungan
-
Sinopsis Ginga no Ippyou, Drama Jepang Terbaru Haru Kuroki dan Kayo Noro
-
Novel Pengurus MOS Harus Mati, Misteri Kematian Tragis Para Senior
-
Review Orang-Orang Biasa: Ketika Rakyat Kecil Terpaksa Merampok Untuk Biaya Pendidikan
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Artikel Terkait
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
-
Singgung Pengkhianat, Dewi Perssik Ikut Nimbrung Komentari Perceraian Angga Wijaya?
-
Bukan Masalah Orang ke-3 dan Ekonomi, Nurul Kamaria Ungkap Alasan Cerai dari Angga Wijaya
-
Ulasan Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Kisah Haru Mimpi dan Pengorbanan
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu
Lifestyle
-
Bye Kulit Ketarik! 5 Rose Cleanser untuk Wajah Lembap & Plumpy
-
Upgrade Daily OOTD-mu dengan 4 Inspirasi Gaya Layering ala Woo Do Hwan
-
Performa Maksimal! iPad Pro M5 Jadi Tablet Tipis untuk Dukung Produktivitas yang Tak Tertandingi
-
Wangi Hangat dan Memikat: Ini 5 Parfum Spicy Woody yang Harus Dicoba!
-
Main ke Dapur Kopi Gayo: Dari Petik Manual Sampai Jadi Kopi Spesial Dunia
Terkini
-
Styrofoam Jadi Sahabat UMKM, tapi Musuh Besar Buat Bumi dan Lingkungan
-
Sinopsis Ginga no Ippyou, Drama Jepang Terbaru Haru Kuroki dan Kayo Noro
-
Novel Pengurus MOS Harus Mati, Misteri Kematian Tragis Para Senior
-
Review Orang-Orang Biasa: Ketika Rakyat Kecil Terpaksa Merampok Untuk Biaya Pendidikan
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak