When We Were Young menjadi salah satu drama China bertema sekolah yang paling membekas bagiku. Dia juga drama China pertama yang ku tonton dengan sadar hingga tamat.
Tayang pada tahun 2018, drama ini menghadirkan kisah persahabatan, cinta pertama, keluarga, dan perjuangan remaja dalam balutan suasana nostalgia era 1990-an yang hangat dan emosional.
Berbeda dari drama sekolah yang terlalu penuh konflik atau cinta berlebihan, When We Were Young cukup sederhana dan dekat dengan kehidupan nyata. Drama ini seperti mesin waktu yang membawa penonton kembali ke masa putih abu-abu, ketika hidup masih dipenuhi mimpi, persahabatan, dan keresahan tentang masa depan.
Sinopsis When We Were Young
Cerita berlatar musim panas tahun 1996 dan berpusat pada sekelompok siswa SMA Yu Cai yang dikenal sebagai “Geng Sepeda”. Mereka adalah Hua Biao, Yang Xi, Li Yu, Yang Xiao He Mei, dan Si Tu Er Tiao. Persahabatan mereka menjadi inti cerita yang membuat drama ini terasa hidup dan menyenangkan untuk diikuti.
Tokoh utama drama ini adalah Hua Biao yang diperankan Neo Hou dan Yang Xi yang dimainkan Wan Peng. Chemistry keduanya menjadi salah satu alasan mengapa drama ini begitu dicintai.
Kisah bermula ketika Yang Xi mengalami cedera akibat ledakan laboratorium saat mengejar pencuri sepeda. Ledakan itu ternyata disebabkan oleh Hua Biao, siswa jenius dari sekolah unggulan yang kemudian pindah ke SMA Yu Cai dan menjadi teman sekelas Yang Xi. Karena cedera tersebut, Yang Xi kehilangan kesempatan mengikuti kompetisi lari dan posisinya sebagai ketua kelas.
Awalnya hubungan mereka dipenuhi pertengkaran dan rasa kesal. Namun perlahan Hua Biao mulai merasa bersalah dan berusaha membantu Yang Xi dalam banyak hal, mulai dari belajar hingga aktivitas sehari-hari. Dari sinilah hubungan mereka berkembang menjadi sangat manis tanpa perlu banyak adegan romantis berlebihan.
Yang menarik dari Hua Biao adalah karakternya yang hampir terasa terlalu sempurna, tetapi tetap manusiawi. Ia sangat pintar dalam bidang akademik, jago basket, perhatian terhadap teman-temannya, dan sangat menyayangi neneknya yang mengidap Alzheimer. Namun di balik semua itu, Hua Biao menyimpan masa lalu yang menyedihkan.
Ia yatim piatu sejak bayi karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan. Sejak kecil Hua Biao hidup bersama neneknya yang sudah tua. Trauma dan tanggung jawab besar membuat Hua Biao terbiasa menyelesaikan masalah sendirian tanpa ingin merepotkan orang lain.
Perjalanan Hua Biao belajar membuka diri dan menerima ketulusan orang-orang di sekitarnya menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam drama ini.
Sementara itu, Yang Xi tampil sebagai karakter yang ceria, keras kepala, dan kadang kocak. Ia bukan murid pintar, bahkan sering kesulitan memahami pelajaran seperti Matematika dan Fisika. Tetapi justru sifatnya yang spontan dan penuh semangat membuatnya mudah disukai.
Kelebihan dan Kekurangan
Interaksi Hua Biao dan Yang Xi terasa sangat natural. Mereka tidak pernah benar-benar menyatakan cinta secara dramatis, tetapi perhatian kecil dan kebersamaan mereka sudah cukup menunjukkan perasaan masing-masing. Inilah yang membuat kisah cinta mereka terasa begitu hangat dan realistis.
Selain romance, drama ini juga kuat dalam menggambarkan persahabatan remaja. Geng Sepeda di SMA Yu Cai terasa seperti keluarga kecil yang saling mendukung. Mereka belajar bersama, bercanda, saling membantu saat kesulitan, hingga menghadapi tekanan sekolah dan keluarga bersama-sama.
Drama ini juga berhasil menangkap suasana khas era 90-an dengan sangat baik. Mulai dari sepeda sebagai alat transportasi utama, cara belajar di sekolah, gaya rambut, hingga kehidupan tanpa internet dan media sosial. Semua detail kecil itu menghadirkan rasa nostalgia yang kuat, terutama bagi penonton yang pernah merasakan masa SMA sebelum era digital.
Di balik nuansa ringan dan lucunya, When We Were Young juga menyisipkan banyak pesan kehidupan. Drama ini berbicara tentang mimpi, tekanan orang tua, rasa takut gagal, hingga proses menemukan jati diri saat beranjak dewasa.
Pesan Moral
Salah satu dialog yang paling membekas adalah ketika drama ini mengatakan bahwa orang tua memang menjadi panduan hidup, tetapi anak-anak tidak harus mengulang jalan yang sama penuh penyesalan seperti generasi sebelumnya. Pesan sederhana seperti ini membuat drama terasa lebih emosional dan dewasa.
Yang membuat When We Were Young begitu spesial adalah kemampuannya menghadirkan cerita sederhana menjadi sangat berkesan. Tidak ada konflik berlebihan atau villain yang terlalu jahat. Drama ini hanya memperlihatkan kehidupan remaja apa adanya. Tentang cinta pertama yang malu-malu, persahabatan yang tulus, dan masa muda yang perlahan harus ditinggalkan.
When We Were Young adalah surat cinta untuk masa remaja yang penuh kekacauan, tawa, dan kenangan manis yang tidak akan pernah kembali.
Identitas Serial
- Judul: When We Were Young
- Tahun Rilis: 22 November 2018
- Sutradara: Deng Ke
- Jumlah Episode: 24 Episode
- Platform Streaming: Netflix dan WeTV
Pemeran Utama:
- Neo Hou sebagai Hua Biao
- Wan Peng sebagai Yang Xi
- Gala Zhang sebagai Li Yu
Tag
Baca Juga
-
Membaca Kilah: Saat Pelarian dari Realita Justru Menghancurkan Segalanya
-
Kritik Ekologi dalam Fabel Camar dan Kucing Karya Luis Seplveda
-
Serunya Hidup Tanpa Rasa Benci di Buku Ismail Fajri Alatas
-
Kritik Sosial di Find Yourself: Realita Pahit Perempuan Lajang Usia 30-an
-
Traveling for Healthy dan Pentingnya Jeda dari Rutinitas Hidup
Artikel Terkait
Ulasan
-
Membaca Kilah: Saat Pelarian dari Realita Justru Menghancurkan Segalanya
-
Jalan Bandungan: Kritik Sosial Sastra Feminis Nh. Dini atas Orde Baru
-
Review Jujur Novel Resi Durna: Sang Guru yang Membiarkan Dirinya Dibenci
-
Ulasan Together: Film Horor yang Berani Menantang Batas Keintiman Manusia!
-
Kritik Ekologi dalam Fabel Camar dan Kucing Karya Luis Seplveda
Terkini
-
Tayang Juli 2026, Park Eun Bin Jadi Konglomerat Indigo di Spooky in Love
-
4 Parfum Sandalwood Lokal Pas Buat Ngantor, Wanginya Sopan di Ruang Ber-AC
-
Pocong yang Menggantung di Teras Rumah Mas Dandi Malam Itu....
-
Konten Edukasi Semakin Banyak, tetapi Mengapa Polarisasi Tetap Tinggi?
-
5 Fakta Menarik 'Spooky in Love', Ternyata Remake Film 'Spellbound'