Seorang warganet minta Ahok untuk introspeksi diri menjelang kebebasannya dan ia mengirim surat terbuka.
Saya juga termasuk salah satu yang menunggu kebebasan BTP dan perasaan saya sangat terwakili dengan surat yang ditulis Wanda Ponika. Surat terbuka ini dimuat dalam akun Instagram @basuki_btp_lovers.
Wanda menulis, ia sangat menunggu hari kebebasan BTP. Dia menyebut BTP bukan lagi milik anak-anaknya dan keluarga, tapi milik seluruh rakyat yang mencintainya.
Rakyat inilah yang kini menunggu BTP untuk kembali berkarya. Setelah bebas besok, Kamis (24/1/2019), Wanda menasihati agar BTP lebih berhati-hati.
"Dulu kau bertindak sebelum berpikir, saatnya sekarang kau berpikir sebelum bertindak," begitu sebutnya.
Ini isi surat lengkapnya,
Dear Pak Ahok...
Kini kita menghitung hari bebasmu. Belasan Purnama kau disana, belasan Purnama juga kami setia menantimu.
Aku mengenalmu walau tak lama. Aku menyaksikan langsung gayamu walau tak lama. Emosional, garang & keras hati. Sering menguji emosi, walau luluh saat melihat kebaikan hatimu pada yang papa & lemah.
Aku meyakini bahwa hatimu masih setia melayani kaum yang terpinggirkan. Tak ada ragu ku kamu masih berani menantang maut demi membela nilai kebenaran.
Pak Ahok, kau adalah pahlawan banyak orang. Selip langkahmu akan menuai sorai sang lawan, dan melukai hati pendukungmu. Tak mudah menjadi seorang Ahok, karena kau hanya manusia biasa.
Tiap detik gerakmu dipantau jutaan orang. Angin godaan pun berseliweran bersiap membuaimu. Teguhkan hatimu Pak. Dulu kau bertindak sebelum berpikir. Saat nya sekarang kau berpikir sebelum bertindak.
Masa depanmu tak lagi milikmu & anak-anakmu. Kau terlanjur menjadi milik jutaan orang. Terlalu banyak yang berharap padamu. Jalanan licin dan terjal terpampang di depanmu, riskan membuatmu terpeleset. Berhati hati Pak, karena kami ingin melihatmu bertjahaja.
Kilat tjahaja hingga riuh akan menyambut bebasmu. Jangan biarkan itu semua melenakan mu. Ingat selalu misi baik mu.
Selamat datang kembali Pak... introspeksi kurangmu, pertahankan baik hatimu, pegang kekuatanmu.
Salam,
Wanda Ponika
Sambutan damn harapan yang sama pun diungkapkan warganet;
@bayuferdinand55; Selamat datang pk BTP di kebabasanmu.
@paulth_paulth; selamat ya pak Btp menunggu besok bebas kami disini menunggu talk show mu di tv selamat ya.
@adelia_tuty_agatha; ga sabar pengen lia.
@ro.se6509; Please well come back..Mr.B
TP.Allah blessings U.
@setiyawanagus.as; Selamat berjuang pk Ahok..smg sehat selalu...
@cipta_batam_properti; Hore Besok Pak BTP keluar.
Pengirim: Angelia U, karyawati.
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
-
Surat Terbuka untuk HRD: Berhentilah Bertanya "Ngapain Aja Setahun Ini" kepada Ibu Baru
-
WAKEONE Umumkan Kim Geon Woo ALD1 Hentikan Aktivitas untuk Introspeksi Diri
-
Surat Terbuka Nikita Mirzani: Tuntut Keadilan sebelum Vonis Dijatuhkan
-
TKW Asal Pontianak Kirim Surat ke Prabowo, Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Tapi Kasus Mandek!
-
Heboh Surat Terbuka Gubernur Aceh Muzakir Manaf ke Prabowo: Sahabat Seperjalanan, Pernah Jadi Lawan
Lifestyle
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam