Cupcake merupakan makanan manis yang mulanya berkembang di Amerika. Pada abad ke-19, kue mangkok ini mungkin memiliki ukuran yang kecil, namun tidak harus selalu begitu.
Dijuluki "kue mangkok", karena bahan-bahan yang dipergunakan biasanya ditakar dalam ukuran cangkir atau mangkok, bukan ditimbang. Cupcake biasanya memiliki topping manis di atas kuenya.
Cupcake menjadi kesukaan banyak orang, terlebih kaum perempuan dan anak-anak. Cara makannya? Biasanya santap begitu saja hingga belepotan di wajah.
Ternyata makan model begitu, salah lho!
Cara makannya sebenarnya cukup mudah. Pertama, buka kertas pelapis cupcake, lalu belah secara rata menjadi dua bagian, atas dan bawah.
Setelah terbagi menjadi dua, balik cake bagian bawah hadapkan ke topping. Nah, cupcake sudah siap dinikmati tanpa belepotan.
Gimana? Mulai sekarang jangan salah lagi ya. Kan sayang kalau wajah menawan kita belepotan hanya karena salah cara makan, hehehe.
Baca Juga
-
Mau ke Singapura Lewat Batam? Silakan Nikmati Es Bencong yang Melegenda
-
Nasi Goreng Legendaris dalam Penggorengan Gede Ini Sudah Ada Sejak 1958
-
Sate RSPP, Warung Legendaris yang Berdiri Sejak 1960-an
-
Kota Batu di Malang Ternyata Pernah Disebut Swiss Kecil di Pulau Jawa
-
Doyan Mi? Ini 4 Mi Kocok Legendaris di Bandung
Artikel Terkait
-
Makan Kue Bulan Tiap Hari, Darah Pria Ini Keruh dan Berwarna Putih Susu
-
Gudang Penyakit, Ini 4 Cara Melawan Kecanduan Garam dan Gula
-
Masih Suasana Hari Kemerdekaan, Buat Cupcake Merah Putih Yuk!
-
Gadis Kecil Idap Kanker Ginjal gegara Suka Makan Manis, Ada Hubungannya?
-
Jika Terlalu Banyak Makan Gula, Ini yang Akan Terjadi Pada Kulit
Lifestyle
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
Terkini
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?
-
Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?
-
Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah