ahmaddahri
ahmaddahri
Ilustrasi orang berjabat tangan. (Pixabay)

Setiap orang dituntut untuk memiliki sikap yang baik dalam hubungan sosial. Hal ini menandakan bahwa ada komunikasi sosial yang harus dijaga. Karena setiap perilakumu, memilki risiko dan timbal balik yang sesuai dengan perilakumu pula.

Jawa, secara budaya terkenal dengan kehalusannya, tata sosialnya yang rukun, tata tenterem karta raharja, guyup rukun dan lain sebagianya.

Oleh sebab itu dalam satu kondisi, budaya Jawa memilki perilaku atau sopan santun yang mengedepankan kebersamaan dan kesopanan, saling menghormati dan menghargai.

Berikut adalah beberapa ungkapan Jawa serta waktu yang cocok untuk mengungkapkannya.

1. "Kulanuwun"

Ketika bertamu ke rumah seseorang, saudara atau siapapun, maka salam yang digunakan dalam budaya Jawa adalah “kulanuwun” yang arti spesifiknya adalah "permisi". Tetapi di beberapa daerah biasanya juga digunakan untuk mengawali perbincangan saat sedang menanyakan alamat.

2. "Pangapunten"

Untuk mengawali perbincangan dengan orang yang baru kamu kenal, atau ketika menyapa seseorang yang tidak kenal, dalam budaya Jawa, biasanya diawali dengan kata “pangapunten” yang artinya, "mohon maaf". Dalam konteks ini bukan karena memiliki kesalahan, tetapi karena takut merepotkan.

Dalam kondisi yang lain, “pangapunten” adalah ungkapan untuk meminta maaf atas kesalahan.

3. "Nuwun Sewu" atau "Amit Sewu"

Ungkapan di atas berarti sama dengan “kulanuwun” yaitu permisi, tetapi konteks penggunaannya yang berbeda. Biasanya penggunaan kalimat di atas ketika sedang lewat di antara orang-orang tua atau banyak orang. Sambil membungkukkan badan dan tangan kanan diarahkan ke bawah.

4. "Monggo Pinarak"

Ungkapan permintaan dengan kata “pinarak!” adalah ungkapan untuk mempersilahkan mampir. Ketika sedang duduk-duduk di depan rumah dan ternyata ada orang lewat di depan rumah, alangkah baiknya jika mengatakan “monggo pinarak!” silahkan mampir. Walaupun hanya sebagai basa-basi dalam percakapan, tetapi ungkapan ini cukup menandakan bahwa kesopanan itu dimiliki.

 Itulah beberapa ungkapan bahasa Jawa yang menandakan kesopanan. Bisa kalian coba ketika kalian sedang bepergian ke daerah Jawa.