Badak Jawa dikenal sebagai badak bercula satu dan termasuk dalam salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia.
Beberapa keadaan yang membuat eksistensi badak ini mengkhawatirkan diantaranya degradasi dan habitat yang kian menurun akibat banyaknya pembukaan lahan pertanian dan penebangan liar. Selain itu, perburuan cula badak yang diyakini berguna untuk pengobatan tradisional juga semakin mengancam badak ini.
Berikut ini terdapat sejumlah fakta unik mengenai Badak Jawa yang dapat membuatmu semakin mengenal spesies langka satu ini, dilansir Bobo.
1. Wilayah persebaran badak dahulu tergolong luas
Badak Jawa mempunyai nama ilmiah Rhinoceros sondaicus yang diambil dari bahasa Yunani “rhino” artinya “hidung” dan “ceros” artinya “cula”. Sondaicus sendiri berasal dari kata “Sunda”. Pada zaman dahulu, badak ini tersebar luas di wilayah Asia Tenggara mulai dari Sumatera sampai Jawa. Akan tetapi, kini hanya ada di Ujung Kulon, Banten.
2. Kulit dan cula badak
Kulit badak tampak keras karena memang tersusun dari sel-sel keras yang berguna sebagai perlindungan diri. Lebih lanjut, tak seperti badak lainnya yang terdapat dua cula, badak jawa hanya mempunyai satu cula.
Cula badak ini mengandung keratin, zat yang sama untuk membentuk kuku dan rambut. Tak hanya itu, cula ini sering diburu oleh manusia yang tidak bertanggungjawab dengan alasan untuk pengobatan. Padahal, berdasarkan penelitian dari Ohio University, cula badak tidak berkhasiat apa pun karena zat pembentuknya mirip seperti kuku dan rambut.
3. Pemakan tumbuh-tumbuhan
Badak memakan berbagai macam tumbuhan mulai dari tunas, ranting, daun-daun muda, hingga buah. Oleh sebab itu badak digolongkan sebagai hewan herbivora. Tahukah kamu? Badak jawa setiap harinya butuh 50 kilogram makanan.
4. Tidak mempunyai predator
Siapa yang menyangka kalau sebenarnya badak tidak mempunyai predator selain manusia pemburu? Badak Jawa hidup secara soliter, sehingga saat mereka merasa mendapat gangguan, mereka akan menyerang balik. Tidak ada predator secara alami bagi Badak Jawa.
5. Waktu perkembangbiakan yang lambat
Jumlah Badak Jawa yang tersisa hingga saat ini diperkirakan hanya sekitar 58 ekor. Badak Jawa mempunyai tingkat reproduksi yang lambat. Badak betina hanya akan melahirkan satu dalam interval 4-5 tahun, setelah mengalami kehamilan selama 15 sampai 16 bulan.
Nah, itulah beberapa fakta unik tentang Badak Jawa. Yuk, dukung pelestarian Badak Jawa beserta hewan lainnya supaya terhindar dari kepunahan!
Baca Juga
-
Wanita Harus Tahu, 4 Penyebab Badan Lemas saat Menstruasi
-
Hindari dari Sekarang, Ini 4 Kebiasaan Penyebab Sahabat Pergi Menjauh
-
Mudah Tergiur? Ini 4 Tips Ampuh Tahan Godaan Makan Junk Food
-
4 Kesalahan Mencuci Wajah, Bisa Bikin Jerawatan
-
Belajar Memasak, Ini 4 Kesalahan Penyebab Donat Tidak Mengembang
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan