Setelah menjalani musim yang penuh dengan pencapaian bersama FC Copenhagen di Liga Denmark, pemain belakang Timnas Indonesia, Kevin Diks akhirnya secara resmi berlabuh di tanah Jerman guna berlabuh dengan klub Borussia Moncengladbach.
Meskipun sejatinya kesepakatan yang diikat oleh Kevin Diks, Borussia Moncengladbach dan FC Copenhagen sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, namun dalam klausul yang telah disepakati, perjanjian kontrak tersebut akan berlaku aktif per tanggal 1 Juli 2025 ini.
Dan ternyata, menurut informasi yang diunggah oleh akun instagram @seasiagoal (9/7/2025), Kevin Diks bukanlah satu-satunya pemain dari kawasan Asia Tenggara yang bermain di Liga Jerman. Selain Kevin Diks, ada dua pemain lain yang saat ini berkiprah di kompetisi sepak bola tanah Bavaria tersebut.
Penasaran siapa saja mereka dan dari negara mana asalnya? Penasaran juga, di antara ketiganya siapa yang paling unggul? Mari kita ulas bersama!
1. Kevin Diks Bakarbessy (Indonesia / Borussia Monchengladbach)
Menyadur informasi yang diunggah oleh akun Instagram @seasiagoal, nama pertama yang kini berkiprah di pentas Liga Jerman adalah Kevin Diks dari Indonesia.
Karena ini adalah musim pertamanya bermain di klub Jerman tersebut, maka tentu saja masih belum ada catatan statistik yang mewarnai perjalanan kariernya di Jerman. Namun yang menjadi catatan adalah, Kevin Diks saat ini bermain bermain di Bundesliga, yang mana merupakan kasta tertinggi dalam strata persepakbolaan Jerman.
Bukan hanya itu, pemilik 5 caps bersama Timnas Indonesia tersebut juga datang sebagai sosok pemain "yang diinginkan" oleh pihak klub, dan bergabung dengan modal trofi juara Liga Denmark, serta juara Piala Denmark di musim kemarin.
2. Nicholas Mickelson (Thailand / SV Elversberg)
Selain Kevin Diks dari Indonesia, ternyata di Liga Jerman musim ini juga dihiasi oleh pemain asal Asia Tenggara lainnya, yakni Nicholan Mickelson yang berasal dari Thailand.
Dalam catatan laman transfermarkt, pemain Pasukan Gajah Perang yang berposisi sebagai bek kiri tersebut saat ini bermain dengan klub SV Elversburg, yang berkompetisi di level 2 Bundesliga. Jadi, jika dibandingkan dengan indikator klub tempat bernaung, tentunya dibandingkan Mickelson ini Kevin Diks dapat dikatakan lebih unggul.
Uniknya, latar belakang Mickelson ini juga hampir sama dengan Kevin Diks. Pemain Thailand tersebut juga sebelumnya bermain di Liga Denmark bersama Odense BK, dan baru bergabung dengan Elvesburg pada tanggal 3 Juli 2025 kemarin.
3. Gerrit Holtmann (Filipina / Vfl Bochum)
Pemain selanjutnya dari kawasan Asia Tenggara yang kini mengayuh karier sepak bola profesional di Liga Jerman adalah pemain sayap kiri dari Timnas Filipini, Gerrit Holtmann.
Menurut laman transfermarkt, Holtmann saat ini merupakan pemain dari klub Vfl Bochum yang berkompetisi di kasta kedua Liga Jerman. Sehingga, jika dibandingkan dengan Kevin Diks dengan indikator kasta tempat bermain klub, pemain Indonesia tersebut masih lebih unggul dari penggawa Filipina ini.
Berbeda dengan dua koleganya dari kawasan Asia Tenggara di atas, Gerrit Holtman ini sudah bermain di Liga Jerman semenjak musim 2020/2021 lalu setelah berpindah dari FSV Mainz 05.
Sayangnya, pemilik 6 caps dan 2 gol bersama The Azkals itu belakangan ini lebih sering berada dalam daftar pinjam klub. Setidaknya, pemain yang kini berusia 30 tahun ini hingga saat ini sudah pernah dipinjamkan oleh Bocum kepada Antalyaspor di musim 2023/2024 dan Damnstadt 98 pada musim 2023/2024.
Namun jangan salah, meskipun demikian, Gerrit Holtmann ini telah mencatatkan sebanyak 115 pertandingan bersama Bochum, dan mencetak 13 gol serta 16 assist dari 6.882 menit bermain yang dijalaninya.
Nah, jika dikomparasikan secara menyeluruh, untuk musim ini sepertinya Kevin Diks masih lebih unggul dari dua penggawa ASEAN lainnya ya. Karena saat ini, pemain Indonesia tersebut bermain untuk klub dengan level kompetisi yang lebih tinggi ketimbang dua nama lain.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
Artikel Terkait
-
Respons Shayne Pattynama Gabung Buriram United, Sempat Disorot dari Eropa ke ASEAN
-
Bojan Hodak akan Bangun Chemistry Persib Bandung Selama TC di Thailand
-
Kevin Diks Roasting Pemain Jepang Rp 208,58 Miliar: Dia Nonton Timnas Indonesia Kalah Telak
-
Gaya Makin Standout! Intip 5 Ide Layering Outfit ala Milk Pansa Vosbein
-
Piala AFF U-23: Pelatih Thailand Ungkap Lawan Terberat, Lagi-Lagi Malaysia Tak Masuk Hitungan!
Hobi
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
-
Jadi Calon Juara Dunia, Jorge Martin Masih Waspadai Marc Marquez
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!