Mindset atau pola pikir bisa berbeda-beda pada tiap orang. Karena ada banyak hal yang bisa memengaruhinya. Di antaranya pola asuh, serta bagaimana kondisi lingkungan sekitarnya.
Jika sering mendapat perkataan atau perlakuan negatif, mindset seseorang akan cenderung jadi pesimis. Begitu pula ketika banyak bersinggungan dengan pengaruh positif, mindset-nya pun jadi optimis.
Untuk mengetahui bedanya, yuk, kita kenali sama-sama seperti apa mindset orang optimis dan pesimis. Apa saja?
1. Cara melihat kegagalan
Ada perbedaan bagaimana orang yang optimis dan pesimis melihat kegagalan. Orang yang optimis, tak masalah ketika gagal, justru merasa bangga. Karena kegagalan itu pertanda, ia telah berhasil untuk berani mencoba. Dari kegagalan, ia pun akan memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa dipelajari.
Sementara orang pesimis, melihat kegagalan sebagai sebuah keputusan akhir. Ini yang menyebabkan ketika gagal, ia merasa mimpinya pasti nggak akan pernah tercapai. Padahal, gagalnya baru beberapa kali.
2. Cara memandang dirinya sendiri
Orang optimis, percaya bahwa tiap orang itu berhak untuk mencapai apa yang ia inginkan. Meski latar belakangnya bukan dari kalangan berada, ia percaya bahwa dengan kesungguhan, pasti nanti akan ada hasil yang sepadan.
Sementara orang pesimis, yakin benar dengan nasib. Ketika melihat bahwa dirinya lahir dari keluarga miskin, ia meyakini memang itu garis nasibnya. Pemikiran seperti itu, yang membuatnya enggan untuk mencoba. Sudah pasrah!
3. Keluhan
Orang optimis bukannya manusia super yang tak pernah merasakan bagaimana sedih dan kecewa. Mereka pun pasti pernah mengalaminya.
Yang membedakan dengan orang pesimis, kalau orang optimis mengeluhnya cuma sesekali. Saat rasanya beban sudah begitu berat, ia pun mengeluh. Tapi, ketika suasana hati sudah lebih baik, ia akan mencoba lagi.
Sementara orang pesimis, mengeluh sudah jadi kebiasaan. Segala hal dikeluhkan olehnya. Karena otaknya sudah terbiasa digunakan untuk melihat hal-hal yang kurang atau tidak dipunya, dibanding hal-hal positif dan apa yang sudah ia miliki.
Itu dia beberapa perbedaan antara orang optimis dan pesimis. Semoga kamu termasuk yang optimis, ya!
Dan jika ciri-ciri pesimis ternyata ada padamu, jangan patah semangat. Dengan latihan untuk menggeser pola pikir negatif jadi positif, kamu pun lama-lama akan menjadi orang yang optimis, kok!
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Banjir Undangan? Ini 5 Tips Atur Budget Kondangan agar Dompet Tak Menjerit
-
Intip 4 Gaya OOTD ala Lisa BLACKPINK saat Liburan di Bali, Effortless Abis!
-
Galaxy Buds4 Series: True Wireless Stereo dengan AI yang Mengubah Cara Mendengar dan Berinteraksi
-
Modal 2 Juta Bisa Punya "Laptop" Mini? Cek 5 Rekomendasi Tablet Kece Buat Nulis
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
Terkini
-
4 Drakor Romantis Tayang April, Ada Perfect Crown hingga Filing for Love
-
Ulasan Novel Woman at Point Zero, Kebebasan Sejati di Balik Jeruji Besi
-
Saman: Antara Cinta Terlarang dan Perlawanan Politik yang Menggetarkan
-
Rilis PV Baru, Tokyo Revengers Season 4 Angkat Arc War of the Three Titans
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh