Scroll untuk membaca artikel
Tri Apriyani | Latifah ..
Ilustrasi pertemanan (pexels.com/@vinicius-wiesehofer-289347)

Gak semua jenis pertemanan akan membuatmu bahagia dan mendapat dukungan. Karena jika kamu kebetulan kurang beruntung, mendapatkan teman yang toksik, pertemananmu malah bikin kamu sering sakit hati atau parahnya, sampai rendah diri.

Berikut ini beberapa tanda kalau pertemenanmu sudah tak sehat. Perhatikan baik-baik, ya!

1. Cuma satu arah

Jika selama berinteraksi dengan mereka, selalu kamu yang jadi pendengar, selalu kamu yang jadi support system, tapi gak terjadi sebaliknya. Maka, menandakan kalau pertemananmu itu gak seimbang. Di sini, cuma kamu saja yang berkorban. Sementara, mereka nyaman dengan keegoisan diri mereka sendiri.

2. Gak mau melihatmu maju

Teman yang baik, adalah yang mampu jadi pendukung terhadap berbagai impian atau keinginan dari temannya. Tapi kalau yang terjadi, justru berbagai ide atau impianmu itu sering dimentahkan dengan berbagai komentar negatif, menunjukkan kalau temanmu itu toksik. Hal tersebut dapat diakibatkan ada rasa iri dalam dirinya, atau gak mau melihatmu berubah.

3. Membuatmu gak nyaman

Dekat atau tidaknya pertemanan, bukan hanya ditentukan oleh banyaknya waktu yang kalian habiskan bersama. Meski kalian sering bersama-sama, tapi kalau sikap temanmu itu membuatmu gak nyaman, menandakan kalau kamu sebenarnya gak klik dengan mereka.

Hal tersebut dapat terjadi, karena kamu gak sreg dengan sikap atau karakter mereka, maupun diakibatkan kamu mesti berpura-pura jadi orang lain di depannya, supaya kehadiranmu diterima.

4. Senang mengkritik, tapi marah saat dikritik balik

Ini tanda yang paling kentara kalau pertemananmu itu toksik. Mereka senang sekali mengkritik, bahkan untuk hal-hal sepele yang gak penting. Dan sikap blak-blakan mereka itu, sering membuatmu sakit hati atau jadi rendah diri.

Akan tetapi, giliran kamu memberi saran, meski itu sudah disampaikan dengan baik-baik, marahnya bukan main. Ibaratnya, suka mencubit, tapi gak mau dicubit.

5. Gak mau mengakui kesalahan

Hubungan apa pun, gak akan berjalan dengan baik, kalau ada pihak-pihak yang kelewat egois. Salah satu cirinya, gak mau mengakui kesalahan, karena merasa dirinya selalu benar.

Bila ini sering terjadi pada pertemananmu, pertanda temanmu itu toksik. Karena teman yang baik, harusnya mampu bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Sehingga ketika keliru, berani untuk mengakui dan meminta maaf.

Bila pertemananmu dihiasi dengan poin-poin tadi, mending cari teman yang lain deh. Karena pertemananmu sekarang itu sudah gak sehat banget. Toksik!

Latifah ..