Luka pengkhianatan memang menyakitkan. Kamu sulit percaya, bahwa orang yang baik dan mengklaim cinta, tapi bisa-bisanya menjalin cinta yang lain dengan pihak ketiga.
Saking menyakitkannya, pengkhianatan bisa menimbulkan trauma bagi korban. Misalnya, kamu jadi sulit memercayai pasangan, sehingga berdampak buruk bagi hubungan asmara. Atau, malah kamu sama sekali gak mau lagi menjalin hubungan yang baru, karena sudah takut bakal dikhianati kembali.
Untuk menghilangkan trauma akibat pernah dikhianati pasangan, ada beberapa tips yang bisa kamu coba. Simak baik-baik!
1. Jangan menyangkal perasaanmu
Setiap orang diberi emosi yang beragam. Saat dikhianati, pasti kamu merasa sedih, marah, kecewa, dan beragam emosi negatif lainnya.
Supaya tidak menimbulkan trauma berkepanjangan, cobalah untuk mengakui semua emosi tersebut. Jangan berpura-pura kuat dan menyangkal apa yang kamu rasakan. Wajar, kok, kalau kamu merasa sakit hati setelah dikhianati.
Dengan menerima perasaan tersebut, kamu jadi lebih bisa tenang dan mudah untuk move on. Sehingga, gak sampai merusak hubungan cintamu di kemudian hari.
2. Fokus pada hal yang positif
Ketika dikhianati, timbul perasaan kalau kamu seperti tak layak untuk dicintai. Jika perasaan ini dibiarkan, bisa menimbulkan masalah. Misalnya, kamu jadi rendah diri.
Cara mengatasinya, coba fokuskan diri pada hal yang positif. Misalnya, melakukan banyak hal dengan keluarga atau teman-temanmu. Dari situ, bisa menyadarkanmu bahwa meski kamu sudah disakiti pasangan, tapi masih banyak orang yang juga mencintaimu dengan tulus dan setia.
3. Lakukan evaluasi
Hanya meratapi pengalaman buruk di masa lalu gak ada manfaatnya sama sekali. Mending kamu lakukan evaluasi, kenapa hubungan yang kemarin bisa gagal, dan dia bisa berselingkuh.
Walaupun perbuatannya jelas-jelas salah, tapi bisa jadi, ada hal-hal yang membuat mantanmu itu jadi tergoda untuk berkhianat. Misalnya, selama ini kamu egois, atau kurang memprioritaskan hubungan. Perbaiki itu, supaya ke depannya, kamu bisa mendapatkan hubungan cinta yang sukses.
Dalam hubungan, memang gak ada jaminan pasti. Meski kamu sudah mengerahkan upaya seratus persen di hubungan yang dijalani, tetap saja ada kemungkinan pasangan berselingkuh. Karena kamu, kan, gak bisa mengendalikan sikap atau perbuatan orang lain.
Yang penting, jangan sampai menyalahkan diri sendiri akibat kesalahan yang dilakukan orang lain. Apalagi sampai timbul trauma, dan menghalangimu mendapatkan hubungan yang bahagia. Kamu terlalu berharga, untuk membiarkan satu perbuatan buruk orang lain, menghalangi kebahagiaanmu!
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
Deretan Skandal Perselingkuhan dalam Dunia Sepakbola
-
4 Dampak Buruk Membandingkan Pasangan dengan Mantan, Cepat Hentikan!
-
Sidang Kasus Pencabulan Dosen Unej, Psikolog Ungkap Korban Trauma Berat
-
3 Cara yang Bisa Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual untuk Pulih dari Trauma
-
4 Nasihat bagi Kamu yang Tidak Bisa Memaafkan Kesalahan Diri Sendiri, Perlu Diingat!
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan