Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Pepatah ini menuntun kita untuk terus berbuat kebaikan di setiap kesempatan. Sebab, balasan dari baik atau buruknya setiap perbuatan pasti akan kembali kepada pelakunya. Dengan alasan yang sama, berbuat baik, terutama berbagi kebaikan kepada sesama manusia selalu terasa menyenangkan.
Dalam siklus saling memberi dan menerima, ada sebuah prinsip penting untuk diterapkan dalam berbuat kebaikan, yakni give and forget atau memberi dan melupakan. Disadari atau tidak, prinsip inilah yang membuat hati kita lebih ringan dan menjaga ketulusan dalam berbagi kebaikan. Karenanya, mari memulai prinsip give and forget dengan mengingat hal-hal berikut agar kita semakin mantap dalam berbuat kebaikan.
Kebaikan akan kembali kepada siapa yang melakukannya dengan berbagai cara
Tak perlu merasa kecewa, jika kita telah berbuat baik kepada seseorang dan dia tidak lantas melakukan hal yang serupa. Kalau suatu waktu, kita diberi kemampuan untuk membantu teman yang sedang kesulitan keuangan, hilangkan pemikiran bahwa dia juga harus melakukan hal sama untuk kita di kemudian hari.
Kebaikan kita tidak mesti kembali dari orang yang sama atau dalam bentuk sama. Ketika kita membantu seorang teman, mungkin saja saudara, tetangga atau teman yang lain hadir di kala kita membutuhkan pertolongan.
Bisa juga tanpa kita sadari, selamat dari sebuah kecelakaan atau terhindar dari musibah, menjadi sebuah karma baik karena berbuat baik kepada seseorang.
Tidak perlu merasa berjasa
“Kamu enggak akan bisa sesukses ini kalau aku enggak bantu skripsi kamu waktu itu.”
Mari kita hindari ucapan-ucapan seperti ini. Penting bagi kita untuk menjaga diri dari mengungkit-ungkit kebaikan kita kepada seseorang. Kita tidak jadi mulia dengan menampakkan kebaikan yang telah kita lakukan, apalagi jika sampai mempermalukan orang yang kita bantu.
Ketika kita diberi kesempatan untuk turut andil dalam membantu kesuksesan atau kelancaran urusan seseorang, percayalah bahwa itu merupakan satu dari cara Tuhan untuk membantu orang tersebut.
Tuhan pula yang menghendaki jalan pertolongan-Nya kepada seseorang, bisa melalui kita atau orang lain. Karenanya, kita tak perlu merasa bahwa kita telah berjasa kepadanya. Lupakan ide menggunakan kebaikan kita untuk “mengikat“ seseorang dengan dalih hutang budi.
Berbuatlah sebanyak-banyaknya kebaikan, lalu lupakan
Tentunya, prinsip ini membutuhkan latihan, proses dan kesabaran. Namun, sungguh, prinsip inilah yang membuahkan kebahagiaan sejati dari memberi, berbuat dan berbagi kebaikan.
Biarlah perbuatan baik yang kita lakukan terlepas dari pemikiran dan penyebab lunturnya ketulusan hati kita, baik yang berasal dari diri kita sendiri, orang yang kita bantu, maupun dari orang lain di sekitar kita.
Tag
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Bye Bekas Luka! 4 Brightening Body Lotion Ini Bikin Kulit Cerah dan Lembap
-
5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus
-
Bebas Bahan Iritan, 4 Pilihan Body Lotion Fragrance-Free untuk Kulit Eksim
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Dear Muslim Child: Buku Inspiratif untuk Tumbuhkan Percaya Diri Anak Muslim