Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan lepas dari proses interaksi satu sama lain. Dalam hal berkomunikasi tersebut, tentunya ada aturan yang menjadi kaidah umum dan mesti dipatuhi. Salah satunya, tak boleh memotong pembicaraan.
Di bawah ini akan dibahas kenapa kamu gak boleh menyela pembicaraan orang lain. Yuk, ikuti penjelasannya lebih lanjut!
1. Sama saja dengan tak menghargai orang lain
Ketika orang lain sedang berbicara dan kamu memotongnya, hal tersebut akan melukai perasaan lawan bicara. Jangan salahkan jika di kemudian hari dia gak suka mengobrol dan lebih memilih menghindarimu.
Sebab, perilaku memotong permbicaraan sama saja tak menghargai lawan bicara, dan siapa pun gak suka diperlukan seperti itu. Kamu juga, gak suka, kan, kalau gak dihormati oleh orang lain?
2. Kamu akan dicap tak beretika
Dalam kehidupan sosial ada aturan tertulis, ada pula aturan tak tertulis atau etika yang tak kalah penting, dan mesti dipatuhi. Kalau tidak, hubungan akan bermasalah.
Menyela lawan bicara, merupakan tindakan yang gak sopan. Bila kamu sering melakukan ini, orang pun akan mencap kamu gak beretika atau tak sopan!
3. Orang gak akan respek ke kamu
Ada sebab, ada akibat. Itulah sebabnya, sebagai manusia, kita mesti berhati-hati dalam bersikap. Sebab bisa jadi, konsekuensinya akan jadi bumerang bagi diri sendiri.
Misalnya saja kebiasaan memotong pembicaraan orang lain. Bila itu terus kamu lakukan, orang gak akan respek ke kamu, karena sikap tersebut umumnya dilakukan oleh pribadi egois. Orang yang egois tentu gak akan dihormati oleh siapa pun.
4. Kamu akan dikucilkan
Sekali dua kali kamu melakukan perbuatan gak sopan, mungkin masih ditoleransi. Namun, kalau kamu sering banget memotong pembicaraan, dan itu gak hanya dilakukan ke satu atau dua orang, kamu pun harus siap dengan konsekuensinya. Bisa saja konsekuensinya dalam bentuk dikucilkan.
Cobalah memperlakukan orang lain layaknya kamu ingin diperlakukan. Bila kamu tak suka dipotong ketika sedang bicara, maka jangan lakukan itu pada orang lain. Ada banyak dampak buruk yang akan kamu dapatkan jika tak menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
Tag
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
Peran Orangtua dan Teknologi dalam Perkembangan Sosial Anak Prasekolah
-
Work From Home Terhadap Kehidupan Sosial: Antara Kenyamanan dan Kesepian
-
Gerakan Bangun Komunitas: Solusi Hidupkan Interaksi Sosial di Masyarakat
-
Nyaris Tiada Harapan: Potensi Hilangnya Kehangatan dalam Interaksi Sosial Gen Z
-
Bikin Produktivitas Meroket, Ini 4 Tips Tingkatkan Komunikasi dan Kerja Sama Tim
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17