Prestasi Viktor Axelsen, seorang pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark memang tidak bisa diragukan lagi. Tidak heran jika Viktor Axelsen saat ini tengah menjadi sorotan, berkat keberhasilannya dalam kembali menduduki peringkat satu dunia. Viktor berhasil menduduki peringkat satu dunia, usai keluar menjadi juara di ajang Indonesia Open 2021 dan menggeser tahta dari pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota.
Viktor merupakan pebulu tangkis tunggal putra Denmark yang lahir pada 4 Januari 1994, di mana saat ini tengah berumur 27 tahun. Tidak hanya menggemparkan dunia bulutangkis karena keberhasilannya melengserkan Kento Momota, sebelumnya Viktor juga telah membuat gebrakan dengan menjadi peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Ia berhasil meraih medali emas, usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra andalan Tiongkok, Chen Long di babak final Olimpiade Tokyo 2020.
Berikut ini, BWF record melansir deretan prestasi Viktor Axelsen di sepanjang karirnya mewakili Denmark di cabang olahraga bulu tangkis.
- Pemenang Kejuaraan Dunia Junior (2010)
- Pemenang Kejuaraan Junior Eropa (2011)
- Runner-Up Kejuaraan Dunia Junior (2011)
- Bronze Medalist Kejuaraan Dunia (2014)
- Bronze Medalist Olimpiade Rio (2016)
- Pemenang Kejuaraan Dunia (2017)
- Juara Malaysia Masters (2018)
- Runner-Up Indonesia Open (2018)
- Juara Spain Masters (2019)
- Runner-Up All England (2019)
- Juara India Open (2019)
- Runner-Up Malaysia Masters (2020)
- Juara Spain Masters (2020)
- Juara All England (2020)
- Juara Thailand Open (2020)
- Runner-Up BWF World Tour Final (2020)
- Juara Swiss Open (2021)
- Runner-Up All England (2021)
- Gold Medalist Olimpiade Tokyo (2020)
- Juara Indonesia Open (2021)
- Juara BWF World Tour Finals (2021)
Viktor Axelsen sendiri saat ini juga telah menjadi bahan perbincangan berkat beberapa pebulutangkis tunggal putra dunia yang sempat menjadi anak didiknya dalam pelatihan singkat di Dubai, berhasil menunjukkan lesatan prestasi yang luar biasa. Loh Kean Yew, pebulu tangkis tunggal putra Singapura contohnya, ia berhasil melesat memasuki ranking 21 dunia dan menorehkan rekor dengan mengalahkan Kento Momota di babak perempat final Indonesia Open 2021. Kemudian, Lakhsya Sen dari India yang mampu masuk kedalam delapan terbaik yang maju ke BWF World Tour Finals 2021.
Nah, itu dia deretan prestasi Viktor Axelsen di berbagai turnamen atau kejuaraan bulutangkis dunia. Tahun 2021 ini disebut-sebut menjadi tahun emas bagi Viktor berkat pencapaian luar biasanya yang membuatnya mampu melesat menduduki peringkat satu dunia, menggantikan Kento Momota yang telah bertengger menjadi peringkat satu dunia sejak tahun 2018.
Tag
Baca Juga
-
All England 2025, Peluang Tunggal Putra Sabet Gelar Juara Bertahan?
-
Mundur All England, Anthony Ginting Terancam Keluar Top 20 Dunia
-
Deretan Film Terbaik Junior Roberts, Terbaru Bareng Adhisty Zara di Jepang!
-
Pemain Kelas Atas, Viktor Axelsen Buat Kejutan di German Open 2025
-
Kesempatan Dua Turnamen Super 300, PBSI Justru Tarik Mundur Verrel/Pitha
Artikel Terkait
-
Posisi Tak Biasa Kevin Diks dan Kemenangan Copenhagen Atas Randers, Bukti Nyata Pemain Serba Bisa
-
Kevin Diks Jadi Kapten Bawa Copenhagen Perkasa Kalahkan Randers FC di Liga Denmark
-
Gegara Belum Pulih Cedera, Anthony Ginting Harus Absen Lagi dari Badminton Asia Championships 2025
-
Anthony Ginting Ditarik Mundur dari BAC 2025 dan Ajukan Protected Ranking
-
Denmark Murka: AS Beri Tekanan Tak Termaafkan pada Greenland!
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya