Kamu mungkin sedang merasa tidak bahagia dengan hubungan, stagnan dalam karier, atau sudah kesal berurusan dengan depresi dan kecemasan. Meski sudah berusaha mati-matian memperbaiki hidup, nyatanya kamu masih merasa bahwa hidup tak kunjung memberikan inspirasi. Lalu, apa yang akan kamu lakukan?
Secara umum, 3 kejadian eksternal ini akan merangsang seseorang untuk mengubah gaya hidup: Pertama, “trauma” seperti penyakit atau mengalami kecelakaan. Kedua, “kehilangan” seperti kematian orang terdekat atau perceraian. Ketiga, “kesulitan hidup” seperti pengangguran, bangkrut, utang, dan sebagainya. Ketiga kejadian hidup inilah yang dapat mengguncang hidupmu begitu keras hingga kamu akan mempertanyakan pilihan hidup dan mempertimbangkan opsi-opsi baru.
Tiga kejadian ini akan membangkitkan krisis eksistensi yang memaksamu untuk mengevaluasi semua aspek dalam hidup. Akan tetapi, menurut Sean Grover, seorang psikoterapis yang memimpin kelompok terapis terbesar di Amerika menyatakan dalam Psychology Today bahwa seringkali, tanda-tanda untuk mengubah gaya hidup justru berada tepat di hadapan kita, seperti:
1. Kurang merasakan kebahagiaan dan sukacita
2. Stres berat
3. Terbiasa kecewa
Setiap hari terasa sama saja. Tidak ada perbedaan berarti dan kamu merasa terjebak dalam pola yang sama terus menerus. Tugas-tugas yang sebenarnya ringan menjadi terasa berat. Akhirnya, setiap keadaan dan semua orang selalu akan mengecewakanmu. Bahkan ketika kamu telah melakukan yang terbaik, kamu tetap merasakan kekecewaan.
Bila kamu merasa cocok dengan ketiga kriteria di atas, menurut Sean adalah tanda untuk memikirkan perubahan apa yang dibutuhkan. Kamu tidak perlu menunggu kejadian “traumatis” untuk berubah. Kamu punya pilihan untuk mengubah gaya hidup kapan pun sesuai kemauan.
Akan tetapi, sebelum keluar dari pekerjaanmu, ingatlah ini: perubahan ceroboh tanpa perencanaan matang adalah sebuah pertaruhan. Ketika kamu telah mengidentifikasi masalah dan memerlukan perubahan, jangan langsung bertindak begitu saja. Buatlah jadwal pertemuan dengan terapis, pelatih, atau konseling untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan dan ide-ide baru. Bicarakan dengan teman dekatmu, buat jurnal tentang pilihan-pilihanmu.
Meluangkan waktu untuk mencari berbagai kemungkinan baru bukanlah hal sia-sia. Semakin matang kamu merencanakannya, akan semakin jelas pula kebutuhan apa yang diperlukan untuk sebuah perubahan. Menentukan tujuan pribadi, mengikuti passion, travelling, atau mengikuti pelatihan dapat membantu kamu melihat perubahan apa yang kamu inginkan.
Selain itu, ia juga memperingatkan bahwa perubahan pekerjaan tidak menjamin hidup menjadi lebih bahagia. Ia mengutip seorang Buddhist, “You can’t outrun your karma.” Tanpa usaha keras, kamu mungkin bisa saja justru berakhir dengan masalah yang sama di tempat dan lingkungan yang berbeda.
Sumber:
https://www.psychologytoday.com/intl/blog/when-kids-call-the-shots/202201/3-signs-you-need-lifestyle-change
Baca Juga
-
5 Tips Memilih Rekomendasi Klinik dan Dokter Hewan
-
Kim Sejeong Comeback Melalui Drama Korea A Business Proposal, Ini 6 Faktanya!
-
BTS Berhasil Shooting di Grand Central Station, Berikut 3 Rahasia yang Harus Kamu Ketahui!
-
HyunA dan DAWN Resmi Tunangan, Ini 7 Fakta Perjalanan Asmara Mereka Selama 6 Tahun
-
5 Fakta Drama Korea 'All of Us Are Dead,' Variasi Zombie hingga Latihan Fisik
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Koreksi Diri, 3 Hal Ini Membuat Kita Terjebak dalam Pilihan Salah
-
Sehat dan Bugar dengan Lari: Gaya Hidup Aktif Perempuan Masa Kini
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama