Tren ngabuburit biasanya identik dengan jalan santai atau berburu takjil, tetapi sekelompok anak muda di Yogyakarta memilih cara yang lebih berdampak. Melalui kegiatan Ngabubersih pada Minggu (22/2/2026), komunitas Trash Hero Yogyakarta mengajak publik melihat persoalan sampah dari sudut pandang yang lebih mendasar.
Gerakan ini tidak sekadar soal memungut sampah di ruang publik. Komunitas ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar masalah sampah bisa ditekan sejak dari sumbernya, bukan hanya dibersihkan setelah menumpuk.
Koordinator kegiatan, Muhammad Habib Saifulah, menegaskan bahwa pendekatan dari hulu menjadi fokus utama gerakan mereka. Menurutnya, aksi bersih-bersih tetap penting, tetapi dampaknya akan terbatas jika perilaku masyarakat tidak ikut berubah.
“Kami ingin mengajak masyarakat sadar bahwa solusi sampah bukan hanya dipungut, tapi dicegah sejak awal,” ujar Habib dalam kegiatan tersebut.
Masalah sampah di DIY sebenarnya sudah lampu kuning sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, sejak 2023 kapasitas TPA Regional Piyungan sudah tidak lagi memadai menampung timbulan sampah kawasan Kartamantul.
Situasi ini menunjukkan persoalan sampah di Yogyakarta bukan sekadar soal kurang aksi bersih-bersih di lapangan. Tanpa perubahan dari hulu, beban pengelolaan akan terus menumpuk dan berpotensi memicu krisis yang berulang.
Kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pengurangan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi kelompok konsumtif terbesar, ikut menentukan keberhasilan pengelolaan sampah jangka panjang.
Lewat Ngabubersih, para relawan juga menunjukkan bahwa aksi lingkungan bisa dikemas dengan cara yang dekat dengan gaya hidup anak muda. Pendekatan yang santai namun bermakna membuat isu lingkungan terasa lebih relevan dan tidak menggurui.
Selain berdampak pada kebersihan kawasan publik, kegiatan ini membuka ruang edukasi langsung di lapangan. Interaksi antara relawan dan masyarakat menjadi momen penting untuk menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya mengurangi sampah sejak dari rumah.
Gerakan seperti ini memperlihatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Konsistensi aksi kecil yang dilakukan bersama justru berpotensi menciptakan efek berantai yang lebih luas di masyarakat.
Ke depan, Trash Hero Yogyakarta berharap semangat Ngabubersih terus menular ke lebih banyak komunitas dan individu. Harapannya sederhana namun penting, semakin banyak orang sadar dari hulu, semakin ringan pula beban pengelolaan sampah di hilir.
Baca Juga
-
ASUS V600 All-in-One, Solusi PC Ringkas dengan Performa Tak Main-Main
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Saat Hukum Tak Lagi Dipercaya, Film The Verdict 2025 Soroti Krisis Keadilan
Artikel Terkait
-
Di Balik Ramainya Takjil Ramadan, Ancaman Sampah Sekali Pakai Meningkat
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
Lapar Mata yang Mematikan Nurani! Ironi Gunungan Sampah di Bulan Suci Ramadan
-
Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan
-
Belanja Tanpa Plastik: Seberapa Efektif Tas Reusable Kurangi Sampah?
Lifestyle
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!
-
5 Sampo Berbahan Tea Tree Oil untuk Rambut Berketombe, Gatal-gatal Lenyap
-
4 Varian Parfum Teh Crusita: Dari Es Teh Manis hingga Thai Tea yang Creamy!
-
Gak Cuma Enak Dimakan, Ini 5 Face Wash Stroberi yang Bikin Kulit Glowing!
Terkini
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
-
Teruntuk Kamu! Lampu Kendaraanmu Terang Banget Kayak Mau Jemput Ajal Saya
-
Hunian di Balik Geligi Elara
-
Momen Haru Irene Red Velvet Raih Kemenangan Solo Perdana, Kalahkan BTS!
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari