Banyak sekali alasan mengapa kamu memilih untuk menjomblo daripada harus terikat hubungan asmara dengan orang yang baru. Menjadi jomblo atau single tidaklah seburuk yang dikira kok. Ada banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan dari hidup sendiri, tanpa adanya dampingan dari pasangan. Kamu jadi lebih banyak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan orang di sekitarmu, terutama keluarga, orang tua, dan juga teman.
Menjadi jomblo juga tidak salah, kok. Memilih sendiri tak selalu karena tidak ada yang cinta. Lebih dari itu, masih ada banyak alasan menjomblo yang tidak berkonotasi. Berikut ini 5 alasan orang betah menjomblo.
1. Nyaman sendiri
Bagi sebagian orang, kenyamanan merupakan hal yang sangatlah penting, sampai tidak bisa untuk diabaikan begitu saja. Kamu sangat nyaman dengan kesendirianmu, karena tidak harus menghabiskan energi untuk mendapatkan pasangan. Dengan mempunyai pasangan, mungkin kamu harus bisa merelakan sebagian waktumu untuk sendiri.
2. Tidak mau terkekang
Tidak sedikit orang yang merasakan kebebasannya terenggut ketika menjalin hubungan asmara dengan seseorang. Memang tidak bisa sepenuhnya disalahkan sih, ketika kamu yang telah terbiasa bebas untuk pergi ke manapun yang kamu suka, ingin bergaul dengan siapapun, mau berbuat apapun, tiba-tiba sekarang serasa ada yang memantau dan juga melarang-larang. Mungkin baawaanmu akan menjadi malas, ya.
3. Masih ada prioritas lain
Mungkin masih banyak hal yang lebih utama dan juga menjadi prioritas kamu saat ini, daripada untuk sekedar mencari pasangan. Misalnya kamu masih ingin berkarier, masih memiliki tugas kuiah, atau training pekerjaan. Tidak ada standar khusus kamu harus menikah di umur berapa, semua tergantung kepada keputusan masing-masing individu yang menjalani kehidupan ini.
4. Tidak mau waktunya terbagi
Mungkin kamu ingin menghabiskan waktumu yang berharga dengan sahabat, teman, dan juga keluarga. Karena kamu merasa merekalah yang selalu memberikan dukungannya, baik secara moril ataupun materil, kapanpun kamu butuhkan. Ketika kamu memiliki seorang pacar, akhirnya kamu harus membagi waktumu ke pacar juga. Kemungkinan besar yang terjadi ketika kamu memiliki pacar, kamu jadi tidak memiliki waktu lagi hanya untuk sekedar nongkrong bersama sahabat dan keluarga, apalagi jikapacarmu adalah orang yang posesif.
5. Gagal move on
Kisah percintaan di masa lalu yang terlalu indah ataupun terlalu sedih dan ternyata harus berakhir di tengah jalan, pasti akan mempengaruhi kemajuan untuk menjalin sebuah hubungan yang baru. Bayangan sang mantan kekasih yang masih membekas membuatmu merasa belum siap untuk membuka hati untuk orang lain, sehingga kamu memilih untuk tetap sediri dulu.
Itulah alasan orang betah menjomblo. Apakah kamu merasakannya juga?
Baca Juga
-
Menikmati Seafood Segar dengan Panorama Sunset yang Ikonik di New Furama
-
6 Inspirasi Baju Lamaran di Rumah, Cantik dan Pasti Berkesan!
-
6 Daftar Merek Es Krim Terfavorit di Indonesia, Kamu Wajib Tahu
-
7 Tips Memilih Venue untuk Menggelar Acara, Pertimbangkan Hal Ini
-
4 Mitos dan Fakta Seputar Keperawanan Wanita yang Wajib Kamu Ketahui
Artikel Terkait
-
Jangan Dengarkan Orang Lain, Ini 5 Alasan Tak Perlu Malu Menjadi Single
-
Jangan Sampai Menyesal, Ini 4 Tanda Hubunganmu Masih Layak Dipertahankan
-
3 Hal Negatif Jika Pamer Kemesraan di Media Sosial
-
Resah Ibu Mertua Selalu Minta Uang, Saat Pulang Kampung Pasangan Ini Kaget Dapati Sosok Tak Biasa di Kamarnya
Lifestyle
-
Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP
-
Jangan Habiskan Long Weekend di Rumah Saja, 8 Film Indonesia Ini Siap Temani Liburanmu!
-
4 Micellar Water Formula Low pH, Angkat Kotoran Kulit Kering Tanpa Ketarik
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les