Banyak orang mulai memikirkan investasi ketika mereka telah memasuki usia yang kurang produktif, termasuk berinvestasi di reksadana. Padahal tujuan utama dari berinvestasi bukanlah untuk mempersiapkan keuangan terutama saat kita sudah tua dan dalam usia yang tidak produktif lagi.
Beberapa orang lainnya belum berani memikirkan berinvestasi karena memikirkan dari mana mereka bisa mendapatkan modal untuk berinvestasi karena menurut mereka berinvestasi pastinya membutuhkan modal yang tidak sedikit padahal saat ini kebutuhan hidup mereka sudah cukup menyulitkan keuangan mereka.
Anda sebaiknya menyisihkan pemikiran tersebut dan mulailah memikirkan berinvestasi untuk masa depan anda mulai dari sekarang terutama saat anda masih dalam usia produktif yang mana anda masih memiliki kesempatan lebih luas lagi untuk menggapai lebih banyak kesuksesan berinvestasi.
Berikut, Mengenal 4 Jenis Reksadana, karena Pilihan Anda Menentukan Keuntungan Anda
1. Reksadana Campuran
Reksadana campuran masuk ke dalam instrumen investasi dengan kategori hight return, sama seperti reksadana saham namun dengan tingkat risiko yang berbeda-beda. Artinya lebih rendah dari saham tetapi lebih tinggi dari reksadana pendapatan tetap.
Reksadana ini akan dibagi ke beberapa sektor saham, pasar uang, dan obligasi, cocok untuk anda yang berencana melakukan berinvestasi jangka menengah dengan skala 3-5 tahun.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Sebagian besar dana dari instrumen ini akan dialokasikan ke obligasi milik pemerintah maupun swasta, baru setelah dialokasikan ke instrumen ke pasar uang, sehingga laju pergerakannya cenderung stabil.
Dengan begitu, reksadana tetap mendukung anda untuk menarik uang kapan saja, selain itu dengan tingkat risiko yang kecil selama satu tahun anda bisa mencapai bunga di atas 10%.
3. Reksadana Saham
Reksadana memiliki tingkat risiko yang paling tinggi, namun instrumen ini memiliki keuntungan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya.
Manajer investasi akan mengalokasikan dana ke pasar saham, investasi ini cocok untuk anda yang berani mengambil risiko yang tinggi.
4. Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang masuk ke dalam kategori instrumen yang paling aman dengan tingkat risiko yang rendah. Sebagian besar dana akan dialokasikan ke deposito atau surat berharga yang jatuh tempo di bawah satu tahun, hasilnya lebih kecil dari saham dan pendapatan tetap namun lebih besar dibandingkan.
Demikian, mengenal 4 jenis reksadana, karena pilihan anda menentukan keuntungan anda maka dari itu pilihlah jenis apa yang anda mau ambil dan jangan lupa juga untuk memahami perbedaan dari keempat jenis reksadana agar bisa menentukan pilihan yang bijak dan tepat. Semoga Bermanfaat.
Baca Juga
-
5 Zodiak yang Paling Introvert, Apakah Kamu Termasuk?
-
4 Pilihan Rekomendasi Situs untuk Mencari Kos-kosan Eksklusif Terbaik
-
6 Manfaat Menulis Bagi Kehidupan Pribadi Seseorang, Yang Harus Diketahui
-
4 Alasan Perempuan Lebih Suka Laki-laki yang lebih Tua
-
4 Dampak Negatif Debat Kusir yang Perlu Dihindari, Buang-buang Waktu!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Long Weekend ke Sukabumi? 5 Spot Seru Dekat Stasiun yang Bisa Kamu Kunjungi
-
Valentine Tanpa Pasangan? Ini 5 Cara Seru Menikmatinya
-
5 Destinasi Wisata Religi Buddha di Kepulauan Riau, Sarat Sejarah dan Spiritualitas
-
Mau Dinner Valentine? Ini 5 Ide OOTD Dress ala Seleb yang Bisa Kamu Sontek
-
Hidangan Imlek Penuh Makna: 5 Makanan Khas yang Identik dengan Imlek
Terkini
-
Belajar Rela saat Takdir Tak Selalu Memihak di Novel L Karya Kristy Nelwan
-
9 Drama China tentang Dunia Kerja yang Seru dan Edukatif
-
Sultan Fattah: Perjalanan Hidup Raja Islam Pertama di Tanah Jawa
-
Film Rumah Tanpa Cahaya: Drama Keluarga yang Sederhana dan Menyayat Hati
-
Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?