Kita tidak bisa mengontrol apa yang akan orang lain katakan atau tanggapi dengan keberadaan kita. Memikirkan perkataan orang lain, memang tidak akan ada habisnya. Karena setiap dari mereka tidak akan pernah merasa cukup dengan orang lain dan selalu memiliki celah untuk mencari hal yang salah.
Banyak dari kita terlalu memikirkan omongan orang. Hal tersebut membuat kita tidak enak makan dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Akhirnya, kesehatan kita kena getahnya.
Memikirkan omongan orang sama halnya dengan membuang waktu dan membuat pikiran menjadi sia-sia. Bahkan banyak dampak buruk yang kita rasakan pula.
Berikut ini merupakan 5 cara berhenti memikirkan omongan orang.
1. Merasa puas dengan diri sendiri
Kamu harus merasa puas dengan diri sendiri agar kamu bisa tidak mempedulikan omongan orang. Kamu adalah yang paling tahu tentang dirimu sendiri. Segala macam hal yang menjadi perbincangan orang hingga hal besar yang orang lain tidak mengetahuinya sekalipun.
Kamu harus merasa cukup dengan segala yang Tuhan berikan kepadamu, sebagaimana adanya kamu. Ketika kamu sudah merasa cukup dengan dirimu yang sekarang, maka tidak ada alasan untuk memikirkan omongan orang.
2. Tidak harus menjadi sempurna
Kamu juga harus menyadari bahwa menjadi manusia, tidak harus menjadi sempurna. Ketika kamu memahami itu, maka kamu tidak akan lagi merasa tertuntut dengan pemikiran orang yang lain dengan kepribadianmu.
Menjadi sempurna versimu, tidak harus sama dengan versi orang lain. Kamu punya kualifikasi sendiri, orang lain pun sama.
3. Jangan bergaul dengan orang yang salah
Ketika kamu mendapati beragam komentar buruk dari tempatmu bergaul, maka kamu perlu mengganti rekan sepergaulan. Pasalnya, semakin kamu berinteraksi dengannya, semakin banyak hal yang membuatmu merasa resah.
Cara terbaik adalah dengan menghindarinya dan mencoba bergaul dengan orang-orang yang memiliki pandangan sama.
4. Terus berpikir positif
Pemikiran yang positif akan membuatmu selalu memiliki cara untuk menyelesaikan masalah. Termasuk menyelesaikan perasanmu sendiri.
Ketika kamu pusing akan komentar orang, pemikiranmu yang positif akan membawamu kepada solusi yang baik dan bijak. Pun sebaliknya, jika pemikiranmu dihiasi keburukan, maka apa yang ada dalam pikiranmu tidak akan pernah terpecahkan.
5. Memperbaiki diri
Komentar orang tidak melulu harus dibuang. Kamu juga harus memilahnya dengan bijaksana. Ketika yang dikatakan seseorang memang ada benarnya, maka kamu tidak perlu merasa malu untuk memperbaiki diri.
Kamu juga harus berterima kasih kepada seseorang yang sudah memberimu nasihat sehingga kamu bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Itu dia 5 cara berhenti memikirkan omongan orang. Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
Fenomena Mager di Pertengahan Ramadan, Ini 4 Penyebabnya!
-
5 Langkah Jitu agar Keuangan UMKM Tetap Sehat di Bulan Ramadan
-
5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!
-
Mau Tajir Mendadak? Ini 5 Bisnis Ramadan yang Selalu Laris Manis!
-
5 Strategi Keuangan di Bulan Ramadan yang Harus Kamu Kuasai
Artikel Terkait
-
Review Drama Korea The World of The Married: Cinta Beracun yang Juga Dirasakan Banyak Orang
-
Jangan Coba-Coba, Ini Azab bagi Pembuka Aib Orang Lain Menurut Islam
-
Potret Ibu dan Mertua Toksik dalam Keluarga di Novel 'Silsilah Duka'
-
Alasan Mengapa Kamu Memandang Buruk Orang Lain
-
Belajar 'Nunchi', Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain ala Korea
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda