Sebagai seorang penulis tentunya kamu ingin menghasilkan banyak tulisan atau produktif berkarya. Apalagi bila kebanyakan dari tulisanmu juga disukai oleh banyak orang dan menarik minat baca pengguna internet.
Semakin banyak karya, kamu akan semakin dikenal. Tentunya, kamu akan merasa bangga dengan pencapaian tersebut. Sayangnya terkadang kamu mengalami momen tak menyenangkan seperti kehabisan ide menulis. Buntu ide memang mengganggu produktivitas menulis, karenanya kamu dapat mengatasinya dengan beberapa hal berikut ini.
1. Membaca Tulisan Orang Lain
Ketika kamu merasa bad mood karena kehabisan ide menulis, tak ada salahnya untuk membaca karya tulis orang lain. Dengan membaca sama halnya kamu telah menambah referensi untuk memperoleh sudut pandang baru.
Hal ini tentu bertujuan untuk membuka wawasan bagimu. Dengan membaca banyak referensi kamu bisa mendapatkan ide-ide segar sehingga ke depannya tulisanmu akan lebih berkualitas. Namun perlu diingat bahwa kamu tidak boleh menjiplak tulisan orang lain.
2. Mencari Hiburan
Kamu tidak perlu memaksakan diri ketika merasa sulit mendapatkan ide segar. Kehabisan ide bisa menjadi tanda bahwa kamu membutuhkan waktu untuk diri sendiri, misalnya dengan mencari hiburan terlebih dahulu. Kegiatan ini dapat mengalihkan pikiranmu sehingga beberapa saat kemudian kamu akan merasa lebih fresh.
Kamu bisa menonton film, bernyanyi, bermain game, atau justru melakukan berbagai aktivitas lainnya yang bersifat menghibur. Nikmati waktumu dengan baik, sehingga tak menutup kemungkinan saat beraktivitas itu kamu justru mendapatkan inspirasi sebagai ide menulis.
Bagi kamu yang senang mendengarkan musik, kegiatan ini bisa dilakukan ketika kamu merasa buntu ide. Dengarkan musik sesuai dengan genre yang kamu suka. Tak masalah walaupun kamu mendengarkan lagu mellow sekalipun, sebab inspirasi bisa datang dari berbagai ‘rasa’ yang kamu miliki.
Dengan membuat dirimu nyaman mendengarkan musik, besar kemungkinan kamu akan mendapatkan ide menulis yang fresh. Kamu juga bisa mendengarkan musik yang energik, sehingga semangatmu semakin membara. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk mendapatkan ide baru yang menarik.
4. Makan
Biasanya perut lapar bisa membuatmu sulit berkonsentrasi. Karenanya tidak masalah bila kamu istirahat sejenak untuk mengisi perut dengan makanan yang bergizi. Dengan begitu, energimu akan kembali dan kamu akan lebih mudah untuk berpikir.
Meskipun kamu sangat bertanggung jawab terhadap sebuah tulisan, tetapi kamu juga perlu memperhatikan kesehatan tubuhmu. Jadi jangan sampai kamu tidak memberikan hal yang harusnya didapatkan oleh tubuh, seperti istirahat dan makan.
Mulai sekarang kamu tak perlu bingung untuk menemukan ide menulis, sebab beberapa cara ini bisa kamu coba semuanya!
Tag
Baca Juga
-
Suara.com Harus Terus Terbaca hingga Pelosok Nusantara
-
Berkat Suara.com dan Yoursay, Kini Mencari serta Berbagi Informasi Tak Sulit Lagi
-
3 Tips Menghemat saat Bekerja, Pengeluaran Jadi Gak Membengkak
-
Perlu Dicoba! Ini 4 Cara Memulai Usaha Jus Buah supaya Laris
-
3 Cara Jualan Makanan Secara Online, Dijamin Banyak Untungnya!
Artikel Terkait
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Bacaan Latin Takbiran Idul Fitri beserta Artinya
-
Belajar dari Tabiat Tom Lembong di Sidang, Intip Manfaat Menulis Menurut Ahli
-
Keutamaan Membaca Takbir Saat Idul Fitri 2025
-
Bolehkah Perempuan Haid Membaca Al-Quran dan Masuk Masjid? Ini Penjelasannya
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia