Kalau dipikir-pikir, namanya keluarga karena diikat oleh hubungan sedarah mestinya bisa jadi pihak yang paling mendukung kehidupanmu, kan? Nyatanya ada banyak orang yang justru keluarga sendiri jadi sumber penderitaan akibat perilaku buruk mereka. Berikut akan dijelaskan kenapa gak semua keluarga itu baik. Ada beberapa ciri yang menandakan kalau kamu punya keluarga toksik. Mari disimak pembahasannya berikut ini!
1. Merasa opininya selalu benar
Di antara ciri orang yang toksik, adalah merasa kalau pendapatnya selalu benar. Cara pandang ini membuatnya merasa berhak untuk ikut campur urusanmu dan berusaha menyetir jalan hidupmu.
Setiap kali kamu ingin melakukan sesuatu, dan itu bertentangan dengan kehendaknya, maka pasti ditentang. Berbagai opini dilontarkan yang intinya keputusanmu itu salah. Padahal, setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing dan berhak untuk menentukan hidupmu sendiri.
2. Kamu dituntut menjadi sangat kompetitif
Dalam hidup memang wajar jika terjadi persaingan. Yang menjadi keliru apabila keluarga sendiri menuntutmu sempurna sehingga pribadimu menjadi sangat kompetitif.
Tuntutan sempurna inilah yang membuatmu jadi benci kegagalan, karena setiap kali gagal selalu direndahkan oleh orangtua atau keluargamu yang lain. Berbagai pencapaian yang sudah kamu raih sebelumnya mudah sekali dilupakan.
3. Mereka membuatmu menjadi rendah diri
Berbagai kritikan, ejekan, dan kekerasan verbal yang biasa dilakukan oleh keluarga tak ayal membuat kepercayaan dirimu jadi hancur berantakan. Kekerasan verbal meskipun gak menimbulkan luka berdarah, tapi dampaknya sangat besar bagi kehidupan seseorang.
Akibat sering mendapat kekerasan verbal seperti itu bisa menghambat kemajuan hidup kamu, lho. Misalnya saja dalam hal karier. Kamu jadi terlalu takut untuk menerima tantangan karena merasa gak layak akibat sering dihina oleh keluarga sendiri.
4. Hanya ada saat butuh
Ciri lain dari keluarga yang toksik, yaitu gak suportif sama sekali. Ketika kamu susah dibiarkan saja. Tapi, ketika mereka butuh merasa berhak untuk menuntutmu membantu mereka.
Kalau tanda-tanda tadi ada pada keluargamu, jangan diam saja. Coba speak up mengenai perasaanmu supaya mereka sadar bahwa perbuatannya sudah sangat menyakiti.
Itulah empat ciri keluarga toksik Kalau memang gak sadar-sadar juga, mending keluar, deh, dari rumah. Dengan catatan kamu memang sudah cukup umur dan mampu. Karena terus bertahan di lingkungan keluarga yang toksik seperti ini bisa sangat menguras mental, lho.
Tag
Baca Juga
-
Hottest Merapat! Lee Jun Ho 2PM Umumkan Tur Konser pada Januari 2025 Mendatang
-
Min Hee-jin Mantap Ambil Langkah Hukum Usau Tinggalkan ADOR
-
Sejarah Baru! ATEEZ Jadi K-Pop Artist Ketiga dengan Album No. 1 Billboard
-
Jeongnyeon: The Star Is Born, Puncaki Peringkat Drama Korea dan Aktor Terbaik
-
Nantikan! Ji Seung Hyun dan Jung Hye Sung Siap Menghibur di Film Aksi Komedi Baru
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah
-
Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB
-
5 Brightening Moisturizer di Bawah 50 Ribu, Wajah Kusam Jadi Lebih Glowing!
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
-
Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo
Terkini
-
Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?
-
Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!
-
Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir
-
Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!
-
Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas