Banyak pasangan yang mengesampingkan quality time setelah memiliki anak. Memang, ketika sudah memiliki anak, anak merupakan prioritas. Namun, quality time merupakan sebuah hal yang diperlukan demi keutuhan rumah tangga.
Banyak pasangan yang ingin mengulang waktu dan memperbaiki quality time dengan pasangan. Sayangnya, setelah semua berlalu dan berbagai dampak sudah dirasakan, banyak orang yang enggan untuk memulai semuanya dari awal.
Berikut ini merupakan beberapa gambaran mengenai dampak buruk kurangnya quality time dengan pasangan setelah memiliki anak.
1. Suami merasa cemburu
Cemburu di sini bukan dalam artian itu, ya. Namun cemburu karena merasa kurang diperhatikan, kurang dirawat, dan kurang mendapatkan kasih sayang dari istrinya karena terlalu sibuk mengurus anak.
Maka dari itu, perlu keseimbangan antara mengurus anak dan quality time bersama pasangan agar semua bisa berjalan beriringan dan seimbang.
2. Mudah bertengkar
Minimnya kemesraan dalam rumah tangga seringkali membuat beberapa hal sederhana menjadi besar, beberapa masalah sepele menjadi pertengkaran yang tidak kunjung berhenti.
Padahal ketika sudah memiliki seorang anak, anak akan membutuhkan ketenangan dan sikap positif dari orang tuanya. Keadaan rumah juga turut menjadi pengaruh bagaimana seorang anak bertumbuh.
Makanya, pertengkaran yang besar ketika sudah memiliki seorang anak seharusnya bisa dihindari dan dicegah dengan baik.
3. Tertarik pada yang lain
Kurangnya perhatian dari istri juga bisa membuat suami mencari perhatian kepada orang lain. Entah dalam media sosial maupun secara langsung, hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan.
Bukankah kini banyak berita yang mengabarkan hal ini? Sebaiknya, quality time harus benar-benar dijaga demi keutuhan rumah tangga.
4. Hubungan rumah tangga menjadi dingin
Tinggal satu atap namun serasa menjadi orang lain, memiliki ikatan yang sah namun saling mendukung pun tidak pernah. Rumah tangga seolah berjalan tanpa adanya rasa. Hanya sebatas rutinitas dan formalitas.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya ada dalam posisi ini, bukan? Namun terlalu acuh yang dibiasakan hanya akan berujung kepada hal ini. Hambar dan dingin.
Biasanya satu hal yang menjadi penguat untuk mempertahankan rumah tangga di masa ini hanyalah keberadaan anak.
Itu dia 4 dampak kurangnya quality time dalam rumah tangga. Semoga bisa menjadi pembelajaran agar hal-hal kecil tidak kita remehkan. Demi keutuhan rumah tangga dan berlangsungnya kehidupan yang hangat dan harmonis.
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
-
Terpopuler: Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Bergandengan Tangan Sapa Warga, Puan Maharani Dapat Julukan dari Netizen
-
Terpopuler: Ricuh Mata Elang vs Ormas PP di Purwakarta, Pita Hitam Pemain Persib untuk Eril
-
Mata Masih Sembab, Ridwan Kamil Langsung Jalankan Tugas sebagai Gubernur Jawa Barat
-
Cerita Ustaz Adi Hidayat Kenang Eril: Dia Ingin Sekali Mengetahui Arsy Allah yang Ada di Air
-
Ungkap Perjalanan Hidup Eril, Ridwan Kamil: Izinkan Pertemukan Kami dengan Jasadmu
Lifestyle
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
-
Mulai dari 50 Ribuan! 5 Pilihan Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat
Terkini
-
Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
-
Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Memilih Antara Pangkat dan Rakyat
-
Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance Mulai 2027
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
-
MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa