Setiap orang memiliki kekurangan dalam diri dan hidupnya. Oleh karena itu, kita semua memerlukan saran yang membangun untuk membuat diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saran itu bisa datang dari mana saja. Namun, belum tentu semua orang bisa menerima saran dengan baik.
Terkadang, ketika kita memberi saran kepada orang lain, orang tersebut justru menganggapnya sebagai kritik atau bahkan penghinaan. Hal tersebut bisa membuatnya menjadi sakit hati bahkan marah kepada kita. Jika sudah seperti itu maka niat baik kita untuk memberi saran agar ia bisa menjadi lebih baik tidak akan berdampak positif.
Oleh karena itu, hendaknya kita mengetahui cara menyampaikan saran dengan baik. Berikut ini adalah 5 cara menyampaikan saran agar tidak menyinggung.
1. Jangan Sampaikan di Hadapan Banyak Orang
Apabila kita ingin menyampaikan saran kepada seseorang, kita harus menyampaikannya tanpa mempermalukannya di depan orang lain. Oleh karena itu, hendaknya kita menyampaikan saran secara tertutup atau secara empat mata, jangan di hadapan banyak orang.
Menyampaikan saran di hadapan banyak orang bisa membuat orang yang diberi saran menganggap itu sebagai penghinaan. Selain itu, kita bisa jadi terlihat arogan karena merasa lebih baik dibanding orang lain.
2. Berikan Pujian Terlebih Dahulu
Setiap orang memiliki sisi positif dan sisi negatif. Apabila kita ingin memberi saran pada seseorang untuk memperbaiki sisi negatifnya, maka alangkah baiknya jika kita menyertakan sisi positifnya terlebih dahulu. Memberikan saran dengan cara seperti itu bisa membuat orang yang diberi saran tetap merasa dihargai dan mau menerima saran dari kita dengan bijak, tidak dengan emosi.
3. Sertakan Pilihan Solusi
Menyampaikan saran bisa membuat kita dianggap sebagai orang yang hanya bisa berbicara saja. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita menyertakan pilihan solusi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Hal tersebut bisa membuat kita terlihat peduli dengannya sehingga tidak marah saat diberi saran.
4. Jangan Lupa Meminta Maaf
Memberi saran memang rawan membuat orang menjadi tersinggung, maka kita bisa meminta maaf terlebih dahulu atas saran yang kita sampaikan. Hal tersebut akan membuat kita lebih sopan dan tidak ada niat membuatnya tersinggung.
5. Yakinkan Bahwa Dia Bisa Lebih Baik
Setelah memberi saran, yakinkan padanya bahwa ia sebenarnya mampu melakukan hal yang lebih baik. Hal tersebut akan membuatnya merasa lebih dihargai dan diapresiasi sehingga dapat menerima saran dengan baik.
Demikian 5 cara memberi saran dengan baik agar tidak menyinggung. Selamat mencoba!
Baca Juga
-
Merenungkan Makna Hidup Melalui Novel Khutbah di Atas Bukit
-
Viral Isi Minyakita Hanya 750 ML, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Mobil Terendam Banjir? Cegah Kerusakan dengan 5 Tips ini
-
Bapak Presiden, Buzzer adalah Musuh Besar Pendidikan Kita
-
Juara eAsian Cup, Berikut ini Profil 3 Pemain Timnas eFootball Indonesia
Artikel Terkait
-
Mendadak Muncul Lagi di Sosmed, Ferdinand Hutahaean Langsung Soroti Kondisi Indonesia: Makin Ruwet!
-
Berjaya di Dalam Negeri, KKN di Desa Penari Tak Luput dari Kritik Pedas
-
Beda dengan Giring Ganesha, Kader PSI ini Apresiasi Formula E Jakarta, Pengamat: Ternyata Masih ada Yang Dewasa
-
5 Manfaat Mau Mendengarkan Kritik dan Saran, Demi Kebaikan Diri Sendiri
-
Sering Kritik Pemerintah Lewat Konten Komedi, Bintang Emon Cerita Pernah Dihampiri Intelijen
Lifestyle
-
4 Calming Sheet Mask Korea Penyelamat Atasi Wajah yang Mudah Kemerahan
-
Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Bebas Kemerahan! 5 Soothing Sheet Mask Korea Penyelamat Kulit
-
4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat
Terkini
-
Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory
-
Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!
-
Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang
-
UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia
-
Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'