Tanaman herbal adalah pilihan menarik dalam berkebun. Mereka mudah tumbuh dan hanya membutuhkan sedikit perhatian setelah terbentuk. Tanaman herbal juga menawarkan lanskap menarik dalam kebun kita. Namun kadang orang tidak tahu apa yang perlu dilakukan pertama kali untuk menanam tanaman herbal.
Berikut tips para profesional untuk berkebun herbal, seperti dilansir dari Realsimple.com:
1. Beli Bibit, Jangan Biji
Jika Anda baru memulai menanam herbal, cobalah mengawalinya dengan menanam dari bibit. Menanam dari biji memang lebih murah dan banyak pilihan varietas, tapi hal ini tidak disarankan bagi pemula.
Benih butuh lingkungan khusus untuk berkecambah dan mengeras sebelum Anda menanamnya. Anda dapat membeli bibit herbs untuk bumbu kuliner dasar seperti basil, rosemary, sage, thyme, peterseli, dan lavender Inggris.
2. Sesuaikan Kebutuhan
Tanaman herbal memiliki segudang varietas. Mint saja punya lebih dari 600 varietas yang dapat ditanam. Namun dari sederet varietas itu, pilihlah yang paling dibutuhkan di kebun Anda. Pikirkanlah tentang apa yang ingin Anda masak atau olah setelah panen.
Luangkan waktu untuk memikirkan apa yang ingin Anda lakukan dengan herbal sebelum Anda membelinya. Ini akan membantu Anda mempersempit pilihan dan memilih herbal yang tepat untuk kebutuhan Anda.
3. Perhatikan Media Tanam
Kebanyakan tumbuhan tidak pilih-pilih jenis tanah. Yang menarik, tanaman herbal justru tidak menyukai tanah yang terlalu subur. Jadi Anda tak perlu khawatir dengan pemakaian pupuk dan lain sebagainya. Namun bukan berarti Anda tak perlu memerhatikan media tanam.
Jika tanah di kebun Anda bertekstur seperti tanah liat, Anda harus mengubahnya menjadi lebih baik dengan mencampurkan beberapa kompos atau bahan organik lain.
4. Rajin Memangkas
Salah satu hal yang menuntut ketelatenan dalam memelihara tanaman herbal adalah memangkas batang. Meskipun Anda tidak membutuhkannya untuk dimasak, tetap pangkaslah tanaman herbal Anda untuk mendorong pertumbuhannya tetap sehat.
Sebab apabila Anda lupa memangkas dan akhirnya tumbuh bunga, Anda akan sulit menciptakan pertumbuhan dedaunan baru dari batang tersebut. Pemangkasan herba mendorong pertumbuhan dedaunan baru, membuatnya penuh dan lebat.
Jika Anda merasa tidak enak membuang potongan yang telah dipangkas ke dalam kompos, olahlah! Anda bisa mengeringkan tanaman seperti mint untuk dikonsumsi di kemudian hari.
5. Perbanyak Stek Batang
Perbanyakan batang direkomendasikan saat menanam herbal. Tak perlu beli banyak bibit sehingga menghabiskan uang Anda. Kebanyakan herbal justru berkembang biak dengan cepat melalui stek batang.
Cara termudah adalah mengambil potongan langsung dari batang yang tidak berbunga, pastikan setidaknya 4 inci. Lepaskan daun dari bagian bawah dua inci. Masukkan potongan ke dalam segelas air dan letakkan di dekat jendela yang punya akses ke sinar matahari. Anda akan melihat akar dalam dua hingga empat minggu. Setelah Anda melihat cukup akar, pindahkan ke pot atau tanam di kebun.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Sumbar Ekspor Cecak ke Hongkong, Ternyata untuk Bahan Obat Herbal Cina
-
Peternak Diimbau Berikan Jamu Ramuan Herbal Pada Sapi dan Domba yang Terkena PMK, Ini Resepnya
-
Riset Mahal dan Sulit, Tantangan Utama Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia
-
Kenali! 5 Keunggulan Pengobatan Herbal, Efektif dan Mudah Didapat
-
Meski Terbuat dari Bahan Alami, Kesalahan Meracik Obat Herbal Juga Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan
Lifestyle
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Era Baru Smartphone: 5 HP 2026 dengan Daya Tahan 3 Hari dan Performa Ngebut
-
Kulit Kusam Bikin Kurang Pede? Ini 5 Rahasia Body Scrub Sea Salt untuk Kulit Glowing!
-
Anti-Basah! 5 Deodoran Roll On Agar Ketiak Kering Seharian
-
4 Sunscreen Spray yang Bisa Dipakai di Atas Makeup, No Geser-No Ribet!
Terkini
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim