Menjadi dewasa adalah sebuah keharusan bagi setiap orang. Tentu saja dewasa bukan hanya soal usia yang bertambah, tetapi juga soal kematangan dalam cara berpikir dan bersikap.
Banyak orang yang sudah matang usianya namun cara berpikirnya masih seperti anak-anak. Misalnya dalam memandang sebuah masalah masih hitam-putih saja, tidak memikirkan kemungkinan lain.
Padahal, permasalahan yang ada di dunia ini kompleks dan tidak hanya hitam-putih atau benar-salah saja. Tentu saja caranya bersikap tidak akan bisa seperti orang dewasa karena sikap terbentuk dari caranya berpikir.
Untuk itu, kita harus bisa belajar menjadi orang yang dewasa secara mental. Berikut ini adalah 5 cara agar kita bisa menjadi orang dewasa yang baik.
1. Belajar Mengendalikan Emosi
Kedewasaan seseorang bisa dilihat dari caranya bersikap, dimana sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh caranya mengendalikan emosi. Orang dewasa harus bisa.mengendalikan emosi dengan baik. Jangan mudah terpancing emosi ketika menghadapi sebuah permasalahan, padahal masalahnya sepele saja.
2. Menghargai Orang Lain
Orang dewasa harus bisa menghargai orang lain. Jika kita masih suka menganggap remeh orang lain dan tidak menghargainya, maka kita masih seperti anak-anak yang suka adu hebat-hebatan.
Orang dewasa paham bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Dia bisa melihat orang lain tentu memiliki kelebihan sedangkan diri sendiri tidak luput dari kekurangan.
3. Perbanyak Mendengar
Orang dewasa bisa dilihat dari sikapnya yang bijak. Kebijaksanaan tersebut terbentuk salah satunya dengan banyak mendengar daripada berbicara. Dengan banyak mendengar, kita jadi bisa memahami sebuah permasalahan dengan lebih baik sehingga tidak mudah menghakimi.
4. Berpikir Sebelum Bertindak
Sikap bijak orang dewasa terbentuk karena setiap tindakan yang diambil sudah dipikirkan terlebih dahulu. Jika tidak berpikir dan hanya mengandalkan emosi saat bertindak, maka kita akan seperti anak kecil yang gegabah. Akibatnnya bisa buruk jika tindakan kita tidak dipikirkan dengan matang.
5. Terbuka dengan Saran dan Kritik
Kita tidak bisa luput dari kesalahan dan kekurangan. Namun yang terpenting adalah bagaimana mana kita bisa memperbaiki kesalahan dan kekurangan tersebut. Oleh karena itu, kita membutuhkan saran dan kritik dari orang lain agar kita bisa menjadi lebih baik.
Orang dewasa bisa terbuka dengan saran dan kritik yang diberikan oleh orang lain. Apabila kita justru marah ketika diberi saran dan kritik, artinya kita masih seperti anak-anak.
6. Mengakui Kesalahan dan Bertanggung Jawab
Selain menerima saran dan kritik, orang dewasa harus siap mangakui kesalahan yang diperbuatnya serta bertanggung jawab atas segala hal yang diakibatkan oleh perbuatannya. Jika kita malah kabur dari kesalahan artinya kita belum dewasa.
Demikian 6 tips yang bisa kita lakukan agar menjadi orang yang dewasa. Selamat menjadi orang dewasa!
Baca Juga
-
Merenungkan Makna Hidup Melalui Novel Khutbah di Atas Bukit
-
Viral Isi Minyakita Hanya 750 ML, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Mobil Terendam Banjir? Cegah Kerusakan dengan 5 Tips ini
-
Bapak Presiden, Buzzer adalah Musuh Besar Pendidikan Kita
-
Juara eAsian Cup, Berikut ini Profil 3 Pemain Timnas eFootball Indonesia
Artikel Terkait
-
5 Alasan Pasangan Tidak Mendengarkan Pembicaraan Kita
-
4 Sifat Orang yang Belum Dewasa, Ayo Perbaiki!
-
Profil Rina Arano, Aktris Film Dewasa Ditemukan Tewas di Hutan Terpencil Jepang Tanpa Busana
-
Perjalanan Hidup Rina Arano Bintang Film Dewasa Asal Jepang, dari Modeling hingga Tewas Mengenaskan
-
4 Ciri-Ciri Orang yang Dewasa secara Mental, Bagaimana dengan Dirimu?
Lifestyle
-
5 Ide Outfit ala Bailey Sok ADP, Bikin Penampilanmu Jadi Pusat Perhatian!
-
Gaet Anak Muda, Mahsuri Luncurkan Saus Sachet di Kerlap Kerlip Festival 2025
-
4 Sunscreen Bisabolol untuk Redakan Kemerahan dan Iritasi Akibat Sinar UV
-
4 HP dengan Kualitas Kamera Terbaik Setara Flagship 2026, Harga Mulai Rp 3 Jutaan
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Hwasa untuk Penampilan Mature dan Stylish!
Terkini
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup
-
Film Jay Kelly: Sebuah Drama Komedi yang Hangat dan Mendalam
-
Internalized Misogyny: Ketika Perempuan Justru Melestarikan Ketimpangan
-
Usai Scarlett Johansson Mundur, Kathryn Hahn Dilirik Perankan Mother Gothel
-
Sastra, Mesir, dan Cinta yang Tak Kasatmata