Bicara menjadi salah satu jalan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dengan berbicara, kita bisa menemukan solusi suatu permasalahan, mendiskusikan banyak hal dengan orang lain, juga menyampaikan isi hati kita dengan baik. Namun, beberapa orang kerap terlalu banyak bicara. Padahal, terlalu banyak bicara akan menimbulkan dampak negatif, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Berpotensi menyakiti hati orang lain
Kita tidak pernah tahu, bahwa mungkin saja perkataan kita menyakiti hati orang lain, meski tanpa sengaja. Bahkan, ketika kita sudah berhati-hati dalam memilih tutur kata yang tepat, tidak menutup kemungkinan ada orang yang tersinggung dengan ucapan kita. Terlalu banyak bicara seringkali membuat kita berpotensi untuk lebih sering menyinggung atau menyakiti hati orang lain, menimbulkan kesalahpahaman, bahkan memicu pertengkaran.
2. Tidak bisa menjaga rahasia dan privasi
Ada beberapa hal yang layak dan tidak menjadi masalah untuk dibicarakan kepada siapa pun, tapi beberapa hal lainnya perlu dirahasiakan atau disimpan untuk diri sendiri. Kita haruslah bisa memilah kedua hal tersebut, karena tak perlu bagi orang lain untuk mengetahui semua hal tentang kehidupan kita berikut dengan segala permasalahannya.
Terlalu banyak bicara akan membuat seseorang tidak bisa menjaga privasinya sendiri dan mengungkapkan semua hal tentang kehidupannya pada orang lain. Selain itu, ia juga sulit untuk menjaga rahasia orang lain yang dipercayakan kepadanya.
3. Menunjukkan kurangnya kebijaksanaan
Alih-alih terlihat hebat, terlalu banyak bicara menunjukkan kurangnya kebijaksanaan pada diri seseorang, sekalipun tutur katanya bagus. Orang yang bijaksana tentu mengetahui kapan semestinya ia bicara dan kapan seharusnya ia diam.
4. Membuat orang lain tidak nyaman
Orang yang terlalu banyak bicara biasanya ingin terlihat menonjol dan sulit untuk mendengarkan orang lain. Terlalu banyak bicara akan menyebabkan komunikasi hanya terjadi dari satu arah dan hal ini akan membuat orang-orang di sekitarnya merasa tidak nyaman berinteraksi dengannya.
Demikian empat dampak negatif yang bisa saja terjadi karena terlalu banyak bicara. Mulai sekarang, mari kita belajar untuk tidak terlalu banyak bicara. Pandailah dalam memilah mana yang pantas untuk dibicarakan dan mana yang sebaiknya tidak diungkapkan.
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
-
Dampak Psikologis di Balik Teror Terhadap Tempo: Trauma yang Tak Selalu Langsung Terlihat
-
Cyberslacking, Musuh dalam Selimut bagi Mahasiswa di Era Digital
-
Lindungi Anak dari Dampak Radiasi: Langkah Bijak Orang Tua di Era Digital
-
Mudik dengan Motor, Mengenal Dampaknya pada Mesin Sang Kuda Besi
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda