Seorang pria yang mempunyai Pater Pan Syndrome ketika dia berperilaku seperti anak kecil walaupun usianya sudah dewasa. Dia tidak menganggap serius mengenai hidup dan lebih suka hidup bebas dari stres maupun tanggung jawab. Biasanya pria tersebut juga lebih senang melakukan apa yang disukainya dan merasa tidak ada kewajiban apa pun yang harus dia penuhi.
Secara sepintas, pria dengan kehidupan ‘tanpa beban’ ini memang menyenangkan. Akan tetapi bila dia terus-menerus bergantung kepadamu untuk hampir segala hal selayaknya anak kecil, ini tentu dapat membuatmu frustrasi. Karenanya kamu perlu memahami beberapa tanda priamu mempunyai Pater Pan Syndrome seperti dilansir dari Mom Junction berikut ini!
1. Tidak Bisa Berkomitmen
Pasanganmu hampir tidak peduli tentang atah hidupnya. Dia hanya ingin menjalani kehidupannya saat ini tanpa memikirkan apa pun. Karenanya dia juga tidak bisa berkomitmen sebab tidak pernah peduli dengan berbagai hal seperti itu.
Pada awalnya kamu mungkin berpikir mampu mengubah pikirannya, tetapi hal tersebut hampir tidak pernah terjadi. Dia hanya terus memberikan harapan tanpa pernah menunjukkan keseriusan dan kepastian seperti yang kamu harapkan. Ini karena dia memang masih bersikap seperti anak kecil dan tidak berpikir dewasa seperti pria pada umumnya.
2. Tidak Bisa Membuat Keputusan untuk Diri Sendiri
Seorang pria dewasa semestinya tidak mempunyai masalah untuk membuat keputusan bagi dirinya sendiri. Akan tetapi, seorang pria yang kekanak-kanakan justru sering bergantung kepada orang lain untuk membuat keputusan untuk dirinya.
Secara otomatis dia akan terus mengganggumu ketika mempunyai suatu permasalahan karena dia tidak tahu bagaimana cara mengatasi dan menyelesaikannya. Terkadang dia bukan tak mampu, tetapi karena hanya ingin mendengarkan pendapat orang yang dipercaya. Lebih simpelnya, dia tidak mau ambil pusing walaupun hal tersebut adalah permasalahannya sendiri.
3. Dia Menghindari Tugas dan Tanggung Jawabnya
Pria yang mempunyai Pater Pan Syndrome ditandai dengan sikapnya yang tidak bisa bertanggung jawab dan cenderung menghindari tugasnya. Dia akan menunda-nunda tugas hariannya dan menghabiskan waktu untuk bermain game atau melakukan sesuatu yang tidak produktif dan bermanfaat.
4. Dia Membuat Kamu Harus Membayar Pengeluaran saat Kalian Kencan
Hal ini masih berkaitan dengan poin ketiga, di mana dia memang tidak mempunyai sikap bertanggung jawab dan tidak merasa mempunyai beban. Sehingga dia melihat tidak ada yang salah dengan membuat kamu membayar setiap kali kalian keluar bersama untuk kencan.
Dia akan memiliki alasan baru setiap kali tidak membayar. Juga dia merasa bahwa kamu bertanggung jawab untuknya dan membayarnya adalah tugas kamu.
Meskipun tampak sepele, tetapi menjalin hubungan dengan pria yang mempuyai Pater Pan Syndrome cukup mengganggu hidupmu, bukan? Karenanya kamu perlu waspada ketika mulai menemukan beberapa tanda ini.
Baca Juga
-
Suara.com Harus Terus Terbaca hingga Pelosok Nusantara
-
Berkat Suara.com dan Yoursay, Kini Mencari serta Berbagi Informasi Tak Sulit Lagi
-
3 Tips Menghemat saat Bekerja, Pengeluaran Jadi Gak Membengkak
-
Perlu Dicoba! Ini 4 Cara Memulai Usaha Jus Buah supaya Laris
-
3 Cara Jualan Makanan Secara Online, Dijamin Banyak Untungnya!
Artikel Terkait
-
Ceramah Pria Gondrong: Neraka Itu Mahal, Dugem Bayar, Mabok dan Zina Bayar!
-
5 Tanda Kita Mengabaikan Diri Sendiri, Bahaya Untuk Kesehatan
-
5 Tanda Seseorang yang Tidak Berniat Berteman Denganmu
-
5 Tanda Orang yang Memiliki Attitude Buruk, Selalu Merasa "Si Paling"
-
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Hubunganmu dengan Pasangan Sedang Tidak Baik
Lifestyle
-
4 Pelembab Bamboo, Perbaiki Skin Barrier Kulit Sensitif yang Mudah Iritasi
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Butuh Ide Outfit Bukber? Intip 4 Ide Gaya Hijab Elegan ala Sashfir Ini
-
6 Varian Pisang Manis yang Pas untuk Takjil Buka Puasa
-
Ngabuburit Anti-Gabut: 5 Ide Kegiatan Seru Menjelang Buka Puasa
Terkini
-
Tarawih Terakhir Ibu
-
Novel Kita dan Mereka, Usaha untuk Meruntuhkan Tembok Prasangka
-
Rantau 1 Muara: Perjalanan Mencari Makna, Misi Hidup, dan Tempat Pulang
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
-
Dinamika Emosi Remaja dalam Konflik Cinta dan Keluarga pada Novel Rasa