Persahabatan merupakan hal yang cukup penting untuk dipertahankan dalam kehidupan terutama di masa sekarang. Era modern sekarang yang dimana teknologi seolah-olah diagungkan oleh sebagian besar umat manusia merupakan tantangan tersendiri bagi kita untuk mempertahankan persahabatan di lingkungan kita sendiri. Bagi kalian yang mungkin masih belum paham apa itu trust issue atau mungkin sudah pernah mengalaminya tapi sulit untuk mengatasinya, di sini saya akan berbagi pengalaman saat saya menghadapi sahabat saya sendiri yang punya trust issue.
Trust issue adalah perasaan yang membuat seseorang sulit untuk menaruh kepercayaan dengan orang lain yang disebabkan oleh hal tertentu. Orang yang memiliki masalah ini tentunya punya pengalaman buruk yang membuat mereka mendapatkan perasaan sulit untuk percaya kepada orang lain. Akibat lanjut dari trust issue ini bisa mengarah ke gejala paranoid.
Sebab, orang yang punya trust issue cenderung takut untuk percaya dengan orang lain yang baru dia kenal. Bahkan lebih parahnya, orang tersebut seolah-olah menaruh kepercayaan ke orang lain itu mustahil untuk dilakukan. Inilah yang perlu diobati agar tidak berlanjut sampai tua nanti. Berikut 3 cara yang saya sendiri mencoba dan berhasil kepada teman saya yang mengalami trust issue.
1. Mencoba kembali untuk membangun komunikasi
Komunikasi adalah garis start untuk memulihkan trust issue karena komunikasi adalah pilar yang menegakkan ukhuwah antar persaudaraan. Dengan komunikasi, setiap orang bisa memahami satu sama lain dan membentuk ikatan yang kuat. Akan tetapi, bagi orang yang mengalami trust issue yang parah tidaklah mudah untuk membangun itu kembali.
Teman terdekat mesti mengajak secara perlahan-lahan dan mencoba meyakinkan bahwa tidak semua orang punya hasrat untuk mengkhianati karena semua orang juga bisa berpotensi untuk dikhianati. Hal yang perlu dipahami dulu adalah orang akan mengkhianati temannya karena mereka takut dikhianati duluan. Jadi, cobalah untuk memulai kembali komunikasi dengan orang lain dan menghapus prasangka buruk bahwa dia akan dikhianati lagi.
2. Membiasakan diri untuk jujur
Orang yang memiliki trust issue tentu sulit untuk jujur karena memang mereka sudah pernah terbuka untuk orang lain tapi itu malah jadi boomerang untuk mereka. Oleh karena itu, perlu diluruskan terlebih dahulu bahwa pola pikir yang rusak itu perlu diperbaiki. Membicarakan tentang kejujuran merupakan topik permasalahan yang menjadi perhatian khusus untuk orang yang punya trust issue.
Orang terdekat harus menjadi cahaya harapan bagi yang mengalami trust issue untuk move on. Sebab, jika orang ini jujur, orang terdekat akan memanfaatkan keterbukaanya untuk memberikan pedekatan psikologis yang baik. Pendekatan ini bisa berupa nasehat yang mendalam sebagai support system yang membangkitkan mereka.
3. Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain
Hal yang tidak kalah penting untuk mengobati trust issue adalah berdamai dengan diri sendiri, yaitu memaafkan diri sendiri. Dengan begitu, secara tidak sadar kita akan melepaskan energi negatif dan beban hidup dari pikiran kita. Inilah yang bisa diterapkan untuk memberikan terapi psikis kepada orang yang memiliki trust issue. Kemudian, mencoba untuk memaafkan orang yang pernah mengkhianatinya juga salah satu cara untuk memulihkan perasaan trust issue.
Orang terdekat bisa memberikan pemahaman bahwa setiap orang siapapun itu meski pernah mengkhianati kita pasti punya sisi baik, namun mereka hanya belum memperlihatkan itu. Akan tetapi, jika kita mengajak teman yang punya trust issue ini untuk memaafkan mereka yang pernah mengkhianatinya, itu bisa membuatnya lega dan tenang.
Itulah tiga cara jitu menanggapi teman yang punya trust issue. Perlu kita ingat, manusia itu dikaruniai dengan kebaikan dan keburukan. Sisanya tinggal kita yang memilih mau yang mana. Jadi, tidak ada yang mustahil untuk kembali membangun kepercayaan dengan orang lain karena kita sendiri adalah makhluk sosial yang tidak bisa berdiri tegak sendiri. Kita pasti butuh orang lain untuk bertahan hidup melewati kerasnya hidup. Semoga tips ini bisa membantu kalian yang memiliki teman yang punya trust issue.
Baca Juga
-
Kenaikan Dana Riset 2026: Mahasiswa Siap Disibukkan Dengan Inovasi Nyata?
-
Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi
-
Bahasa Baru Politik Gen Z: Menilik Fenomena Viralitas Meme dan Satir di Media Sosial
-
Harapan di Penghujung 2025: Kekecewaan Kolektif dan Ruang Refleksi Pribadi
-
Komunitas Seni sebagai Terapi Kota: Ketika Musik Menjadi Ruang Kelegaan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Cleansing Balm Bersihkan Makeup Remover, Harga Affordable Cuma Rp24 Ribu
-
Hangout Makin Kece dengan Sontek 4 Ide Daily OOTD ala Karina aespa Ini!
-
4 Rekomendasi Sheet Mask Witch Hazel untuk Atasi Pori-Pori Besar dan Jerawat
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering
Terkini
-
Diisi Para Aktor Ternama, Netflix Produksi Film Politik Baru The Generals
-
Review Jujur Dilan ITB 1997: Apakah Layak Ditonton atau Hanya Mengandalkan Nostalgia?
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Mengulik Didikan Keras yang Mencetak Mega Bintang, Film Michael
-
Pendidikan untuk Perempuan: Kunci Memutus Rantai Ketimpangan, Sudah on Track?