Mom shaming merupakan tindakan mempermalukan, menghakimi, menyindir, atau perbuatan tidak mengenakkan lainnya terhadap seorang ibu. Perilaku ini bisa terjadi di dunia maya maupun nyata.
Ada kalanya ketika seorang ibu bertanya perihal pengasuhan anak, bukannya dijawab dengan baik-baik malah mendapatkan nyinyiran atau komentar pedas. Yang paling menyakitkan ketika status keibuannya dipertanyakan, misalnya dianggap gak becus mengurus anak.
Buat kamu seorang ibu yang mengalami permasalahan ini, ada beberapa tips menghadapi perbuatan mom shaming. Apa saja tips yang dimaksud? Mari ikuti pembahasannya lebih lanjut di bawah ini.
1. Tetap percaya diri
Ketika menghadapi berbagai komentar miring, tetaplah tenang dan percaya diri. Kamu yang paling mengenal dirimu sendiri dan sudah berusaha melakukan apa pun yang terbaik demi anak.
Kalau memang ternyata ada yang perlu diperbaiki, artinya kamu mesti belajar lagi. Jangan biarkan berbagai komentar miring membuatmu meragukan kemampuan diri sendiri menjadi seorang ibu. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri, kok.
2. Menyaring kritikan yang didapat
Tidak semua kritikan itu mesti diterima dan diterapkan. Di sinilah kamu perlu kemampuan untuk menyaring mana kritikan yang patut didengarkan, dan mana yang sebaiknya dibuang.
Agar kamu tidak begitu pusing memilah mana yang mesti diikuti, sebaiknya cari pendapat ahli atau opini yang sudah didukung bukti ilmiah. Dengan begitu, kamu jadi punya landasan kuat untuk mengaplikasikannya.
3. Tidak tersulut emosi
Sekalipun niatnya baik tapi kalau penyampaiannya bikin nyelekit bisa bikin emosi juga. Ini biasanya terjadi pada sanak keluarga. Merasa dekat dan ingin memberi masukan yang baik, tapi bahasa yang digunakan bikin kuping panas.
Untuk menghadapinya, tetaplah tenang dan jaga emosi. Gak perlu sampai marah-marah segala, apalagi jika yang menyampaikannya orangtua sendiri atau keluarga yang lebih senior. Kalau memang ternyata saran atau kritikan mereka justru gak baik, gak perlu diikuti. Selama kamu dan suami satu suara, mereka pun gak akan bisa berkata apa-apa.
Peran ibu tidaklah mudah. Ada kalanya sudah berusaha yang terbaik ternyata masih saja salah. Cobalah lebih welas asih terhadap diri sendiri, sehingga kalau ada yang melakukan mom shaming gak sampai membuatmu depresi. Hadapi dengan tips di atas, ya.
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
-
Hindari Gangguan Makan sejak Dini, Psikolog Sarankan Waktu Makan anak Dijauhkan dari Gawai
-
Jambret Rampas HP Balita saat Main di Jalanan, Publik: Salah Siapa?
-
Pria Paruh Baya di Padang Cabuli Anak di Bawah Umur, Kini Meringkuk di Sel Polresta Padang
-
Terobsesi Jimin BTS, Oli London akan Bayari Kekasihnya Operasi Plastik agar Mirip Idolanya
Lifestyle
-
Gurih & Manis! 5 Ide Isian Stoples Lebaran Selain Kue Kering
-
Bebas Bau Badan Seharian! 5 Deodoran Pria Tahan Lama untuk Hari Raya
-
Sony WF-1000XM6: TWS Bentuk Kacang dengan ANC Paling Nyaman
-
Budget Tipis? Ini 5 Headset Wireless Gaming Terbaik di Bawah 1 Juta
-
Huawei FreeBuds Pro 4: Earbuds Premium dengan ANC AI dan Audio Lossless
Terkini
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
-
Terjebak di Lift, Film Thriller Indonesia Ini Sajikan Teror Mencekam
-
Menjual Borobudur: Ambisi Komersial di Balik Jubah Budaya
-
Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali