Masih ingat kebiasan Nobita dan Doraemon yang tidur di kasur lesehan? Nah, kasur tradisional yang digunakan oleh Nobita itu disebut futon. Perangkat tidur tradisional inisudah dipakai secara turun temurun. Jadi, sebagian besar masyarakat Jepang pasti punya futon di rumahnya. Keterangan lebih lengkap yang dilansir dari laman situs Japanobjects mengenai futon akan kamu temukan di bawah ini. Yuk simak informasinya!
Apa Itu Futon?
Sederhananya, futon adalah alat tidur yang dibuat di lantai. Dalam bahasa Jepang, futon disebut juga dengan Shikibuton, yang artinya bantal yang diletakan (di lantai). Futon biasanya satu paket yang terdiri dari alas (Shikubuton) kasur yang terbuat dari kapas, selimut (Kakebuton) atau selimut biasa (Moku), dan bantal (Makura). Bantal futon biasanya diisi dengan biji kacang-kacangan atau busa biasa.
Nah, futon ini idealnya ditempatkan di lantai tatami yang dapat menahan panas sehingga nyaman ketika tidur. Bagi rumah yang tidak mempunyai lantai tatami, biasanya menggunakan tikar tatami sebagai alas futon.
Kelebihan Futon Dibandingkan Kasur Modern
Rumah orang Jepang dulu menggunakan tatami, matras khusus yang terbuat dari Jerami potong berwarna kuning. Tatami bertekstur empuk dan dapat meredam suara. Nah, tatami tidak bisa menopang perabotan yang berat sehingga dipakaikan futon alih-alih ranjang. Futon biasanya diletakan di atas tatami.
Di masa modern, rumah-rumah Jepang kebanyakan berukuran mungil, sehingga penggunaan perangkat tidur lipat futon lebih cocok digunakan. Menggunakan futon itu hemat ruang dan praktis digunakan. Ketika selesai dipakai, futon bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari sehingga ruangan bisa digunakan untuk kegiatan lainnya.
Futon dibuat menyesuaikan musim, ada yang bisa digunakan untuk musim panas yang lebih ringan dan berpori sehingga dapat mengalirkan panas tubuh. Selain itu, ada pula untuk musim dingin yang mempunyai busa dan lapisan lebih tebal. Futon musim dingin mampu menghangatkan tubuh dengan baik.
Yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Futon Jepang
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ukuran futon. Ada beberapa jenis dan ukuran futon berdasarkan ukuran tatami Single. Namun, ukuran single untuk tatami dan futon berbeda dari ukuran Single internasional. Ukuran Single futon adalah 100 cm x 210 cm. Sementara itu, ukuran futon Double adalah 140 cm atau 55 inci.
Lalu, perhatikan pula bahannya. Futon dengan harga murah terbuat dari kain sintetis. Futon inilah yang sekarang banyak digunakan di masa modern. Tapi, futon sintetis tidak bisa dilipat atau digulung dengan mudah. Beda dengan futon tradisional yang lebih fleksibel dan mudah digulung. Nah, futon tradisional menggunakan bahan kain katun alami dan harganya lebih tinggi.
Tertarik dengan futon ketimbang kasur modern? Jika kamu ingin mengadopsi alat tidur tradisional Jepang, pastikan menggunakan alas yang tebal. Pastikan lantainya bersih dari debu dan kotoran.
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Drama Jepang Fight Song: Ketika Lagu Membawa Semangat dalam Hidup
-
aespa Sukses Gelar Showcase Pertama di Jepang, Dibanjiri 40.000 Penonton
-
5 Buah Aneh Tapi Nyata Ada di Dunia
-
Ningning Aespa Tuai Banyak Pujian Karena Tehnik Vokalnya Usai Manggung di Jepang
-
PARI Gelar Pameran terkait Sumber Pangan dan Praktik Pertanian Kota Yogyakarta dan Fukuda Jepang
Lifestyle
-
5 Pasta Gigi yang Membantu Menghilangkan Plak dan Noda untuk Perokok
-
Galeri Penuh Screenshot Materi Kuliah? 5 Cara Agar Tak Cuma Disimpan
-
4 Sleeping Moisturizer Atasi Kulit yang Kering dan Kemerahan Hanya Semalam
-
Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan
-
4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus
Terkini
-
Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia
-
Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan
-
Research Design dan Pentingnya Pemahaman Metodologi bagi Mahasiswa
-
7 Rekomendasi Film Antologi di Netflix, Horor hingga Komedi
-
Salam Tiga Jari: Simbol Perlawanan yang Menyatukan Musisi dan Demonstran