Tak mudah bagi seseorang menghadapi kehilangan sesuatu yang berharga dalam kehidupannya. Tak jarang, hal tersebut membuatnya tidak mampu melangkah maju dalam kehidupannya, tidak tahu apa yang harus dilakukan dan tidak bersemangat melakukan apa pun. Hal inilah yang terjadi pada seorang gadis dalam drama Jepang berjudul Fight Song.
Drama Fight Song berkisah tentang seorang gadis bernama Hanae Kisara (diperankan oleh Kaya Kiyohara). Ia tinggal di panti asuhan setelah kehilangan kedua orang tuanya dan diasuh oleh Naomi Isobe (diperankan oleh Izumi Inamori). Di panti asuhan itu, ia memiliki dua orang sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri, yakni Shingo Natsukawa (diperankan oleh Fuma Kikuchi) dan Rin Hagiwara (diperankan oleh Sakura Fujiwara).
Hanae merupakan seorang atlet karate yang berprestasi. Berkat prestasinya tersebut, ia berhasil mendapatkan beasiswa masuk universitas. Ibu asuh dan kawan-kawannya amat bangga dan kagum kepadanya. Hanae menyukai sebuah lagu yang dahulu selalu ia nyanyikan bersama ibunya, yakni lagu dari band PARKS yang berjudul ‘Start Line’. Di saat melakukan hal-hal penting, ia selalu mendengarkan lagu itu, satu-satunya lagu yang ada di pemutar musik miliknya.
Suatu hari, Hanae bertanding mewakili universitasnya dan berhasil memenangkan kejuaraan di detik-detik terakhir. Para penghuni panti asuhan sedang bersiap menyambut kedatangan Hanae untuk merayakan kemenangannya saat Hanae tengah berada di jalan pulang. Malang, Hanae mengalami kecelakaan. Ia tertabrak motor dan membuatnya mengalami cedera. Akibatnya, ia harus mengakhiri kariernya sebagai atlet. Tak hanya itu, ia bahkan berhenti kuliah.
Hanae lantas menjalani kehidupannya tanpa tujuan, sampai-sampai seisi panti asuhan kebingungan menghadapinya. Naomi yang tidak bisa membiarkan anak asuhnya terus seperti itu, akhirnya menyuruhnya ikut bekerja dengan Shingo yang memiliki usaha pelayanan kebersihan. Meski awalnya enggan, Hanae akhirnya mau menjalani pekerjaan tersebut.
Pada suatu kesempatan, Hanae menerima permintaan dari seorang pelanggan bernama Haruki Ashida (diperankan oleh Shotaro Mamiya) untuk membersihkan dinding rumahnya. Saat sedang bekerja, Haruki mengajak Hanae berbincang dan dari sana Hanae mendapati kenyataan bahwa Haruki adalah vokalis band PARKS, pelantun lagu yang selama ini memberikan semangat kepadanya.
Namun, bukan hanya itu yang membuatnya terkejut. Pada pertemuan pertama mereka, Haruki meminta Hanae untuk menjadi kekasihnya! Apa sebenarnya tujuan Haruki? Bagaimana reaksi Hanae menghadapi hal tersebut? Saksikan kelanjutannya dalam drama Fight Song. Selamat menonton!
Tag
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
-
Sinopsis Kanojo wa Kirei Datta: Remake Drama Korea 'She was Pretty'
-
Sinopsis P.S. I Hate You Episode 2: Pertemanan karena Sayang atau Rahasia?
-
5 Pesona Ha Yun Kyung di Extraordinary Attorney Woo, Aktingnya Sebagai Pengacara Mencuri Perhatian
-
5 Potret Romantis Park Eun Bin dan Kang Tae Oh di Extraordinary Attorney Woo, Kemesraannya Bikin Baper yang Nonton
-
Sinopsis Drama Thailand 'My Coach' Episode 10: Perth Menyatakan Perasaannya
Entertainment
-
Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie
-
Sinopsis Doubt: 15-nenme no Fukushuu, Drama Thriller Dibintangi Nimura Sawa
-
Intip Isi Special Look Avengers: Doomsday, Ada Doom hingga X-Men
-
Buat Kaget! Park Shin-hye dan Choi Tae-joon Sambut Kelahiran Anak Kedua
-
Lim Yoona Perankan Ahli Forensik di Remake Korea Unnatural, Tayang 2027
Terkini
-
Review The Stunt Driver: Kisah Nyata Luar Biasa, tapi Filmnya Biasa Saja
-
Ulasan Film Akal Imitasi: Saat Teknologi Canggih Mulai Menggantikan Guru
-
Mengenal Buku Selasa Bersama Morrie, Obrolan tentang Arti Kehidupan
-
Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Sustainable Lifestyle dan Budaya Konsumtif: Peduli atau Cuma Ikut-ikutan?