Scroll untuk membaca artikel
Ayu Nabila | Sapta Stori
Ilustrasi berbincang (unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions)

Ketika kita dimintai saran oleh teman kita yang sedang mengalami suatu permasalahan, terkadang kita lebih nyaman memberi saran melalui pengalaman kita sendiri, karena kita dapat lebih mempertanggungjawabkan saran kita. Sebab, apa yang kita katakan sudah sesuai dengan kenyataan yang kita alami dan bukan asal bicara.

Namun, ada kalanya kita dibuat serba salah dengan hal tersebut, karena dianggap menimpa cerita tentang permasalahan yang ia alami dengan cerita kita sendiri atau adu nasib. Nah, demi menghindari hal ini, ada beberapa tips ketika kita hendak memberi saran lewat pengalaman, di antaranya ialah:

1. Mulai dengan awal yang baik

Jika kita ingin memberi saran dengan membagi pengalaman kita sendiri, ada baiknya jika kita tidak tiba-tiba bercerita. Kita bisa memulainya dengan bertanya apakah ia berkenan jika saran yang akan diberikan berdasarkan pengalaman pribadi kita sendiri. Pilih bahasa yang baik dan sampaikan dengan hati-hati. Buat dia merasa bahwa ia tidak sendirian menghadapi masalah tersebut.

Tentunya, sampaikan pula bahwa apa yang ia alami dan kita alami mungkin tidak persis sama, meski masalahnya serupa. Katakan bahwa saran yang kita berikan melalui cerita pengalaman kita hanya sebagai salah satu upaya kita untuk memberikan gambaran solusi atas masalah yang dihadapi. Kembalikan semua keputusan kepada teman kita.

2. Hindari kalimat yang terkesan membandingkan

Ketika kita menceritakan pengalaman kita, hindari kalimat yang terkesan membandingkan masalah teman dengan masalah yang kita sendiri alami, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika kita melakukan hal tersebut, terang saja apa yang kita lakukan akan langsung dianggap adu nasib.

Sebaliknya, justru kita bisa berkata padanya bahwa kita sedikit banyaknya bisa memahami, apa yang ia lalui dan rasakan itu tidak mudah, karena kita sendiri pernah berada di posisi yang sama. Dengan begitu, diharapkan teman kita juga akan lebih mengerti mengapa kita sampai menceritakan pengalaman kita kepadanya.

3. Jika teman kita tetap tidak berkenan

Apabila teman kamu tetap tidak berkenan, maka upayakan diri kita menghargai keputusannya. Teman kita sedang dalam masa sulitnya dan ia mungkin dalam keadaan sensitif dan mudah tersinggung, sehingga niat baik kita belum tersampaikan atau dianggap adu nasib, padahal kita sama sekali tidak bermaksud demikian. Tentunya, tidak setiap niat baik kita akan diterima dengan baik pula.

Demikian tiga tips memberi saran lewat pengalaman agar tak dianggap adu nasib. Semoga bermanfaat.

Sapta Stori