Tren atau gaya hidup back to nature belakangan ini banyak mendapat perhatian oleh khalayak ramai. Termasuk dalam hal obat-obatan, banyak yang mulai menyadari bahwa produk yang berasal dari bahan alam juga tidak kalah dengan produk sintetis atau buatan.
Salah satu hasil olahan dari bahan alam yang terkenal dari zaman dulu hingga sekarang adalah jamu. Jamu sendiri merupakan campuran beberapa bahan alam dengan khasiat tertentu, biasanya diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Ada banyak jenis jamu yang bisa kita jumpai di seluruh Nusantara dengan berbagai keunikan dan ciri khas masing-masing. Namun, tahukah kamu bagaimana proses sebenarnya, sehingga bahan alam seperti tumbuhan tertentu bisa diolah menjadi produk seperti jamu?
Jamu sendiri berasal dari pengolahan simplisia. Simplisia berasal dari kata simple atau simplex yang artinya sederhana. Isitilah ini digunakan untuk merujuk pada bahan baku obat yang berasal dari bahan alam dan bentuknya masih asli tanpa mengalami perubahan apa pun.
Kamu penasaran dengan bagaimana tahapan dan prosesnya? Berdasarkan sumber dari Jurnal Kajian Veteriner yang ditulis oleh S. T. Dangur, N. H. G. Kallau, dan D. A. Wuri pada tahun 2020, berikut ini adalah beberapa tahapan dalam pengolahan simplisia.
1. Pengumpulan bahan baku simplisia
Tahapan pertama dari pengolahan simplisia adalah pengumpulan bahan baku. Biasanya, bahan baku ini dikumpulkan dari satu tempat atau satu tanaman yang sama.
Misalnya, kita ingin membuat simplisia daun singkong, maka kita harus mengusahakan untuk mengambil daun singkong dari satu pohon yang sama atau minimal berada di tempat tumbuh yang sama.
2. Sortasi basah
Tahapan yang kedua adalah sortasi basah. Tahapan ini bertujuan untuk memisahkan simplisia dari bahan pengotor yang mungkin terikut saat kita mengumpulkan bahan baku. Kita juga bisa menyingkirkan bagian tanaman yang tidak diperlukan agar tidak mengganggu proses selanjutnya.
3. Pencucian dengan air yang mengalir
Tahapan ketiga adalah pencucian dengan air yang mengalir. Tahapan ini bertujuan untuk membersihkan bahan baku yang sudah kita kumpulkan agar bebas dari zat pengotor atau zat yang tidak diinginkan. Proses ini juga dilakukan untuk memastikan bahan baku tidak tercemar.
4. Perajangan
Perajangan berasal dari kata 'rajang' yang berarti 'iris'. Tahapan ini dilakukan dengan cara memotong bahan baku sesuai dengan jenisnya untuk memudahkan proses pengeringan nantinya. Sebelum dirajang, biasanya tanaman akan dijemur terlebih dahulu selama kurang lebih satu hari.
5. Pengeringan
Tahapan selanjutnya setelah perajangan adalah pengeringan. Proses ini bisa dilakukan dengan sinar matahari maupun menggunakan alat pengering seperti oven. Alat yang digunakan akan disesuaikan dengan bagian tanaman yang kita gunakan sebagai bahan baku.
6. Sortasi kering
Jika sebelumnya kita sudah melakukan sortasi basah ketika bahan baku baru dipetik, maka kita juga perlu melakukan sortasi kering. Hal ini bertujuan untuk memisahkan bahan baku dari zat pengotor yang mungkin muncul saat proses pengeringan.
7. Penyimpanan dan pengepakan
Tahapan terakhir dari pembuatan simplisia adalah penyimpanan dan pengepakan. Tujuan tahapan ini adalah untuk menjaga dan melindungi kondisi simplisia agar tidak mudah rusak dan terkontaminasi. Bahan baku yang telah menjadi simplisia di simpan di tempat yang sejuk, kering, tidak lembap, serta terlindung dari cahaya matahari.
Itulah tujuh tahapan atau proses yang terdapat pada pengolahan simplisia. Nantinya, simplisia akan digunakan dan diproses lebih lanjut sesuai kebutuhan, salah satunya diolah menjadi jamu.
Baca Juga
-
3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
Artikel Terkait
-
Orang Dewasa Mulai Keluhkan Masalah Jerawat di Dada dan Punggung
-
Penyebab Stroke di Usia Dini, Simak Penjelasan Ilmiahnya
-
Gaya Hidup Sehat Pencegahan Utama Sakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter
-
Untuk Penderita Diabetes dengan Hipertensi, Simak Pola Makan dan Menu Diet
-
Launching The Fit Zone Store: Bantu Mewujudkan Transformasi Kesehatan Terbaik
Lifestyle
-
Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo
-
5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih
-
4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit
-
Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang
-
Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh
Terkini
-
Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?
-
Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya
-
Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab
-
Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra
-
Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris