Sambil menyelam minum air. "Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui." Kedua peribahasa itu mungkin peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan situasi yang dialami oleh Tomo saat ini. Bahasa nge-trend-nya: MODUS.
Pasalnya, setelah melewati penantian yang cukup panjang, ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk bertemu penyanyi idolanya di Tokyo. Tidak hanya itu, kedatangannya di Negeri Sakura akan disambut oleh sahabat penanya yang super kawaii, Kokoro-chan!
"Selama ini cuma bisa ngeliat Kokoro dari balik layar kaca dunia maya. Sekarang bisa ketemu secara langsung, gak pake layar kaca, di dunia nyata! KYAAA!!!" Tomo histeris. Deg-degan bukan main.
Kalau selama ini ia cuma bisa mengirimkan pesan-pesan gombalnya via tulisan kepada Kokoro, mulai sekarang ia harus belaja mengutarakannya secara lisan, bahkan dalam bahasa Jepang. Dengan bermodalkan Yubisashi Guide Book di tangannya, Tomo-kun siap mempelajari jurus-jurus jitu untuk melancarkan aksi!
Simak ulasan lengkap novel Kokoronotomo : I Heart Tokyo berikut ini!
Berkisah tentang Dua Fans yang Akhirnya Bertemu
Buku ini dibuka dengan kisah tentang Tomo dan Kokoro yang akhirnya bertemu di Tokyo setelah berkenalan di medsos. Semua berawal dari fanpage LiSA, idol cewek Jepang yang diidolakan kokoro dan tomo.
Seluruh cerita berpusat pada perkembangan hubungan kokoro dan tomo. Kokoro digambarkan sebagai cewek Jepang yang imut, kawaii, dan fangirl LiSA. Dia menganut budaya Jepang on time dan sempat ngambek pas tomo telat datang saat janjian.
Sedangkan Tomo bisa dideskripsikan sebagai cowok Indonesia tipikal "buaya darat". Ia adalah seorang fanboy LiSA garis keras! Suka flirting ke Kokoro. Perawakannya pendek. suka "ngaret" alias telat saat janjian, tipikal orang indo yang kalo janjian jam 10 tapi baru otw jam 11.
Ada lagi tokoh LiSA, seorang idol cewek Jepang yang terkenal, bisa dibilang ia menjadi 'jembatan' yang mempertemukan kokoro dan tomo.
Kelebihan dan Daya Tarik
Kelebihan dari novel ini salah satunya terletak pada bahasanya dikemas dalam gaya santai, "ngalir", dan sangat seru! Ada ilustrasi menggemaskan yang bisa menaikkan mood membaca. Tidak melulu tentang cinta, ada banyak informasi seputar budaya jepang, seperti:
- Ojigi : kebiasaan membungkuk orang jepang untuk menyapa, berterima kasih, atau minta maaf
- Cara membuka bungkus onigiri yang baik dan benar
- Otagei : jenis tarian sorak dan gerakan energik yang dilakukan oleh penggemar (wota/otaku) sebagai bentuk dukungan terhadap idola Jepang, biasanya menggunakan cyalume (light stick) saat konser
- Kebiasaan orang jepang dalam memilih dan memilah sampah
- Gyaru fashion : subkultur fesyen Jepang yang populer sejak 1990-an, ditandai dengan gaya berani, rambut pirang/coklat, riasan tebal, dan kulit tanned (gelap)
- Transportasi maju ala jepang
- Teknologi robot super canggih
- Cara makan sushi yang baik dan benar (ada aturan khusus, loh!)
Kekurangan dan Masukan
Sejauh aku membaca cerita ini tidak ada kekurangan yang berarti, perkembangan karakternya terlihat jelas. Kokoro yang awalnya sangat "strict" dengan disiplin mulai bisa lebih "santai" karena mulai terbiasa dengan tomo.
Tomo yang awalnya "jam karet" alias suka telat jadi sadar dan insyaf, tidak ngaret lagi saat janjian. Mungkin sikap playboy-nya tomo yang kurang aku suka. Apalagi momen ketika dia berpaling ke lain hati dengan mudahnya saat lagi diam-diaman dengan Kokoro.
Buku ini direkomendasikan untuk pembaca yang sedang mencari bacaan ringan, ingin mengenal Jepang dan budayanya lebih dekat dengan cara yang seru dan menyenangkan! Juga cocok dibaca saat mengalami reading slump!
Identitas Buku
- Judul buku: Kokoronotomo I Heart Tokyo
- Penulis: Monica Tedja dan Anggabegood
- Penerbit: Andi Publisher
- Jumlah Halaman: 202 Halaman
- Genre: fiksi, petualangan, cinta
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
-
Simfoni Kejanggalan dalam Denah: Menyingkap Rahasia Rumah Aneh
-
Di Ujung Tahta Pajajaran: Tragedi dan Intrik Politik di Akhir Kekuasaan
-
Novel Ziarah, Sebuah Perenungan tentang Hidup dan Kematian
-
The Quintessential Quintuplets Umumkan Dua Proyek Anime Baru, Ini Detailnya
-
Kala Hukum Kembali Dipertanyakan: Membaca A Time to Kill Karya John Grisham
Ulasan
-
Tell Me What You Saw: Memburu Pembunuh Berantai Lewat Photographic Memory
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
Terkini
-
Wake Me Up When September Ends
-
Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca