Bagaimana jadinya jika kita dihadapkan pada dua pilihan untuk menjatuhkan hati? Itulah yang dialami Larisa dalam buku berjudul Dear G. Ikuti lika-liku perasaan Larisa saat menjalani masa putih abu-abunya bersama dua cowok berinisial sama, yakni Garran dan Giko.
Identitas Buku
Buku berjudul Dear G karya Despersa ini disusun dengan total 262 halaman. Diterbitkan oleh Penerbit Ayna Books pada tahun 2020 lalu. Genre yang diangkat adalah romansa masa muda dan rahasia tokoh utama dengan dua tokoh lainnya.
Sinopsis Dear G
Saat berusia belasan tahun, ada dua laki-laki berinisial G yang memenuhi masa remaja Larisa, yaitu Garran dan Giko.
Bagi Larisa, rasanya sudah lebih dari cukup mempunyai orang tua angkat yang mengasihinya, serta sosok kakak yang begitu menyayanginya. Dikenal sebagai 'adik' Garran Si Ketua OSIS yang begitu disegani seisi sekolah membuat kehidupan sekolah Larisa terdengar menyenangkan.
Saat berusia puluhan tahun, ada dua laki-laki berinisial G juga yang begitu berarti dalam hidup Larisa. Yaitu sang suami dan putranya.
Sayangnya, meski orang-orang melihat hubungan keduanya hanya sebatas persaudaraan semata. Ternyata Giko, si biang onar yang juga berada satu angkatan yang sama dengannya mengetahui dengan jelas jika baik Garran maupun Larisa saling menyukai dan berniat merecoki hubungan keduanya.
Akankah hubungan Larisa dan Garran baik-baik saja? Ataukah Giko yang malah semakin jungkir balik akibat Larisa karena terlanjur jatuh cinta?
Dan ini sepenggal kisah masa remaja Larisa bersama kedua laki-laki G-nya yang salah satunya akan menjadi suaminya.
Simak ulasan lengkap dari novel Dear G berikut ini!
Dear G: Misteri Jodoh Masa Depan
Sesuai dengan judulnya, Dear G menghadirkan sebuah kisah yang akan membuat pembaca ikut bingung dan penasaran di sepanjang cerita. Pertanyaan yang pertama kali muncul saat membaca halaman demi halaman buku ini adalah, siapa sosok "G" yang dimaksud dalam kehidupan rumah tangga Larisa di masa depan?
Hidup larisa tidak jauh-jauh dari para cowok berinisial "G". Semasa remaja, dua cowok bernama garran dan giko merecoki hidupnya. Setelah menikah (dengan salah satu di antara keduanya), hidup larisa ditemani 2 G yakni suami dan anaknya yang bernama galih.
Uniknya, setelah dewasa Larisa pun, kehidupan rumah tangga Larisa juga diwarnai dua laki-laki berinisial G, yakni suami dan anaknya. Di sinilah rasa penasaran pembaca dipermainkan. Siapa sebenarnya sosok "G" yang menjadi suami Larisa ini? Apakah Garran atau Giko?
Hingga akhir, pembaca akan disuruh menebak teka-teki besar ini. Menurutku pribadi, penulis sangat lihai memainkan emosi pembaca dengan pergantian latar waktu antara satu bab dengan bab selanjutnya. Alur yang maju-mundur ini juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya unik, berbeda dari cerita lainnya.
Garran dan Giko: Dua Tokoh yang Bertolak Belakang
Garran adalah tetangga Larisa, satu tahun lebih tua darinya dan Giko. Garran adalah kakak kelas keduanya. Ketika orangtua angkat Larisa ke luar negeri karena suatu urusan, Lariss tinggal di rumah Garran dsn turut memanggil orangtua Garran dengan sebutan mama dan papa.
Garran digambarkan sebagai sosok kakak yang penyayang, protektif, dan sangat memperhatikan Larisa. Ia selalu berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan Larisa, menemani "adik"-nya itu ketika bahagia, serta menghiburnya ketika sedih.
Di sisi lain, ada Giko yang tingkah dan karakternya berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Garran. Giko suka cari gara-gara dan menjahili Larisa.
Awalnya aku merasa kesal dengan sikapnya yang tidak jelas, tapi setelah tahu awal mula kenapa Giko merasa kesal dengan Larisa dan Garran, aku sedikit banyak jadi bisa memahami tingkahnya, walaupun tetap tidak bisa dibenarkan.
Kedua karakter yang bertolak belakang ini menurutku akan memecah pembaca jadi dua kubu, kubu Garran dan kubu Giko. Aku pribadi sejak mengetahui karakter masing-masing dan cara mereka berinteraksi dengan Larisa, sudah memilih kubu sendiri. Untunglah akhirnya aku berada di kubu yang tepat.
Cinta Masa Muda: Perasaan Kompleks yang Sering Diremehkan
Sama seperti kebanyakan remaja, Larisa juga merasakan benih-benih perasaan mulai muncul di hatinya. Kepada siapa sebenarnya ia tujukan perasaannya itu? Jangankan pembaca, Larisa saja sempat salah paham dengan perasaannya sendiri.
Awalnya Larisa yakin bahwa perasaannya tertuju pada Garran. Tapi seiring berjalannya waktu, sosok Giko yang mulai memasuki hidupnya turut menyita atensinya.
Pesan dari Dear G
Akhirnya setelah menamatkan buku ini, aku bisa mengambil kesimpulan bahwa masa depan adalah siatu hal yang kadang tidak bisa ditebak. Perasaan yang kita rasakan mungkin perlu didalami lebih lanjut, selain kita harus jujur dengan hati kita sendiri tentunya.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
-
Rilis Volume ke-7, Light Novel Dinners with My Darling Umumkan Versi Anime
-
Novel Bayang Sofea: Antara Pertaruhan Nyawa dan Ambisi
-
1001 Cara Cinta Menabur Luka: Ironi Gelap dalam Novel Fallen
-
Merawat Luka dan Menemukan Cinta dalam Novel Imaji Biru
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh
Ulasan
-
Review Neagley: Drama Aksi Khas Reacher dengan Sentuhan Lebih Emosional
-
Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol
-
Diary of a Bee: Mengintip Kehidupan Lebah dari Sudut Pandang Matilda
-
Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam
-
Ulasan Lie After Lie: Saat Kebohongan Menjadi Satu-satunya Jalan Keluar
Terkini
-
5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
-
Dari Viral Culture ke Real-Life Culture: Eranya Gen Z Cari Pengalaman Nyata
-
Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung
-
Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori
-
Mengapa Bahasa Pakar Bikin Politisi Meradang? Menjembatani Sains-Populisme