Seseorang yang memiliki trauma, rasanya pasti sangat menyiksa jiwa raga hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Sembuh pasti adalah hal yang paling diinginkannya. Namun, setiap orang yang mengalami trauma pasti memiliki waktu dan prosesnya masing-masing untuk sembuh, tergantung dari jenis dan tingkat traumanya.
Maka dari itu, kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk segera sembuh atau menyuruh orang lain menyembuhkannya. Pada sebagian orang, trauma yang dirasakan dapat sembuh bahkan hilang tanpa disadarinya. Lalu, bagaimana kita bisa tahu bahwa orang tersebut telah sembuh dari trauma masa lalu? Silahkan simak beberapa tandanya.
1. Merasa baik-baik saja ketika mengingat masa lalu
Orang yang pernah mengalami trauma biasanya merasa kesulitan untuk menceritakan kembali peristiwa mengerikan yang dialaminya. Karena dengan bercerita, ia akan merasa 'dipaksa' untuk mengingat kembali kejadian buruk yang pernah dialaminya. Akan tetapi, jika ia sudah sembuh, orang tersebut akan merasa baik-baik saja ketika mengingat kejadian buruk yang membuatnya trauma.
2. Hubungan dengan orang lain membaik
Trauma dapat mempengaruhi kualitas hubungan dengan orang lain, termasuk dengan orang-orang terdekat. Orang yang mengalami trauma, cenderung akan menyalahkan orang lain dan dirinya sendiri, atau bahkan menganggap semua orang sama buruknya. Sehingga seringkali tanpa sadar ia menyakiti orang-orang disekitarnya.
Namun, ketika ia sudah pulih, orang tersebut akan berhenti menyalahkan orang lain, memaafkan diri sendiri dan dapat memperbaiki hubungan dengan orang lain.
3. Tidak bereaksi berlebihan terhadap pemicu trauma
Bagi beberapa orang, sebuah reaksi yang berlebihan terhadap suatu kondisi akan dianggap 'lebay'. Namun, tak jarang sikap 'lebay' yang di maksud merupakan sebuah aksi spontan seseorang yang sedang berjuang melawan trauma yang dimilikinya. Reaksi berlebihan yang kerap kali terjadi karena trauma akan berkurang, bahkan hilang ketika orang tersebut sembuh dari traumanya.
4. Makin jarang dipikirkan
Saat hidup yang dijalani sudah tidak lagi berfokus pada trauma, dapat dikatakan bahwa orang tersebut sudah sembuh dari trauma. Ia bahkan sudah tidak pernah memikirkannya lagi.
5. Menjadi lebih positif
Trauma membuat seseorang cenderung hanya dapat melihat hal-hal yang negatif dari suatu kondisi atau bahkan dirinya sendiri. Ketika sudah bisa mulai menerima dirinya sendiri serta masa lalunya, pelan-pelan orang tersebut akan mulai membuka diri dan mengurangi berpikir tentang hal-hal buruk lainnya. Dari situ lah dapat dibilang orang tersebut mulai pulih dari traumanya, sehingga akan berproses menjadi pribadi yang lebih positif dan lebih mencintai dirinya sendiri.
Nah, itulah beberapa bukti yang menunjukkan bahwa seseorang telah sembuh dari trauma yang pernah dirasakannya. Sebisa mungkin hindari mendiagnosa diri sendiri agar tidak memicu masalah. Untuk kamu yang masih berproses sembuh, jangan patah semangat ya.
Baca Juga
-
Hari Buruh Internasional: Seruan Perubahan untuk Dunia Kerja
-
Buka Kembali Kenangan Lama Lewat Google Maps dan Earth
-
Belajar Jadi Seru: 7 Cara Pilih Aplikasi AI yang Cocok untuk Anak
-
Chatbot vs Agen AI: Kenali Perbedaannya sebelum Memilih
-
Tren Masa Depan AI Action Figure: Mainan dengan Kecerdasan Buatan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Tecno Camon 50 vs Camon 50 Pro 5G: Duel HP Tecno Terbaru 2026, Pilih Mana?
-
5 Rekomendasi HP 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gila untuk Ngegame
-
Intip Gaya Sporty Chic ala Karina dan Winter aespa Nonton Piala Dunia 2026
-
Samsung Galaxy A18 Muncul di Server Uji, Bawa AMOLED dan One UI 9 Sekaligus
-
Xiaomi Buds 6 Resmi Meluncur, Bawa Harman Tuning dan Baterai hingga 35 Jam
Terkini
-
Stop Feodal! Dosen Gaul Tak Akan Kehilangan Harga Diri
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Reborn Rookie dan Formula Lama yang Masih Ampuh Memikat Penonton
-
PSSI Lanjutkan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Ini Diprediksi Datang!
-
Beroeng Sorah: Tempat Pulang dari Penat di Tengah Persawahan Kalisat Jember