Beberapa laki-laki sering menyalahkan perempuan karena terlalu melibatkan perasaan dalam pertemanan mereka. Mengapa perempuan mudah baper atau terbawa perasaan. Pada kenyataanya tidak akan ada asap tanpa ada api. Hal ini seperti tidak akan ada dan tumbuh rasa ketika tidak dimulai.
Perasaan sukar untuk dikontrol mereka tumbuh dengan alamiah. Seorang budayawan yang amat tersohor yakni Sudjiwo Tedjo mengungkapkan bahwa kita bisa memilih ingin menikah dengan siapa namun kalau mencintai tidak. Sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya. Bahwa cinta tumbuh dengan sewajarnya tanpa bisa direkayasa dan dibuat-buat. Maka dari itu jangan pernah menyalahkan perasaan yang cinta yang tumbuh antara dua insan.
Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai 5 alasan kenapa cewek bisa baper denganmu:
1. Cowok Memberikan Harapan
Alasan pertama adalah karena cewek ini mendapatkan harapan dari si cowok. Harapan ini dapat berupa berbagai hal seperti perhatian lebih, ataupun beberapa chat yang mengarah pada harapan tersebut. Dari sini akan tumbuh gejolak-gejolak asmara antara dua insan ini.
2. Dari Awal Si Cewek Sudah Memiliki Perasaan
Alasan yang kedua adalah cewek ini memang telah menyimpan perasaan dengan si cowok. Dalam kata lain ia telah ngefans lama dengan orang ini. Jadi hanya disapa atau diberikan perhatian kecil si cewek akan mudah membawa perasaan.
3. Komunikasi Intens
Alasan yang ketiga adalah kalian sering mengadakan komunikasi intens. Hampir setiap hari kamu dan dia selalu bertukar pesan. Bahkan dalam sebuah kesempatan kamu dan dia mengabari aktivitas yang telah dijalani masing-masing. Chat intens ini menjadi indikasi awal ia bisa baper denganmu.
4. Pembahasan Chat Bukan Hanya Masalah Universal Tapi Menuju Masalah Pribadi
Alasan keempat adalah pembahasan di kolom chat kalian bukan lagi masalah-masalah universal. Misalnya membahas tugas atau keberlangsungan organisasi. Namun kamu dan dia sudah membahas mengenai masalah pribadi. Bahkan kamu mulai menceritakan kebiasaan dan keluargamu kepada perempuan ini. Maka jangan salahkan dia apabila dia baper, karena ia merasa telah dekat denganmu.
5. Sering Pergi Hanya Berdua
Alasan kelima adalah kamu dan dia sering mengadakan pertemuan entah makan atau hangout bersama hanya berdua. Apabila hal ini dilakukan secara bersama-sama dalam satu rombongan mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun jika kalian sering pergi hanya berdua ada indikasi bahwa kamu merasa perempuan ini spesial untukmu. Maka jangan salahkan ia apabila ia mulai baper dengan hubungan kalian.
Itu merupakan 5 alasan mengapa perempuan bisa baper.
Baca Juga
-
Diet Pisang: Cara Menurunkan Berat Badan Menyenangkan Ala Sumiko Watanabe
-
Wisata Alam Posong: Rekomendasi Liburan Keluarga yang Ciamik
-
4 Ide Kegiatan Idul Adha di Sekolah, No 4 Implementasi Kurikulum Merdeka
-
Konsumsi 5 Makanan Ini, Bisa Turunkan Kolesterol Saat Idul Adha
-
Sisca Kohl Hamil! Mom, Yuk Simak Tanda Kehamilan pada Minggu Pertama
Artikel Terkait
-
Jomblo Merapat, Ini 7 Alasan Kenapa Kamu Tak Kunjung Dapat Jodoh
-
3 Alasan Mengapa Seseorang Bisa Lupa untuk Bersyukur, Pernah Merasakan?
-
Dicuekin! Nikita Mirzani Bongkar Alasan Najwa Shihab Bungkam, Sebab Pernah Check In?
-
Mengapa Keperawanan Dianggap Lebih Penting daripada Keperjakaan?
-
3 Alasan Kita Tak Semestinya Memaksakan Saran kepada Orang Lain
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?