Tidak disangkal menunggu memang pekerjaan yang membosankan, apalagi menunggu kepastian. Kepastian hujan akan segera reda atau tidak. Sebab, sejauh mata memandang belum terdapat tanda-tanda hujan akan berhenti. Namun, sesekali waktu, hujannya tiba-tiba reda, kemudian lanjut lagi. Bahkan, lebih deras dari sebelumnya.
Artikel ini ditulis di dalam kantor saat di luar hujan sedang mengguyur deras. Terbersit ide untuk menguak aktivitas yang cocok untuk mengisi waktu selama menunggu hujan reda.
Berikut empat aktivitas yang cocok untuk diterapkan selama menunggu hujan berhenti.
1. Menulis
Sebagaimana yang saya lakukan, di kala hujan turun sederas ini hingga tidak dapat beraktivitas di luar, seperti pulang ke rumah dengan mengendarai motor.
Maka dari itu, lebih baik buka laptop, lalu tuangkan segala gagasan dalam pikiran menjadi tulisan agar bisa dikonsumsi publik. Barangkali pengalaman saya ini juga menginspirasi orang lain.
2. Membaca
Rasa bosan dan jenuh kerap kali menghinggap di saat hujan turun. Hujan deras yang disertai angin kencang kadang kala juga mengakibatkan listrik padam. Saat listrik padam, suasana menjadi kian mencekam. Bosan semakin meletup.
Mau online HP pakai paket data, tidak ada jaringan. Pun hendak pakai wifi juga tidak bisa. Menyalakan laptop, juga tidak bisa, sebab harus tersambung dengan aliran listrik. Bila demikian kenyataannya, maka langkah jitunya adalah ambil buku, lalu bacalah!
Membaca merupakan kegiatan mengasyikkan untuk mengisi kekosongan waktu saat menunggu redanya hujan. Selain menambah pengetahuan dan memperluas wawasan, kegiatan membaca buku di waktu hujan juga menjadi obat mujarab untuk mengusir kejenuhan.
3. Nonton Film
Menonton film juga menjadi aktivitas efektif mengisi waktu lowong selama menunggu hujan. Menonton film terbilang ampuh untuk melenyapkan kebosanan.
Di samping itu, menonton film juga dapat menambah referensi dalam menjalani hidup yang layak, dapat pula menampung ide untuk diungkap nanti dalam sebuah tulisan.
4. Kumpul Bersama Keluarga
Ketika si ayah hendak berangkat ke kantor, ibu siap-siap pergi ke pasar, dan sang anak sudah berdiri di depan pintu untuk berangkat ke sekolah, namun seketika hujan turun sangat deras di pagi hari, maka gunakanlah waktu selama menunggu hujan tersebut untuk semakin intens bersama keluarga.
Sebab, kadangkala ayah pulangnya sore, itu pun jika tidak ada lemburan. Ibu pulang hampir matahari tenggelam. Sementara si anak lebih lama bergaul dengan temannya sepulangnya sekolah. Waktu bersama keluarga terasa kurang cukup.
Maka, sebaiknya jika hujan turun, manfaatkanlah untuk bercengkerama lebih dekat dengan keluarga agar hubungan menjadi semakin harmonis dan terjalin kasih sayang.
Inilah empat aktivitas yang cocok untuk dipraktikkan selama menunggu hujan reda. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Dari Merubah hingga Seronok dalam Buku Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar
Artikel Terkait
-
Jabodetabek, Waspada Hujan Lebat Disertai Kilat Dan Angin Kencang
-
BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jawa Barat
-
BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Cilacap dan Sekitarnya pada Bulan November
-
Diguyur Hujan Lebat Kawasan Lippo Karawaci Terendam Banjir, Netizen: Tempat Elit Drainase Sulit
-
Ribuan Warga Terdampak Banjir Setinggi 2 Meter di Serawai
Lifestyle
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong