Bagi orangtua, mendisiplinkan anak adalah PR besar. Sebagai orangtua, memiliki anak yang berperilaku baik adalah sesuatu yang diinginkan. Tapi, untuk mewujudkannya bukanlah perkara yang gampang.
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh kebudayaan negara tertentu. Dan pastilah hal tersebut sudah tertanam sejak dini kepada anak-anak. Dalam hal mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anak, pola asuh masyarakat Jepang sering menjadi rujukan. Bagaimana mereka bisa berhasil mendisiplinkan anak-anak bahkan saat berada di tempat umum? Penjelasan yang dikutip dari Savvy Tokyo berikut ini akan menjawab pertanyaan tersebut.
Memahami Fase Ma no Nisai (The Terrible Two)
Setiap ibu harus siap dengan fase The Terrible Two dimana ini merupakan istilah yang menggambarkan perubahan perilaku pada anak yang berusia dua tahun. Fase tersebut dianggap mengerikan karena orangtua harus bisa mengatasi perubahan perilaku dan suasana hati anak yang begitu cepat.
Setiap anak berpotensi mengalami hal tersebut. Dan bukan pemandangan yang aneh jika kita melihat anak-anak tantrum dan membuat ibunya kewalahan. Di Jepang pun hal seperti itu biasa terjadi. Bedanya, orangtua di Jepang cenderung mendiamkan mereka dan tampak tidak ingin ikut campur. Mereka sudah bahkan sudah tidak lagi terganggu dengan hal seperti itu.
Seni Shitsuke (Disiplin)
Jepang menganut seni Shitsuke yang melakukan sesuatu yang benar-benar menjadi kebiasaan. Ketika seorang anak melakukan kesalahan, ia akan diberi contoh dan mengoreksi kesalahannya secara pribadi sampai mereka paham betul bagaimana seharusnya bersikap dengan baik.
Prinsip ini pun dianut oleh sekolah di Jepang dimana anak-anak mengulang kegiatan yang sama, yakni mengulang nyanyian yang sama, permainan, meletakan sepatu dengan rapi pada tempatnya dan duduk dengan baik di kelas.
Shitsuke juga merupakan sebuah penyadaran diri tentang etos kerja, disiplin terhadap aturan, saling menghormati, malu saat melakukan kesalahan, dan mau melakukan perbaikan ketika diingatkan.
Shitsuke tidak bisa dipraktikkan sekali sebab untuk membentuk kebiasaan yang disiplin, perlu dilakukan berulang-ulang dan konsisten sampai akhirnya tertanam dalam benak anak-anak. Selain itu, anak pun tidak akan merasa dipaksa karena shitsuke timbul dari kesadaran dirinya sendiri.
Nah, itu di acara orangtua jepang mendisiplinkan anak-anak. Bersikap disiplin sejak dini adalah bekal yang bagus untuk anak saat dewasa nanti.
Baca Juga
-
5 Fakta Zom 100: Bucket List of the Dead yang Bikin Penasaran Penggemar
-
4 Rekomendasi Anime untuk Kamu yang Menyukai Cerita Bertema Zombie
-
Rekomendasi 4 Tontonan Menarik di Disney yang Tayang Bulan Juli 2023
-
Jujutsu Kaisen 2: Sinopsis dan Penjelasan Karakter Kunci di dalam Serialnya
-
Prosesi Sangjit, Seserahan ala Tionghoa yang Dijalani Anak Hotman Paris
Artikel Terkait
-
Polah Tingkah Lukas Enembe Terhadap KPK: Mangkir Sakit, Anak Istri Mundur Jadi Saksi
-
Polisi Periksa TKP Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sebuah Empang Kalideres
-
Rumah Tempat Penitipan Anak di Thailand Berduka, 37 Orang Meninggal Serta 2 Jurnalis CNN Dideportasi Meliput Tanpa Izin
-
Viral Video Pengakuan Anak di Bawah Umur Korban Pelecehan Seksual di Karawang, Netizen Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
Akhirnya Muncul! Kak Seto Kunjungi Anak-Anak Korban Tragedi Kanjuruhan, Publik Gemas: Ada Tekanan Baru Muncul!
Lifestyle
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Go Youn Jung, Gaya Simpel tapi Classy!
-
4 Physical Sunscreen Vegan Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Mudah Breakout
-
4 Sunscreen Glutathione Lawan Kulit Kusam dan Penuaan Dini Akibat Sinar UV
-
4 Serum Lokal dengan Ginseng Efek Anti-Aging Atasi Kulit Kendur dan Kerutan
-
Bukan Kaleng-Kaleng! 5 HP 1 Jutaan Ini Masih Layak Buat Gaming
Terkini
-
Banda Neira 'Tak Apa Akui Lelah': Enak Didengarkan, Lirik Relate Dirasakan
-
Masuk Radar John Herdman, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Jadi WNI?
-
Cha Eun-woo Terjerat Skandal Pajak 20 Miliar Won, Shinhan Bank hingga Abib Hapus Iklan
-
Rantang Kuning di Lempuyangan
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan